The Antagonist Transmigration

The Antagonist Transmigration
Bab 73: Siapa Peduli


__ADS_3

Scarlett memarkirkan mobilnya di parkiran gedung apartemen tempatnya tinggal. Ia kemudian berjalan menuju lobby.


"Scarlett.. akhirnya kamu muncul juga.." ucap Felix menarik tangan Scarlett.


"Felix.. apa yang kamu lakukan di sini. Lepaskan tanganku.." ujar Scarlett menarik tangannya.


"Aku ingin mengajak mu makan malam," kata Felix.


"Aku tidak ada waktu untuk itu. Pergilah dan berhenti mengganggu ku," kata Scarlett melangkahkan kakinya. Lagi, Felix menahannya dengan berdiri tepat di depan Scarlett hingga membuat langkah Scarlett terhenti.


"Apa begitu sulit untuk mu, hanya makan malam saja.." kata Felix.


"Berhentilah menganggu ku Felix. Lebih baik kamu memikirkan kekasih mu saja. Bisa-bisanya kamu mengajak wanita lain makan malam sementara kekasihmu kamu biarkan sendiri. Pria macam apa kamu.." ujar Scarlett menatap remeh pada Felix.


"Minggir.. aku muak melihat wajah mu itu," kata Scarlett mendorong tubuh Felix.


"Sial.. kenapa jadi begini.." gumam Felix menatap kepergian Scarlett.


"Lihat saja, aku pasti akan mendapatkan mu," batin Felix mengepalkan kedua tangannya. Sepertinya Felix mulai terobsesi dengan Scarlett.


*******

__ADS_1


Pagi harinya Frank sudah datang menjemput Scarlett. Ia sengaja memberitahunya setelah sampai di gedung apartemen Scarlett.


Frank bersandar di pintu mobilnya sembari menunggu Scarlett. Mulutnya bersiul dangan jari tangannya menggeser layar ponselnya menampilkan foto Scarlett yang dia ambil secara diam-diam.


"Frank..." panggil Scarlett. Frank menoleh dan melihat Scarlett sudah berdiri di depannya. Kedua mata pria itu tampak mengamati penampilan Scarlett dari atas hingga ke bawah. Scarlett memakai gaun dibawah lutut dipadukan dengan blazer hijau.


"Ah.. kenapa kamu semkin hari, semakin cantik saja."


"Dasar gombal kamu.."


"Tunggu sebentar," Frank menghidupkan kameranya dan mengambil beberapa foto Scarlett.


"Kenapa kamu mengambil fotoku dengan asal, aku pasti tidak cantik.." kata Scarlett mengeluh.


"Not bad, sepertinya kamu punya bakat memotret," kata Scarlett.


"Aku jadi takut pria lain ingin mengambil mu dari ku meskipun mereka harus berhadapan dengan ku dulu. Dan ku pastikan mereka sudah kalah duluan sebelum berperang," tukas Frank menatap wajah Scarlett.


"Siapa yang tau. Bagaimana kalau aku meninggalkan mu," balas Scarlett membuat Frank seketika terbelalak. Terlihat wajah ketakutan di wajahnya saat mendengar perkataan Scarlett.


"Maka ku pastikan kamu tidak akan meninggalkanku. Aku akan membuatmu tergila-gila pada ku sebelum kamu ingin meninggalkan ku," kata Frank mengecup bibir Scarlett. Ia lalu membuka pintu mobil untuk Scarlett.

__ADS_1


"Ck... anda percaya diri sekali Mr. Frank Juan Carrington," kata Scarlett masuk ke dalam mobil.


"Tentu saja Mrs Frank Carrington. Kekasih mu ini sellau percaya diri," balas Frank masuk ke dalam mobil. Ah, hanya dengan menyebut Scarlett dengan embel-embel nama terakhir Frank di namanya membuatnya salah tingkah.


"Berikan ponsel mu.." tukas Frank mengulurkan tangannya.


"Ada apa?" tanya Scarlett.


"Berikan saja.." kata Frank. Scarlett mengambil ponselnya dari dalam tasnya lalu memberinya pada Frank.


Pria itu lalu membuka ponsel Scarlett. Ponsel Scarlett ternyata menggunakan keamanan layar kunci depan. "Passwordnya," kata Frank. Scarlett lalu mengetik passwordnya hingga layar ponselnya terbuka.


"Mendekat lah.." kata Frank menarik tangan Scarlett. Wanita itu dibuat bingung dengan tingkah Frank. Scarlett lalu mendekat ke arah Frank. Frank merangkul tubuh Scarlett, merapatkan wajah mereka lalu dengan cepat mengambil foto selfie mereka berdua.


"Astaga.. apa yang kamu lakukan.." ujar Scarlett setelah mereka selesai berfoto. Frank memberikan ponsel Scarlett dan menghidupkan mesin mobilnya. Mereka lalu pergi menuju perusahaan.


Scarlett melihat ponselnya yang sudah berganti wallpaper. Frank menggantinya dengan foto yang baru saja diambil pria itu membuatnya terkejut.


"Astaga.. kenapa dia lebay sekali.." batin Scarlett terkekeh melihat ponselnya.


"Ah, kamu seperti anak remaja pacaran saja. Benar-benar tidak menggambarkan Frank yang datar dan dingin," kata Scarlett menyimpan ponselnya.

__ADS_1


"Siapa peduli.. asalkan itu dengan mu," balas Frank dengan santainya. Satu tangannya lalu meraih tangan Scarlett dan menggenggamnya. Satu kebiasaan Frank saat di mobil bersama Scarlett.


__ADS_2