The Antagonist Transmigration

The Antagonist Transmigration
Bab 46: Memperingati


__ADS_3

Scarlett membawa pakaian yang dipilihnya, menghampiri Frank yang sedang duduk di sofa yang disediakan di butik. "Pak, saya tidak membawa dompet saya. Bisakah saya meminjam uang anda," ucap Scarlett pelan. Ponselnya juga tertinggal di ruangannya. Dan jalan satu-satunya adalah meminjam uang bosnya.


Frank menganggukkan kepalanya. "Pergilah ke ruang ganti, kita hampir terlambat," ujar Frank. Bahkan tanpa Scarlett bilang, ia akan membayarnya dengan suka rela.


"Baik Pak, terima kasih," ujar Scarlett pergi ke ruang ganti.


Setelah Scarlett mengganti pakaiannya. Frank dan Scarlett kembali ke dalam mobil. Scarlett memilih dress dibawah lutut dipadukan dengan blazer hitam.


Supir membawa mereka menuju restoran tempat Frank dan kliennya bertemu.


Setibanya di depan restoran, Frank meminta supirnya untuk menjemput mereka 1 jam lagi. Frank kemudian mengajak Scarlett masuk ke dalam restoran mewah yang hanya dikunjungi oleh orang-orang elit saja. Scarlett tidak terkejut lagi saat masuk ke dalam. Ia beberapa kali sudah pernah ke sana sebelumnya bersama keluarganya dan juga dengan Penelope.


"Oh selamat siang Mr Carrington. Saya Felix Alexander. Saya menggantikan ayah saya untuk bertemu dengan anda," ucap Felix berdiri mengulurkan tangannya untuk menyelam Frank. Felix melirik Scarlett yang sepertinya sedang terkejut melihatnya.

__ADS_1


"Panggil Frank saja," kata Frank membalas jabatan tangan Felix.


"Silahkan duduk Frank," kata Felix.


"Scarlett, kebetulan kita bertemu di sini," ucap Felix menatap Scarlett. Wanita itu hanya mengangguk kemudian duduk di kursinya. Scarlett tidak berharap bertemu lagi dengan Felix. Tapi sekarang mereka dipertemukan secara tidak sengaja. Scarlett tidak tahu jika ternyata perusahaan keluarga Felix akan bekerja sama dengan perusahaan Carrington.


Pelayan restoran menghampiri mereka dan memberikan daftar menu. Ketiga manusia itu kemudian memesan makanannya masing-masing.


Scarlett menghidupkan Ipad milik Frank untuk mencatat hal-hal penting yang atasannya bahas saat meeting.


"Sekretaris anda profesional sekali Frank," ucap Felix memuji Scarlett.


"Terima kasih," balas Scarlett.

__ADS_1


"Saya tidak tahu jika Scarlett yang kebetulan juga akan menjadi calon adik ipar saya ternyata bekerja di perusahaan mu Frank," kata Felix basa-basi. Walau sebenarnya ia sudah tahu jika Scarlett bekerja di perusahaan milik Frank. Scarlett menatap tajam Felix. Ia pikir Felix terlalu lancang.


"Sekarang kamu sudah tahu. Tidak perlu membahasnya terlalu panjang," timpal Frank datar membuat Felix membulatkan kedua matanya. Pria di depannya terlalu datar dan dingin.


"Saya ke toilet dulu," ujar Scarlett bangkit dari kursinya lalu pergi menuju toilet.


"Jangan menatapnya seolah kamu ingin memilikinya Felix. Bukankah saudaranya kekasihmu. Apa sekarang kamu ingin mengambil saudara dari kekasihmu juga," timpal Frank datar menatap tajam Felix.


"Apa maksud mu Frank? kamu tidak tahu apapun tentang kami," balas Felix tak kalah dingin.


"Ck.. jangan bilang kamu tertarik dengannya," tukas Felix dengan senyum smirknya. Felix yakin Frank menyukai Scarlett.


Disela-sela pembicaraan mereka, pramusaji datang dengan membawa pesanan mereka kemudian menatanya di meja.

__ADS_1


"Aku hanya memperingati mu saja Felix. Jangan sampai kamu menyesalinya," ujar Frank setelah kepergian pramusaji. Bersamaan dengan itu, Scarlett kembali dari kamar mandi. Frank dan Felix menghentikan pembahasan mereka. Namun tatapan keduanya saling beradu. Seolah berperang dalam rasa. Scarlett menyadari ada yang aneh dari tatapan kedua pria itu. Namun dia tidak peduli dengan masalah kedua pria itu.


__ADS_2