The Antagonist Transmigration

The Antagonist Transmigration
Bab 45: Butik


__ADS_3

"Kenapa kamu lelet sekali," timpal Frank menatap Scarlett berdiri di depan lift khusus petinggi perusahaan.


"Ini juga sudah cepat, dasar langkahnya saja yang lebar," gerutu Scarlett mempercepat langkah kakinya.


"Jangan menggerutu," kata Frank membuat Scarlett terbelalak. Bagaimana bisa pria itu tahu jika ia sedang menggerutu. Padahal jarak mereka cukup jauh.


Frank menekan tombol lift di depannya.


"Masuk!" perintah Frank. Scarlett yang masih bingung lalu masuk ke dalam lift. Ia tidak pernah menaiki lift khusus untuk CEO sebelumnya.


Setelah Scarlett masuk ke dalam lift, Frank kemudian masuk. Ia lalu menekan tombol menuju lobby.


Setibanya di lobby, Frank bejalan menuju pintu utama perusahaan. Di depan perusahaan sebuah mobil mahal sedang menunggu mereka.


"Selamat siang Tuan muda," ucap supir Frank. Pria itu hanya mengangguk membalas sapaan dari supirnya.


"Masuk!" kata Frank.


"Kita mau kemana Pak? apa anda akan menghukum saya. Tapi sungguh, saya tidak berbohong. Emma pasti sengaja menyandung ku," kata Scarlett mulai takut. Takut Frank melakukan sesuatu padanya.


"Aku bilang masuk!" perintah Frank.


"Tapi Pak__"

__ADS_1


"Ini perintah Scarlett,"


"Pak, saya tidak__"


"Atau kamu ingin saya masukkan dengan cara kasar," ancam Frank. Scarlett menggeleng.


"Ayo masuklah.." pungkas Frank lembut. Scarlett lalu masuk ke dalam mobil Frank. Supir Frank hanya terpaku di tempatnya melihat atasannya memperlakukan wanita itu. Wanita itu pasti bukan sekedar karyawan bagi Frank. Buktinya atasannya bahkan membiarkan wanita itu masuk ke dalam mobil mendahului dirinya, bahkan memaksa wanita itu untuk masuk ke dalam mobilnya.


Scarlett melihat Frank berbicara pada supirnya sebelum pria itu masuk ke dalam mobil.


"Kita mau kemana Pak?" tanya Scarlett.


"Bertemu klien," ucap Frank santai.


"Ini mendadak," kata Frank.


"Biasanya anda tidak membawa saya jika ada pertemuan di luar. Bukankah itu tugas Alden. Mana penampilan saya seperti ini lagi," ujar Scarlett merapikan penampilannya.


"Alden sedang mengurus kekacauan yang kalian buat. Dan kamu harus menggantikannya hari ini," balas Frank.


"Pak, mereka yang memulainya. Emma pasti sengaja melakukannya," kata Scarlett.


"Bagaimana bisa kamu mengatakan itu unsur kesengajaan Nona Balamy."

__ADS_1


"Sejak pertama kali saya bekerja, Emma terlihat tidak menyukai saya. Caranya berbicara dengan saya berbeda. Saya tidak tahu kenapa dia tidak menyukai saya," kata Scarlett menatap ke arah Frank. Frank mengerutkan alisnya saat melihat pipi kanan Scarlett merah, bekas tamparan Sofia yang belum hilang. Wajahnya terlalu sensitif padahal Sofia menamparnya tidak terlalu kuat.


"Apa ini sakit," kata Frank menyentuh wajah Scarlett. Jangan lupakan dengan nada suara lembutnya. Seketika Scarlett terpaku, ia mengedipkan matanya berkali-kali. Ia tidak salah dengar bukan?.


"Tidak, i.. ini tidak sakit," ucap Scarlett memalingkan wajahnya. Jantungnya berdegup kencang. Wajahnya mulai memanas. Apa itu. Apa ini nyata. Frank menyentuh wajahnya. Scarlett bingung harus bersikap seperti apa setelah ini. Scarlett tidak tahu kenapa Frank tiba-tiba menyentuh wajahnya. Scarlett mencuri-curi pandang ke arah pria itu yang kini sedang fokus menatap ke depan, seolah tidak terjadi sesuatu. Keduanya sama-sama diam dengan pikiran masing-masing.


"Kita sudah sampai Tuan," ucap supir memecahkan lamunan Frank dan Scarlett.


"Ayo.." ucap Frank, Scarlett lalu turun dari dalam mobil.


"Butik?, pertemuannya dilakukan di butik Pak? apa anda tidak salah?" tanya Scarlett memastikannya.


"Tidak, kita hanya akan mengganti pakaianmu saja. Aku tidak ingin mempermalukan diri sendiri dengan pakaian basah mu itu," kata Frank.


"Akh.." pekik Scarlett, keningnya di sentil Frank.


"Lain kali jangan pakai pakaian tipis seperti ini saat ke kantor," kata Frank.


"Kecuali saat kita bersama," batinnya, menatap bagian dada Scarlett. Wanita itu mengikuti arah tatapan pria itu. Scarlett terbelalak. "Shhhiittt"


Bajunya yang basah membuat bra nya menerawang.


Frank berjalan masuk ke dalam butik, meninggalkan Scarlett yang sedang kesal dan malu di tempatnya.

__ADS_1


__ADS_2