The Antagonist Transmigration

The Antagonist Transmigration
Bab 47: Tentu Saja Keberatan


__ADS_3

Setelah makan siang, Frank dan Felix membicarakan kerjasama perusahaan mereka. Ini adalah proyek kerjasama besar dengan salah satu perusahaan asal India. Proyek kali ini pada jasa transportasi. Oleh karena itu Felix mengajak Frank untuk berinvestasi, mengingat Carrington Company adalah perusahaan besar dan juga bergerak di bidang transportasi selain bisnis lainnya.


Scarlett mengetik poin-poin penting dari pembicaraan Frank dan Felix. Kedua pria itu terlihat serius saat membicarakan proyek baru mereka. Felix sesekali menatap Scarlett dan itu membuat Frank tidak suka. Frank melirik jam tangannya.


"Kita akhiri meetingnya sampai di sini," ucap Frank. Felix melihat jamnya. Ternyata mereka sudah menghabiskan waktu selama satu jam untuk membahas proyek mereka. Sesuai kesepakatan sebelumnya, mereka harus mengakhirinya.


"Kita bahas kembali minggu depan," ucap Frank berdiri, merapikan jasnya.


"Baiklah, senang bekerjasama dengan anda. Saya harap anda tertarik dengan proyek ini," kata Felix menjabat tangan Frank.


"Scarlett, apa kamu keberatan jika aku mengantar mu?" tanya Felix.


"Tentu saja keberatan," timpal Frank saat Scarlett hendak menjawabnya. Felix menatap kesal ke arah Frank.

__ADS_1


"Dia sekretaris saya, dan ini masih jam kerja. Lagipula dia datang bersama saya, itu artinya dia juga pulang dengan saya," ujar Frank.


"Ya, bos saya benar Pak Felix," kata Scarlett formal. Scarlett tentu saja memilih pulang dengan Frank dibandingkan dengan Felix orang yang paling dihindarinya.


"Kenapa aku semakin bersikeras mendekatinya saat ia secara terang-terangan menghindari ku. Aku semakin menyukai permainan ini," gumam Felix menatap kepergian Frank dan Scarlett.


Di depan restoran, mobil Frank sudah siap. Supirnya datang dengan tepat waktu. Frank senang supirnya yang selalu bertanggungjawab dengan pekerjaannya. Mungkin bulan ini, ia akan memberi gaji tambahan untuk supirnya.


"Kembali ke kantor pak," ucap Frank pada supirnya yang sudah berusia di atas empat puluhan.


Setengah jam berlalu, Frank dan Scarlett tiba di depan gedung perusahaan. Keduanya terpisah setelah di lobby perusahaan karena Scarlett menaiki lift khusus untuk karyawan.


Baru saja Scarlett ingin membuat laporan hasil meeting Frank dengan Felix, table phone di depannya berbunyi.

__ADS_1


"Halo," ucap Scarlett.


"Katakan pada Alden untuk segera ke kantor ku," kata Frank kemudian memutus panggilannya.


"Kenapa tidak menghubunginya sendiri coba, ini namanya memperlama," gumam Scarlett menaruh kembali gagang teleponnya. Dengan berat hati Scarlett pergi ke ruangan Alden untuk memberitahunya.


******


Sejak Frank membawa Scarlett meeting bersama Felix, beberapa hari kemudian Frank membawa Scarlett saat ia sedang meeting bersama kliennya di luar. Seperti sekarang Frank membawa Scarlett menghadiri undangan makan siang dari salah satu anggota senat.


"Selamat siang Mr Carrington," ucap Anthony, salah satu senator dari California menjabat tangan Frank.


"Ini Michelle putri saya. Dia baru saja menyelesaikan S2 nya dari Oxford," kata Anthony mengenalkan putrinya.

__ADS_1


"Saya Michelle, senang bertemu dengan anda Mr Carrington," ujar Michelle ramah menjabat tangan Frank.


"Frank. Panggil Frank saja," balas Frank. Michelle lalu mengangguk. Ia sangat senang bisa bertemu langsung dengan cucu sekaligus penerus perusahaan besar keluarga Carrington. Konon, seluruh keluarga Carrington jarang diliput media karena mereka sagat menjaga privasi. Tidak mudah untuk bertemu dengan mereka. Keluarga Carrington sangat disegani di negara mereka.


__ADS_2