The Antagonist Transmigration

The Antagonist Transmigration
Bab 77: Kekasih vs Teman


__ADS_3

"Frank, Penelope..." timpal Scarlett yang berada di tangga. Ia terkejut saat melihat Frank dan Penelope saling memukul dengan bantal sofa.


"Scarlett..." panggil Penelope.


"Seharusnya kamu jangan mau dengan pria tua ini. Lihatlah... dia bahkan berani memukul ku," ucap Penelope mengadu. Ia lalu berjalan mendekati Scarlett.


"Jangan memprovokasinya Penelope," ucap Frank melempar bantal ditangannya ke sofa.


"Sebenarnya apa yang terjadi dengan kalian berdua?" tanya Scarlett menatap kedua manusia itu bergantian.


"Pria itu tidak menepati janjinya. Padahal aku kan sudah memberikan infor___"


"Iya.., iya.. besok kamu akan mendapatkannya," ucap Frank memotong perkataan Penelope.


"Aku lebih suka kamu menggantinya dengan uang saja, tiga kali lipat.." kata Penelope membuat Frank terbelalak. Sepupunya itu sedang memanfaatkan keadaan untuk mengurasnya.


"Tidak... enak saja kamu.." balas Frank menolak.


"Kalau begitu aku akan bila__"


"Baiklah.." kata Frank pasrah. Scarlett hanya melihat kedua orang itu dengan wajah bingungnya.


"Nah... begitu lebih baik.." balas Penelope tersenyum senang. Jumlah rekeningnya akan bertambah dalam sekejap.


"Scarlett ayo.." ajak Penelope. Scarlett mengangguk.

__ADS_1


"Jangan lama-lama, Scarlett harus kembali ke sini sebelum pukul 9," kata Frank .


"Yang benar saja... aku tidak mau. Scarlett teman ku. Terserah padaku kami pulang jam berapa. Benar bukan," kata Penelope menatap Scarlett.


"Enak saja kamu, dia kekasihku sekarang," kata Frank tidak mau kalah menarik tangan Scarlett.


"Memangnya aku peduli. Kami sudah menjadi teman sejak lama. Kalian baru bertemu," kata Penelope menarik tangan Scarlett.


"Dia calon istriku asal kamu tahu itu. Jadi aku punya hak dengannya," balas Frank.


"Ck.. masih calon kan? sementara aku dan Scarlett bukan calon teman.." kata Penelope menjulurkan lidahnya mengejek Frank.


"Astaga... kalian ini. Kalau kalian berdua berantem terus, aku pergi sendiri saja.." kata Scarlett membuat Frank dan Penelope membulatkan kedua matanya.


"Ya sudah.. ayo.." kata Penelope mengajak Scarlett.


"Aku tidak ingin mencium bau alkohol saat kalian berdua pulang nanti," kata Frank mengingatkan kedua wanita itu. Scarlett mengangguk.


"Memangnya kami kembali ke sini? Scarlett menginap di tempatku," ucap Penelope.


"Tidak, Scarlett harus kembali ke sini. Jangan coba-coba membawanya ke tempatmu," kata Frank tegas.


"Kami pergi, bye.." kata Penelope menarik tangan Scarlett.


"Sayang kamu akan kembali bukan.." ujar Frank dengan wajah lugunya. Scarlett mengangguk. Frank lalu menampilkan senyum penuh kemenangannya pada Penelope seolah mengatakan jika Scarlett tetap akan memilihnya. Di negara mereka sepasang kekasih tinggal ditempat yang sama merupakan hal yang wajar.

__ADS_1


*******


"Sayang.. cepatlah.. supir sudah menunggu di bawah.." panggil Frank.


"Sebentar, aku bangunkan Penelope dulu," ujar Scarlett dengan suara keras agar Frank mendengarnya. Tadi malam Penelope tidak kembali ke apartemennya dan memilih menginap di tempat Frank. Dan Scarlett harus melerai keduanya karena mereka ingin tidur bersamanya. Terakhir, mereka tidur di kamar yang sama dengan Scarlett berada ditengah-tengah mereka.


Tak lama kemudian Scarlett menghampiri Frank setelah mengambil tas kerjanya.


"Anak itu sangat susah dibangunkan.." kata Scarlett menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Biarkan saja, dia kalau tidur memang seperti itu," kata Frank menggenggam tangan Scarlett. Keduanya berjalan menuju pintu.


"Grandpa menghubungi ku tadi," ujar Scarlett.


"Grandpa bilang apa?" tanya Frank.


"Kamu berbohong padanya bukan."


Frank menghela nafasnya. Sepertinya kakeknya melapor pada Scarlett. Kakeknya menghubunginya tadi malam dan memintanya untuk membawa Scarlett ke rumah mereka. Dan Frank mengatakan jika Scarlett sangat sibuk.


"Habisnya kalau aku bawa kamu ke sana, mereka akan memonopoli mu. Tidak ada waktu untuk ku. Lebih baik di sini. Hanya kita berdua," ujar Frank.


"Apa kamu menyetujui permintaannya?" tanya Frank.


"Tentu saja. Lagi pula sangat menyenangkan berbicara dengan mereka. Rasanya rinduku dengan kakek dan nenekku seperti terobati," jawab Scarlett. Frank merasa tersentuh, ia mengecup tanga Scarlett.

__ADS_1


"Baiklah, nanti sore kita akan ke rumah menemui mereka," kata Frank. Scarlett menganguk


__ADS_2