The Antagonist Transmigration

The Antagonist Transmigration
Bab 37: Bisakah Kamu Tidak Menggangguku


__ADS_3

Scarlett mengambil tasnya dari ruang kerjanya. Mereka baru saja menyelesaikan rapat bersama pengurus kantor cabang. Hampir 3 jam lamanya mereka mengadakan meeting dan terpaksa harus ditunda karena Frank harus menghadiri makan malam satu jam lagi. Kalau saja tidak ada jadwal lain, mungkin Frank akan melanjutkannya. Rapat akan di lanjut dua hari lagi. Karena tidak akan cukup bagi mereka untuk membahas masalah perusahaan hanya dengan waktu yang singkat.


"Untung saja meetingnya selesai. Jujur aku lelah sekali. Dan jangan lupa, dua kali mengikuti rapat, Frank selalu marah," gumam Scarlett mengemasi barang-barangnya. Perusahaan bahkan sudah sepi. Para karyawan tentu saja sudah banyak yang pulang. mengingat jam kerja mereka hanya sampai jam 5 saja.


Scarlett keluar dari ruangannya, menenteng tas kecil berisi laptopnya. Saat ia keluar, Frank juga keluar dari ruangannya. Scarlett menganggukkan kepalanya, dengan senyuman tulusnya terukir di wajah lelahnya.


Frank berjalan mendahului Scarlett menuju lift khusus untuknya. Sedangkan Scarlett berjalan menuju lift untuk karyawan. Sembari menunggu pintu lift terbuka, Scarlett membuka ponselnya untuk memesan taxi. Hari ini dia tidak membawa mobilnya karena bannya rusak dan sedang diperbaiki.


Pintu lift terbuka lalu Scarlett masuk ke dalam lift. Setibanya di lobby, Scarlett berjalan ke luar. Menunggu taxi yang di pesannya.


Sebuah mobil sport berhenti di depannya. Pria yang ada di dalam mobil itu menurunkan kaca mobilnya. Scarlett membulatkan kedua matanya melihat pria pemilik mobil itu.


"Wow.. suatu kebetulan kita bertemu," ucap Felix. Scarlett tidak menjawabnya. Ia menghindar dari pria itu.


"Apa kamu sedang menunggu taxi?" tanya Felix turun dari mobilnya.

__ADS_1


"Batalkan saja. Aku akan mengantar mu," kata Felix melirik ponsel Scarlett.


Felix mengambil paksa ponsel Scarlett dari tangannya. Dengan cepat ia membatalkan pesanannya.


"Felix apa yang kamu lakukan," ucap Scarlett marah ingin mengambil ponselnya dari tangan Felix. Dengan cepat Felix menjauhkannya.


"Berikan ponsel ku sialan.."


"Jangan mengumpat sayang. Tidak cocok dengan wajah mu yang manis itu," kata Felix menyimpan ponsel Scarlett ke dalam saku celananya.


"Kalau kamu ingin ponsel mu kembali, pulanglah bersama ku," ucap Felix sedikit mengancam. Walau sebenarnya ia tidak serius dengan perkataannya.


Scarlett akhirnya memilih masuk ke dalam mobil Felix, demi ponselnya kembali. Bukannya ia tidak bisa membeli yang baru. Hanya saja di dalam ponselnya banyak file penting.


"Bisakah kamu tidak mengganggu ku Felix. Aku muak tiap kali bertemu dengan mu. Sudah ku bilang aku tidak akan mengganggu hubungan mu dengan Elyzia," ucap Scarlett frustasi.

__ADS_1


"Aku tidak percaya Scarlett. Aku yakin kamu masih mencintai ku seperti dulu. Tidak usah berpura-pura."


"Memangnya kalau aku mengatakan jika aku masih mencintai mu, kamu akan menghindari ku seperti dulu?" tanya Scarlett menatap Felix. Felix terdiam.


"Jika ya, aku lebih memilih mengatakan hal itu agar kamu menghindari ku."


Bukannya menjawab perkataan Scarlett, Felix malah memajukan tubuhnya mendekati Scarlett.


"Apa yang kamu lakukan," kata Scarlett refleks menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya.


"Memangnya apa yang akan kulakukan? aku hanya ingin memasang seatbelt mu saja. Dasar pikiran mu saja yang berpikiran aneh-aneh," tukas Frank memasang seatbelt Scarlett.


Tak jauh dari sana, seorang pria melihat mereka dari dalam mobilnya dengan tatapan yang sulit diartikan.


Pria itu tak lain adalah Frank. Ia mengamatinya hingga mobil yang dinaiki Felix dan Scarlett menjauh.

__ADS_1


__ADS_2