The Antagonist Transmigration

The Antagonist Transmigration
Bab 65: Nanti Kita Lanjut


__ADS_3

Scarlett kembali ke mejanya membawa makan siang untuk Frank. Keduanya lalu menikmati makan siang bersama. Scarlett tak sengaja melihat Emma yang sedang menatap ke arah mereka. Seperti biasa, Scarlett yakin Emma sedang membicarakan dirinya pada temannya.


"Oh sial, lihatlah wajahnya itu. Menjijikkan sekali," gumam Scarlett menatap tajam ke arah Emma. Keduanya saling menatap seolah berperang melalui tatapan itu.


"Ada apa?" tanya Frank mengikuti arah pandangan Scarlett. Seketika mimik wajah Emma berubah. Ia menampilkan wajah manisnya saat Frank melihatnya.


"Aku tidak menyukainya," kata Scarlett kesal menatap Frank. Pria itu mengerutkan keningnya.


"Aku tidak tau apa yang terjadi dengan wanita itu. Sejak pertama kali aku menjadi sekretaris mu dia sudah menunjukkan sikap kasarnya pada ku," kata Scarlett. Sepertinya sekarang Scarlett mengadu sebagai kekasih Frank.


"Itu karena dia merasa kamu mengambil posisinya, sayang," balas Frank. Kata terakhir pria itu membuat jantung Scarlett berdegup kencang.


"Maksudmu bagaimana?"


"Sebenarnya sekretaris lama ku merekomendasikan Emma sebagai penggantinya pada Alden. Meskipun sudah ada beberapa yang melamar sebelumnya. Tapi Emma akan terpilih mejadi pengganti sekretaris lamaku."


"Ya mau bagaimana lagi, karena ada kamu. Terpaksa Emma tidak jadi sekretaris ku," kata Frank dengan santainya. Scarlett belum paham dengan perkataan Frank. Pria itu terkekeh saat melihat wajah tidak paham Scarlett.

__ADS_1


"Kenapa kamu tertawa?"


"Wajahmu lucu sekali," jawa Frank.


"Kamu masih ingat saat Penelope menghubungi ku untuk menjadikan mu sebagai sekretarisku?"


Scarlett mengangguk.


"Waktu itu kamu mengejek ku. Kamu bilang kalau tidak ada artinya cantik tapi bodoh," kata Scarlett mengerucutkan bibirnya.


"Sayang, jangan memajukan bibir mu seperti itu. Aku bisa lepas kendali dan mencium mu di sini," kata Frank seketika membuat Scarlett membulatkan kedua matanya.


"Saat itu dia menunjukkan wajah mu. Aku tertarik saat melihat mu dan lamaran yang dikirimnya pada ku langsung aku berikan pada Frank. Aku bahkan memintanya untuk mengangkat mu menjadi sekretaris ku," ucap Frank membuat Scarlett merona. Pria itu sukses menggetarkan hatinya. Scarlett pikir ia diterima karena bantuan Penelope. Ternyata semuanya karena Frank.


"Kalau sampai wanita itu melewati batasannya, aku akan mengeluarkannya dari perusahaan," ujar Frank meraih tangan Scarlett.


"Frank.." ucap Scarlett menarik tangannya dengan cepat, ia tidak ingin menimbulkan gosip di kantor.

__ADS_1


"Sepertinya aku harus secepatnya menikahi mu. Kalau begini terus aku mana tahan.." gumam Frank meneguk minumannya hingga tandas.


Scarlett melirik jam tangannya, setengah jam lagi jam istirahat akan selesai.


"Ayo cepat, sebentar lagi kamu akan meeting dengan Felix," kata Scarlett mengingatkan Frank dengan jadwalnya. Pria itu kemudian mengangguk.


Setelah makan siang, Scarlett dan Frank kembali ke ruangan mereka.


"Akh.." pekik Scarlett saat tangannya tiba-tiba ditarik oleh Frank ke dalam ruangannya.


"Apa yang__mmppphhh.." Frank membungkam mulut Scarlett dengan bibirnya. Pria itu lalu menciumnya dengan lembut. Scarlett tidak bisa menolaknya. Ia membalas ciuman Frank. Pria itu sangat handal dalam berciuman. Scarlett mengalungkan tangannya di leher Frank.


"Frank.." panggil Alden membuka pintu Frank membuat sepasang kekasih itu terkejut. Refleks Scarlett mendorong dada Frank, hingga tautan keduanya terlepas.


"Oh Tuhan, malu sekali," batin Scarlett memalingkan wajahnya.


"Felix sudah tiba," kata Alden lalu pergi setelah melirik Scarlett yang terlihat salah tingkah.

__ADS_1


"Cup..." Frank mengecup bibir Scarlett.


"Aku pergi dulu, nanti kita lanjut," kata Frank mengedipkan salah satu matanya sebelum ia pergi meninggalkan Scarlett yang sedang mati-matian menyembunyikan rasa malunya.


__ADS_2