The Antagonist Transmigration

The Antagonist Transmigration
Bab 99: Honeymoon


__ADS_3

Frank keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggangnya. Ia berjalan mendekati ranjang dimana Scarlett istrinya sedang tertidur pulas di sana.


"Cup," Frank mengecup lama kening Scarlett.


"Sayang.. ayo bangun," ujar Frank mengusap wajah Scarlett.


"Sayang.. ayo bangun, bukankah hari ini kamu ingin jalan-jalan..." ucap Frank mengecup bibir Scarlett.


Scarlett yang merasa terganggu mengerjapkan matanya, mengumpulkan kesadarannya. Perlahan ia membuka matanya dan melihat Frank di depannya dengan rambut basah dan tubuh toplesnya. Suaminya sangat tampan dan sexy. Scarlett sangat memuja pria itu. Scarlett bangun, menutupi tubuh polosnya dengan selimut. Ia kemudian menyandarkan punggungnya di sandaran ranjang.


"Morning kiss," Frank mengerucutkan bibirnya, Scarlett kemudian memberi kecupan singkat di bibir pria itu.


"Ya Tuhan.. kamu selalu berhasil menggoda ku sayang..." ujar Frank merapikan rambut Scarlett yang acak-acakan. Entah kenapa Scarlett terlihat sexy dengan rambutnya yang berantakan saat bangun.


"Oh my goodness... tidak lagi Frank..." kata Scarlett menghindar. Frank lalu tertawa.


"Hari ini kita akan keluar, bersiap-siaplah.." ujar Frank mengecup punggung tangan Scarlett.

__ADS_1


"Kamu tidak bohong kali ini kan?" tanya Scarlett penuh selidik. Bayangkan saja, mereka sudah 5 hari di Swiss dan belum pernah keluar sama sekali. Frank selalu bilang kalau mereka akan pergi jalan-jalan setelah bangun dan nyatanya apa, lagi-lagi keduanya berakhir di ranjang.


"Apa wajahku terlihat berbohong?"


"5 hari yang lalu kamu juga seperti ini," jawab Scarlett malas memutar bola matanya. Frank terkekeh. Ia lalu mencubit gemas pipi Scarlett.


"Aku serius sayang..." kata Frank.


"Ayo bersiap-siap, kita akan sarapan di luar," ujar Frank mengecup leher Scarlett. Pria itu lalu bangkit dan berjalan menuju lemari untuk mengambil pakaiannya.


*****


"Sabar sayang.. mom akan belikan buah kiwi yang banyak untuk kita," gumam Elizya berjalan sembari mengusap perutnya. Seketika ia teringat dengan Felix yang menjadikan kiwi sebagai buah favoritnya.


"Anak ini sepertinya mengikuti jejak Felix," batin Elizya mengusap perutnya. Elizya yang tidak fokus dengan jalannya membuatnya menabrak seseorang.


"Oh, maafkan saya.." ucap pria itu. Elizya mendongak, ia merasa tidak asing dengan suara yang didengarnya.

__ADS_1


"Elizya," gumam Felix memandang Elizya. Ia merindukan wanita di depannya itu. Pandangan Felix tertuju ke bawah, melihat perut Elizya. Matanya terbelalak.


"A.. aku pergi dulu," ujar Elizya pergi dengan langkah kaki yang terburu-buru.


"Elizya tunggu.." panggil Felix mengikuti Elizya.


Hampir saja Elizya membuka pintu mobilnya. Namun tangannya ditahan oleh Felix.


"Apa itu anakku?" tanya Felix.


"Maaf Felix. Aku harus segera pergi," kata Elizya kembali membuka pintu mobilnya.


"Brakk.." Felix menutup pintu mobil Elizya. Tidak akan membiarkannya pergi sebelum Elizya mengatakan kebenaranya.


"Kenapa kamu tidak mengatakannya padaku Elizya," kata Felix marah. Elizya menyembunyikan kehamilannya darinya.


"Kita sudah berakhir Felix, tidak ada yang perlu dibahas lagi. Aku bisa membesarkan anak ini sendiri," kata Elizya menahan air matanya. Ia tidak ingin terlihat lemah di depan pria itu.

__ADS_1


"Elizya, apa yang kamu katakan."


"Apa kamu ingin membiarkan anak ini tidak memiliki sosok seorang ayah dalam hidupnya nanti," kata Felix menyentuh kedua lengan Elizya.


__ADS_2