The Antagonist Transmigration

The Antagonist Transmigration
Bab 79: Pengganggu


__ADS_3

Setelah rapat selesai, Frank menunggu Scarlett merapikan barang-barangnya. Frank juga sudah menegur Emma dan mengancamnya untuk memindahkannya ke kantor cabang jika dia masih berusaha menarik perhatiannya.


"Say__" hampir saja Frank ingin memeluk Scarlett dari belakang tiba-tiba suara dari pintu membuatnya menghentikan niatnya.


"Maaf Pak buku saya ketinggalan," ucap seorang pria, kepala Divisi Marketing.


"Mengganggu saja.." batin Frank kesal. Setelah pria itu pergi, pegawai lain juga datang untuk mengambil barangnya yang tertinggal. Frank tidak tau apakah itu suatu kebetulan atau memang mereka sengaja.


"Jangan berpikiran negatif tentang yang tadi.. " ujar Frank memeluk Scarlett dari belakang.


"Memangnya siapa yang berpikiran negatif," balas Scarlett mematikan laptopnya.


"Aku tau dia memang sengaja melakukannya. Karena memang dia menyukaimu dari awal. Dia pikir dengan trik murahannya itu berlaku pada ku," lanjutnya walaupun sebenarnya ia cemburu. Mau bagaimana lagi, ia harus siap dengan para wanita yang menatap Frank dengan tatapan memuja mereka mengingat kekasihnya itu idaman para wanita.


Ponsel Scarlett berbunyi, nama ayahnya tertera dilayar ponselnya.


"Halo dad.." ujar Scarlett. Frank duduk di kursi lalu menarik tangan Scarlett agar wanita itu duduk di atas pangkuannya. Frank sangat bucin jika sudah bersama Scarlett. Tidak ada yang akan percaya jika melihatnya.


"Apa malam ini kamu sibuk?"

__ADS_1


"Memangnya ada apa dad?" tanya Scarlett.


"Daddy ingin kamu mewakili daddy menghadiri acara amal nanti malam. Daddy sedang di Jepang bersama Mia. Elizya akan datang bersama Felix nanti malam," ujar Wilson.


"Tentu saja dad. Aku akan datang nanti malam," ujar Scarlett. Kebetulan Frank juga mengajaknya untuk menemaninya ke acara amal itu satu hari yang lalu.


"Ngomong-ngomong, daddy ada urusan apa ke Jepang?" tanya Scarlett.


"Daddy sedang liburan dengan ibu mu," jawab Wilson.


"Baik dad... jangan lupa bawa oleh-oleh untuk ku."


"Bye dad..." kata Scarlett mengakhiri panggilan mereka.


"Daddy memintaku untuk menggantikannya di acara amal nanti malam," kata Scarlett. Frank lalu mengangguk. Scarlett melirik jam tangannya. Sudah waktunya pulang kerja.


"Ayo pulang, grandpa pasti sudah menunggu kita," ajak Scarlett mengusap rahang Frank yang mulai ditumbuhi bulu-bulu halus.


"Siap Mrs. Frank..." balas Frank mengecup bibir Scarlett.

__ADS_1


Setibanya di lobby Frank berjalan bersama Scarlett. Semua orang yang melihat mereka menatap iri.


Berharap wanita yang di gandeng Frank itu adalah mereka.


"Buang saja jauh-jauh niat mu itu Emma. Frank tidak akan melirik mu," ujar Sofie. Emma dan Sofie sedang duduk di sofa menikmati kopi sebelum mereka pulang.


"Kamu tidak akan pernah mendapatkannya. Lihat bagaimana Frank menatap Scarlett, kamu yakin ingin mengambil hatinya?" ucap Sofie meneguk minumannya.


"Diam lah.. aku sedang tidak ingin mendengar ceramah mu."


"Dasar aneh.. kamu sepertinya sudah terobsesi dengan Frank. Aku ingatkan kamu, kita mungkin hanya bisa menjadi pengagum Frank saja. Kalau untuk menjadi miliknya apalagi berharap diliriknya itu tidak akan terjadi. Masih banyak pria lain di luar sana. Jangan buang waktu mu untuk mengejar pria yang memang tidak akan pernah kamu dapatkan.." kata Sofie membuat Emma terdiam.


"Apa kamu ingin bos memindahkan mu ke kantor cabang? kalau kamu mau ya silahkan saja," kata Sofie dengan santainya.


"Kau tahu, orang-orang seperti bos akan mencari wanita yang sepadan dengan mereka. Memangnya dia mau dengan wanita kelas menengah seperti kita. Ah.. itu hanya dongeng saja," ujar Sofie.


"Ck.. kamu sok tau. Apa bedanya dengan Scarlett," kata Emma.


"Sepertinya kamu terlalu sibuk dengan perasaanmu hingga kamu lupa dengan Scarlett siapa. Aku juga baru tahu. Sejak bos mengenalkannya sebagai kekasihnya banyak yang penasaran dengan Scarlett. Mereka mencari tahu siapa Scarlett. Ternyata dia itu anak seorang pengusaha," ujar Sofie membuat Emma terkejut.

__ADS_1


"Jadi, sudahi saja niat mu itu. Atau kamu akan keluar dari perusahaan ini. Jangan coba-coba mencari masalah dengan orang-orang kaya seperti mereka," ucap Sofie menepuk bahu Emma.


__ADS_2