
Frank masuk ke dalam ruangan Scarlett. Pria itu tersenyum hangat pada kekasihnya. Frank berjalan mendekati meja Scarlett.
"Apa kamu tidak lapar?" tanya Frank berdiri di belakang kursi Scarlett. Melingkarkan kedua tangannya di leher Scarlett.
"Sebentar lagi. Ini tanggung sekali.." balas Scarlett sembari jarinya memainkan tombol keyboard laptopnya.
"Aku sudah memesan makan siang untuk kita, kamu bisa melanjutkannya setelah makan siang nanti," kata Frank menghentikan kedua tangan Scarlett yang sibuk dengan laptopnya.
"Frank... ini tidak banyak. 5 menit lagi, oke.." kata Scarlett mendongak, menatap Frank. Rasanya tanggung sekali jika tidak segera diselesaikan. Dan lagi pula jam istirahat lima menit lagi.
"Baiklah.. lima menit lagi.." tukas Frank memberi satu kecupan di bibir Scarlett. Ia lalu menaruh dagunya di atas kepala Scarlett.
"Bisakah kumu duduk di kursi saja. Aku tidak ingin ada karyawan datang dan melihat kita seperti ini.." kata Scarlett.
"Biarkan saja, lagi pula tidak akan ada yang datang mengingat 4 menit lagi akan istirahat," ujar Frank dengan santainya. Dan seperkian detik kemudian seseorang masuk ke dalam ruangan Scarlett.
"Kamu tau da___" Scarlett menghentikan perkataannya saat melihat Emma berdiri di ambang pintu. Sepertinya Frank lupa menutup pintunya saat datang ke ruangan Scarlett.
"Saya hanya ingin mengantar berkas ini," kata Emma gugup berjalan mendekati meja Scarlett. Frank masih dengan posisi yang semula. Tidak peduli dengan Emma yang ada di sana. Pria itu bahkan dengan sengaja mengecup leher Scarlett berkali-kali. Dan tentu saja Scarlett tidak keberatan apalagi di depannya ada Emma yang sedang kesal.
__ADS_1
"Taruh di meja saja.." ujar Scarlett menatap Emma dengan senyum menyeringainya. Ia pastikan dibalik wajah lugunya itu sedang memendam amarah.
"Sayang.. ayolah, aku sudah lapar," kata Frank menatap Emma sekilas.
"Baiklah...." kata Scarlett mematikan laptopnya.
"Apa kamu akan berdiri di sana terus," kata Frank membuat Emma tersadar.
"Maafkan saya Pak," kata Emma.
"Mmm... Saya dengar anda dan Scarlett resmi menjadi sepasang kekasih. Selamat untuk kalian berdua Pak," kata Emma menatap Frank.
"I..iya.. tentu saja Scarlett.. kalau begitu saya permisi dulu," kata Emma lalu pergi.
Scarlett lalu tertawa setelah kepergian Emma.
"Aku yakin dia akan marah-marah dengan timnya atau bahkan melempar semua berkas di mejanya," kata Scarlett.
"Biarkan saja.. ayo kita makan.." ajak Frank. Scarlett mengangguk. Keduanya pergi menuju ruangan Frank.
__ADS_1
*****
Jam dua siang, Frank punya jadwal rapat dengan semua Divisi perusahaan. Scarlett sudah menyiapkan semua keperluan meeting sebelumnya.
Scarlett berjalan menuju ruang meeting.
"Ah maaf Pak.." kata Emma merapikan dasi Frank yang sedikit miring.
"Ekhmm.." Scarlett berdehem ketika masuk ke dalam ruang meeting dan melihat Emma merapikan dasi Frank.
"Sayang.. " ujar Frank mendorong tangan Emma. Sebenarnya ia ingin melarang Emma namun batal karena Scarlett tiba-tiba datang.
"Selamat siang Pak.." timpal pegawai yang baru saja datang membuat Frank mengurungkan niatnya. Karena orang yang akan mengikuti rapat sudah berdatangan.
"Sayang.. ini bukan seperti yang kamu lihat.." bisik Frank pada Scarlett yang duduk di dekatnya.
"Bisa tidak membahasnya nanti saja setelah rapat selesai," balas Scarlett mengambil buku catatannya. Frank menghela nafasnya.
Di depannya tentu saja Emma tersenyum senang setelah membuat kesalahpahaman diantara mereka.
__ADS_1
Ia memang sengaja merapikan dasi Frank saat melihat Scarlett datang.