The Antagonist Transmigration

The Antagonist Transmigration
Bab 96


__ADS_3

Elizya membuka media sosialnya terkejut saat melihat berita terbaru. Berita skandal bos agensinya dengan Selena salah satu supermodel. Ia baru saja pulang ke rumah setelah menyelesaikan pemotretan. Sejak tadi ia memang sengaja mematikan ponselnya.


"Siapa yang sudah menyebar Vidio ini?" gumam Elizya. Ia membuka grup WhatsApp nya, mereka sedang membahas Selena. Elizya membaca semua pesan grup dan kedua matanya terbelalak saat mereka mengatakan orang yang sudah menyebar vidio itu bernama Scarlett.


"Mungkinkah maksudnya Scarlet____" Elizya tampak diam sejenak sebelum ia akhirnya melangkahkan kakinya keluar dari kamarnya.


"Elizya.. kamu sudah pulang," timpal Mia saat melihat putrinya keluar dari kamar.


"Apa kamu sudah tau berita hari ini? Selena, model terkenal itu terlibat skandal dengan pemilik agensimu," kata Mia.


"Aku sudah melihatnya mom," balas Elizya.


"Di mana Scarlett mom?" tanya Elizya.


"Dia ada di taman belakang," jawab Mia.


"Aku temui Scarlett dulu mom," kata Elizya pergi ke taman belakang rumah mereka.


Elizya menghampiri Scarlett yang sedang duduk di kursi taman belakang rumah mereka.


"Apa kamu yang menyebarkan vidio itu," timpal Selena membuat Scarlett terkejut. Scarlett menoleh ke belakang, melihat Elizya berdiri di sana. Elizya berjalan melewati Scarlett lalu duduk berhadapan dengan Scarlett.


"Ada apa? kamu tidak terima karena dia temanmu? apa kamu ingin menolongnya?" tanya Scarlett santai. Ia mengambil buah apel dari meja dan menggigitnya.

__ADS_1


"Dari mana kamu dapat vidio itu?" tanya Elizya tidak menjawab pertanyaan Scarlett. Ternyata benar dugaannya. Scarlett yang mereka bilang adalah wanita yang ada di depannya ini.


"Aku mengambilnya sendiri saat acara amal kemarin," balas Scarlett.


"Bagaimana keadaan sahabatmu itu sekarang?"


"Sepertinya ada banyak media yang menunggunya di depan rumahnya sekarang," lanjutnya tertawa.


"Tarik kembali kata-kata mu itu. Dia bukan sahabatku, kami hanya teman biasa saja," balas Elizya tidak suka jika Scarlett mengatakan Selena sahabatnya. Elizya hanya memanfaatkan mereka saja untuk mendobrak karirnya. Walaupun sebenarnya setelah media mengetahui hubungannya dengan Felix, ia semakin terkenal. Namun dekat dengan mereka akan menambah popularitasnya. Meskipun mereka sering memanfaatkannya.


"Apapun itu aku tidak peduli. Mereka sudah merendahkan ku. Aku tidak suka dengan sifatnya yang bermuka dua itu," ujar Scarlett.


"Aku yakin, setelah ini beberapa model lainnya akan terseret dalam kasus ini," lanjutnya dengan senyum menyeringai.


Elizya membulatkan kedua matanya. Apa Scarlett sedang menuduhnya, "Apa maksudmu? kamu pikir aku seperti mereka. Aku masih punya harga diri.." kata Elizya tidak terima.


"Apa kamu tidak takut mereka akan membalas mu?" tanya Elizya. Scarlett sangat berani. Mengingat pemilik agensinya bukanlah orang sembarangan. Bisa saja mereka membayar orang untuk mencelakai Scarlett.


"Tidak," jawab Scarlett tegas.


"Si Tua bangka itu harus diberi pelajaran. Ada banyak kejahatan yang dilakukannya," kata Scarlett.


"Kamu tau darimana?"

__ADS_1


"Frank pernah bilang kalau si tua bangka itu terlibat dalam bisnis ilegal. Mereka terlibat dalam sindikat perdagangan organ tubuh manusia. Frank punya buktinya," kata Scarlett membuat Elizya terkejut.


"Elyzia.." panggil Mia dari pintu dapur rumah mereka.


"Ya mom.." jawan Elizya.


"Kemari lah, Ibu Felix datang. Dia ingin berbicara denganmu," ujar Mia. Elizya menghela nafasnya. Sejujurnya ia tidak enak hati bertemu dengan orang tua Felix. Rasanya menjadi canggung setelah dia dan Felix putus.


********


Scarlett dikejutkan dengan kedatangan Frank secara tiba-tiba ke ruangannya dengan membawa buket bunga ditangannya. Pria itu berdiri di pintu ruangan Scarlett.


"Bukankah kamu bilang akan sampai malam," kata Scarlett menghampiri Frank yang merentangkan satu tangannya. Scarlett lalu memeluk Frank. Ia merindukan pria itu.


"Aku ingin memberimu kejutan sayang.." kata Frank mengecup kepala Scarlett.


"Saat perjalan ke kantor, aku melihat bunga indah ini dan membelinya untuk mu," ujar Frank memberikan bunga ditangannya pada Scarlett.


"Thanks Frank," balas Scarlett senang, ia lalu mencium wajah Frank.


"Yang ini juga ingin di cium.." kata Frank memajukan bibirnya. Scarlett terkekeh lalu mencium bibir Frank.


"Apa kamu sudah makan?" tanya Frank. Scarlett menggeleng.

__ADS_1


"Kalau begitu kita makan di luar saja. Setelah itu kita akan melihat gaun pengantin mu," jawab Frank. Scarlett lalu mengangguk.


__ADS_2