
"Apa yang kau lakukan sialan.." ucap Scarlett marah mendorong pria itu.
"Oh ayolah.. tidak usah jual-jual mahal. Bagaimana kalau kita pesan satu kamar," ujar pria itu semakin berani. Tangannya mer*mas bokong Scarlett.
"Plak..." satu tamparan melayang di wajah pria itu. Scarlett marah karena merasa dirinya di lecehkan.
"Brengsek kamu," kata Scarlett menjauh dari pria itu dengan langkah gontai. Menjauh dari dance floor
"Rupanya kamu suka dengan kekerasan baby... " ucap pria itu menarik tangan Scarlett.
"Lepaskan tangan kotor mu itu sialan.." Scarlett marah mencoba melepaskan genggaman pria itu dari tangannya. Namun tenaga pria itu sangat kuat.
"Lepaskan dia atau kepala mu hilang malam ini juga," timpal seorang pria dengan suara dinginnya menatap tajam ke arah pria yang sedang memaksa Scarlett. Scarlett menoleh dan melihat Felix berjalan mendekati mereka. Scarlett menggeleng-gelengkan kepalanya seolah ingin memastikan penglihatannya.
"Siapa kamu. Ini bukan urusan mu. Dia kekasih ku," ucap pria itu berbohong.
"Bughh.." satu bogeman melayang tepat di rahang pria itu.
"Tutup mulut sialan mu itu. Jangan asal menyebut kekasih ku sembarangan sebagai kekasihmu," tukas Felix marah. Felix meninggalkan makan malam di rumah Wilson karena ingin mendapatkan info dari anak buahnya yang ia perintahkan mengikuti Scarlett. Seperkian detik kemudian Frank muncul dan mendekati Scarlett dengan khawatir.
__ADS_1
"Apa kamu baik-baik saja," ucap Frank menyentuh kedua lengan Scarlett.
"Frank.." gumam Scarlett.
"Jadi dia kekasihmu? Bagaimana kalau kamu berikan kekasihmu ini padaku. Aku akan memberimu uang sebagai gantinya. Aku pikir dia akan membuatku puas di ranjang," ujar pria itu menatap tubuh Scarlett dengan tatapan seolah ingin menelanjangi Scarlett.
Frank mengatupkan mulutnya dan mengepalkan kedua tangannya.
"Bugh... Bugh.. bugh.." Frank memberikan pukulan bertubi-tubi di wajah pria itu hingga tersungkur di lantai. Frank tidak peduli jika sekarang mereka menjadi bahan perhatian di sana.
"Ayo kita pulang," kata Felix marah lalu menarik tangan Scarlett dan membawanya keluar dari Club.
"Alden.. urus pria tidak berguna ini!" perintah Frank lalu pergi mengikuti Scarlett dan Felix.
"Aku akan pulang sendiri," ucap Scarlett setengah sadar.
"Diam," ucap Felix marah.
"Aku tidak tau apa yang akan terjadi jika sampai pria itu membawa mu," ujar Felix.
__ADS_1
"Aku yang akan mengantarnya," timpal Frank membuat Scarlett berlari mendekati Frank.
"Tidak perlu. Aku bisa membawanya pulang. Lagi pula kamu bukan siapa-siapanya," kata Felix menarik tangan Scarlett.
"Felix aku akan pulang dengan Frank. Kamu pergilah," ucap Scarlett memegang lengan Frank.
"Kamu dengar sendiri bukan? Jangan memaksanya Felix," kata Frank menatap Felix penuh kemenangan.
"Sebaiknya hilangkan perasaan mu padanya. Karena aku tidak akan pernah membiarkan apa yang menjadi milik ku diambil oleh orang lain," kata Frank penuh penekanan. Frank kemudian membawa Scarlett menuju mobilnya meninggalkan Felix yang tampak mengepalkan kedua tangannya ditempatnya.
"Frank, bagaimana dengan Penelope dan mobilku," ujar Scarlett.
"Aku sudah mengurusnya."
"Nona Balamy, setelah ini aku akan memberi mu sedikit pelajaran," kata Frank dingin membuka pintu mobilnya. Seketika Scarlett menjadi takut.
"Frank.." cicit Penelope menghampiri Frank tidak berani menatap sepupunya itu.
"Sean, bawa dia pulang," ucap Frank pada Sean temannya yang tak lain adalah guru privat Penelope.
__ADS_1
"Jangan banyak tingkah. Kamu pulang dengan Sean," kata Frank masuk ke dalam mobilnya.