The Antagonist Transmigration

The Antagonist Transmigration
Bab 74: Berhenti Mencari Perhatian


__ADS_3

Scarlett berjalan memasuki kantor, beberapa karyawan sedang membicarakannya. Rumor tentang Scarlett yang memiliki hubungan khusus dengan Frank sepertinya sudah menyebar. Tapi hanya kepada beberapa karyawan saja.


Seperti sekarang ini, Scarlett berada di dalam lift karyawan bersama tiga orang pegawai lainnya. Scarlett tidak mengenal semua karyawan yang ada di perusahaan, hanya beberapa orang saja.


"Dia pasti menggoda bos kita,"


"Emma bilang begitu," balas karyawan lain berbisik-bisik.


"Memangnya apa lagi. Hanya dengan mengangkang dia sudah menjadi sekretaris. Katanya seharusnya Emma kepala departemen keuangan yang akan menggantikan sekretaris lama," bisik mereka.


"Palingan setelah boss puas, dia akan dibuang juga. Memangnya Pak Frank mau dengan wanita biasa."


"Lihatlah, dia tidak tahu malu. Hanya mengandalkan kecantikannya saja."


"Katanya dia dulu pernah menjadi model, tapi tidak laku."


"Itu karena dia tidak punya bakat kali.." bisik mereka tertawa.


Scarlett mulai tidak tahan dengan perkataan tiga wanita itu. Sejak tadi ia mengabaikannya, mereka pikir ia tidak mendengarnya.

__ADS_1


"Apa yang kamu katakan?" tanya Scarlett pada mereka, menatap tajam ketiga wanita itu.


"Tidak ada.. memangnya apa yang kami katakan.." balas wanita berambut merah dengan make up tebal itu.


"Ck.. kalian pikir aku tidak mendengarnya," kata Scarlett menatap nyalang ke arah mereka.


Pintu lift terbuka dan 4 orang karyawan masuk ke dalam. Scarlett akhirnya memilih diam karena tidak ingin menimbulkan keributan di sana. Setidaknya ia mengingat nama ketiga wanita itu. Dia akan membuat ketiga wanita itu jera.


Setibanya di ruang kerjanya, Scarlett menghidupkan laptopnya dan mulai mengerjakan tugasnya membuat jadwal Frank.


Tak lama kemudian Emma masuk keruangan Scarlett membawa berkas-berkasnya. Seperti biasa, ia menunjukkan wajah tidak sukanya pada Scarlett.


"Apa hubungan mu dengan Pak Frank?" tanya Emma menaruh dengan kasar berkasnya di atas meja.


"Kali ini aku memaklumi mu karena suda menyebarkan hal-hal buruk tentang ku. Kedua kalinya aku akan bertindak tegas. Aku bisa dengan mudah mengeluarkan mu dari sini," kata Scarlett dengan tegas membawa berkas-berkas di meja keluar.


"Ck.. apa hakmu mengatakan itu. Kamu bukan pemilik perusahaan ini," kata Emma mengepalkan tangannya. Scarlett menghentikan langkahnya, memutar tubuhnya.


"Kamu yakin. Apa kamu ingin tahu hubungan ku dengan Frank seperti apa?" ujar Scarlett memasang senyum mengejeknya pada Emma.

__ADS_1


"Ah, tanpa aku beritahu mungkin kamu juga tahu.." kata Scarlett.


"Jadi jaga sikapmu. Tidak usah berharap terlalu tinggi. Frank tidak menyukai mu. Berhentilah mencari perhatian padanya," kata Scarlett lalu pergi meninggalkan Emma yang menahan amarahnya.


Scarlett masuk ke dalam ruangan Frank membawa berkas ditangannya. Ia lalu masuk kedalam ruangan Frank. Di sana ada Alden yang sedang berbicara dengan Frank.


"Frank.. kali ini aku tidak bisa menggantikan mu menghadiri acara amal itu. Aku ada acara makan malam dengan orang tua kekasih ku. Kamu cari saja yang lain untuk menggantikan mu," ujar Alden setelah memberikan kartu undangan pada Frank. 3 tahun ini, Alden memang menggantikannya. Tapi kali ini ia tidak bisa.


"Aku akan datang," kata Frank melirik Scarlett yang berjalan mendekatinya.


"Pergilah.. aku sibuk " kata Frank.


"Bilang saja kamu ingin berduaan dengannya," kata Alden mengejek Frank. Ia lalu bangkit dari kursinya dan pergi.


"Sayang.. dimana kopi ku?" tanya Frank.


"Bukankah ini masih jam 9 kurang Pak," jawab Scarlett.


"Hmm.. tapi aku ingin minum kopi," kata Frank dengan wajah lesunya.

__ADS_1


"Kalau begitu tunggu sebentar, aku akan membuatnya," kata Scarlett hendak pergi namun Frank menarik tangan Scarlett hingga membuatnya jatuh di pangkuan Frank.


"Kopinya tidak jadi, berikan ciuman saja.." kata Frank menyambar bibir Scarlett dengan cepat.


__ADS_2