The Antagonist Transmigration

The Antagonist Transmigration
Bab 81: Acara Amal


__ADS_3

"Kalian pikir aku tidak tau kebusukan kalian semua? kalian membentuk citra kalian sedemikian rupa di depan publik agar mereka memuja kalian. Dan sayangnya mereka malah tertipu dengan wajah lugu kalian. Tapi tidak denganku. Bagiku kalian tidak lebih dari sampah.." ujar Scarlett berjalan menjauh dari mereka dan tak sengaja berpapasan dengan Miranda, model papan atas yang juga satu geng dengan Elizya. Miranda merupakan kekasih dari sepupu Penelope dan Frank.


Frank sedang diwawancarai, Scarlett hanya diam saja dengan memasang wajah ramahnya. Meskipun sebenarnya ia mulai tidak nyaman saat ini. Ia tidak ingin dinilai buruk oleh media. Ia harus menunjukkan bahwa dirinya layak menjadi pendamping Frank.


Perhatian Scarlett teralih saat melihat seorang penyanyi ternama datang. Scarlett salah satu penggemarnya. Kamera mulai menyoroti penyanyi wanita itu. Dibelakangnya ada asistennya yang membantunya. Mulai dari merapikan pakaiannya hingga rambutnya saat akan di foto.


"Cukup sampai di sini saja," kata Frank membuat para wartawan segera mengangguk dan mengakhiri wawancaranya. Setidaknya mereka mendapatkan sedikit informasi dari Frank.


"Apa yang sedang kamu lihat.." bisik Frank.


"Kau tau aku salah satu penggemarnya..." kata Scarlett menunjuk penyanyi dibelakang mereka yamg sedang berfoto bersama selebritis lainnya.


"Kamu ingin berfoto dengannya?" tanya Frank. Scarlett mengangguk.


"Aku akan mengaturnya nanti. Kamu tenang saja.." kata Frank.


"Kamu yang terbaik.." balas Scarlett senang.


Frank melingkarkan tangannya di pinggang Scarlett dan mengajaknya masuk ke dalam aula.

__ADS_1


Seorang guide mengarahkan mereka ke meja yang sudah ditentukan.


"Scarlett..." panggil Elizya bangkit dari kursinya. Ia lalu memeluk saudaranya itu.


"Aku pikir kamu tidak jadi datang untuk menggantikan daddy.." ujar Elizya.


"Apa dia kekasih mu?" bisik Elizya penasaran dengan saudaranya itu. Scarlett mengangguk.


"Hai.. aku Elizya, saudara Scarlett.." kata Elizya mengulurkan tangannya pada Frank.


"Frank.." balas Frank dingin menjabat tangan Elizya. Frank sudah tau bagaimana hubungan Scarlett dengan Elizya dari Penelope.


"Aku berencana mengenalkannya pada daddy setelah daddy pulang dari Jepang," balas Scarlett malas. Sebenarnya ia malas berbicara dengan Elizya.


"Frank.. " ucap seorang pria menepuk lengan Frank.


"Nick.."


"Sayang, tunggu sebentar.." ucap Frank mengecup kepala Scarlett. Frank lalu mengajak Nick sedikit menjauh dari Scarlett.

__ADS_1


"Oh ya.. ini saudaraku, Scarlett.." kata Elizya pada teman-temannya. Elizya berteman dengan mereka untuk mendobrak popularitasnya menjadi seorang model. Bukan sesuatu yang mudah bisa bergabung dengan model-model seperti mereka.


"Bukankah dia dulu satu agensi dengan kita?" timpal seorang wanita yang merupakan model ternama.


"Ya, aku ingat. Model pendatang ya," balas wanita berbaju hitam dengan belahan dada yang rendah. Nada bicaranya seolah merendahkan Scarlett.


"Dia tidak berbakat, lebih baik memilih keluar daripada membuat malu," timpal yang lain membuat Scarlett mengepalkan kedua tangannya.


"Bukan begitu, hanya saja ayah kami memintanya untuk bekerja di perusahaan daddy. Dia akan menjadi pengganti daddy nanti. Benar bukan Scarlett," kata Elizya.


"Tidak... " balas Scarlett membuat Elizya terkejut. Teman-temannya lalu menertawainya.


"Sudah lah Elizya, kamu terlalu baik dengan saudara mu itu. Apa kamu lupa kalau dulu dia berusaha mengambil Felix dari mu. Dia selalu jahat dengan mu" kata Katy sahabat Elizya yang baru saja datang dan mendengar pembicaraan mereka.


"What.. jadi saudara mu ini pernah merebut pria mu. Oh astaga.. selain tidak berbakat, ternyata dia pelakor juga.. menjijikkan sekali," timpal wanita bergaun hitam mengejek Scarlett.


"Ck... apa kamu sedang membicarakan dirimu sendiri," balas Scarlett menyindirnya.


"Apa maksudmu.." ucap wanita itu dengan siara meninggi.

__ADS_1


__ADS_2