The Antagonist Transmigration

The Antagonist Transmigration
Bab 66: Kamu Milikku


__ADS_3

Scarlett keluar dari ruangannya membawa berkas-berkas yang sudah diperiksanya ke ruangan Frank.


"Scarlett..." panggil Felix yang baru saja keluar dari ruang meeting dan tak sengaja melihat Scarlett sedang keluar dari ruangannya.


Felix lalu berjalan menghampiri Scarlett.


"Aku ingin berbicara dengan mu," kata Felix. Bersamaan dengan itu, Emma datang untuk mengantar berkas laporannya.


"Letakkan saja di meja," kata Scarlett pada Emma.


"Aku tidak ada waktu bicara dengan mu," kata Scarlett hendak pergi namun Felix menahan tangannya.


"Lepaskan tanganmu bodoh.." timpal Frank menarik Scarlett hingga genggaman Felix terlepas dari tangan Scarlett.


"Kembali ke ruangan mu.." perintah Frank pada Scarlett. Scarlett lalu masuk ke dalam ruangannya.


Frank menatap tajam Felix yang juga menatapnya dengan tatapan menantang. Keduanya seolah berperang hanya dengan melihat tatapan mereka. Saat membahas masalah bisnis mereka akan bersikap profesional. Namun jika sudah menyangkut Scarlett tentu saja akan berbeda. Keduanya menjadi musuh.


"Kamu tidak punya hak melarang ku untuk bertemu dengannya," kata Felix.


"Jangan lupa ini di kantorku," balas Frank.


"Jangan pernah berpikir untuk memilikinya," ucap Frank datar lalu masuk ke dalam ruangannya. Felix mengepalkan kedua tangannya, menatap Emma yang berdiri di depan ruangan Scarlett sebelum pergi dari sana.

__ADS_1


"Mereka berdua sedang merebutkan Scarlett?" batin Emma.


"Memangnya apa hebatnya wanita itu," gumamnya berjalan menuju lift.


Setelah mengambil tas kerjanya, Frank keluar dari ruangannya. Ia lalu masuk ke dalam ruangan Scarlett.


"Kemasi barang-barang mu, kita akan pergi," kata Frank.


"Memangnya kita mau kemana?" tanya Scarlett.


"Sudah.. ikuti saja kata-kata ku. Nanti kamu juga akan tau," tukas Frank.


Scarlett mengemas barang-barangnya, keduanya lalu keluar dari ruangan berjalan menuju lift.


Frank menggapai tangan Scarlett dan menggenggamnya. Wanita itu menatap Frank yang hanya menyunggingkan senyumannya. Pria itu terlihat manis sekali saat tersenyum.


Scarlett menatap Frank menunggu perkataan selanjutnya yang akan pria itu lontarkan.


"Aku tidak suka milik ku dekat dengan pria lain," ucap Frank.


"Apalagi pria itu Felix," kata Frank mengecup punggung tangan Scarlett.


"Memangnya siapa yang dekat dengannya," kata Scarlett memalingkan wajahnya yang merona karena Frank mengecup tangannya.

__ADS_1


"Ah sudah lah, jangan membahas pria yang dulu pernah kamu kejar-kejar," kata Frank spontan membuat Scarlett menoleh pda Frank.


"Ba..bagaimana bisa kamu tahu kalau aku pernah mengejarnya cintanya?" tanya Scarlett seolah tidak percaya dengan apa yang dikatakan Frank.


"Apa yang tidak aku ketahui tentang mu Scarlett. Semuanya aku tahu," kata Frank.


"Bahkan aku tahu seperti apa di balik baju mu itu," lanjutnya.


"Ckk..dasar otak mesum.." decak Scarlett.


"Apa kamu tidak takut kalau aku mengejarnya lagi," tukas Scarlett. Seketika membuat Frank menatap horor padanya.


"Coba saja.. maka detik itu juga pria itu tidak akan bernafas lagi. Sudah ku bilang apa yang menjadi milik ku tidak akan bisa menjadi milik orang lain," balas Frank mengklaim Scarlett miliknya.


"Memangnya kamu percaya kalau aku mencintaimu sepenuhnya?" tanya Scarlett.


"Aku tidak peduli dengan itu. Karena yang penting itu kamu milik ku," kata Frank melangkah keluar karena pintu lift sudah terbuka.


"Menyebalkan sekali.." gumam Scarlett keluar dari dalam lift.


Setibanya di parkiran kantor, Frank membuka pintu mobil untuk Scarlett.


"Sebenarnya kita mau kemana sih?" tanya Scarlett.

__ADS_1


"Nanti kamu akan tahu setelah kita sampai," kata Frank mengecup singkat bibir Scarlett.


"Frank.." kata Scarlett seolah memperingatinya. Frank hanya terkekeh. Scarlett lalu masuk ke dalam mobil.


__ADS_2