
Scarlett terbangun karena merasa haus. Air minum di kamarnya sudah habis. Terpaksa ia harus pergi ke dapur untuk mengambilnya. Scarlett memakai cardigannya, lalu ke luar dari kamarnya.
"Sedang apa Elizya di sana," gumam Scarlett melihat Elizya duduk di kursi dapur. Posisinya membelakangi Scarlett. Scarlett semakin mendekat.
"What.. kamu makan buah di jam segini?" timpal Scarlett membuat Elizya terkejut.
"Ck.. kamu mengejutkanku," balas Elizya. Scarlett menatap piring Elizya yang berisi berbagai macam buat yang sudah dipotong-potong. Dan parahnya lagi buahnya buah yang masih mengkal.
"Kamu tidak salah makan buah asam itu tengah malam?"
"Ini tidak asam, coba saja kalau kamu tidak percaya," kata Elizya menawarkan buahnya.
"Yang benar saja, kamu ingin membuatku sakit perut ya.." balas Scarlett menuang air minum ke dalam gelasnya.
"Ya sudah kalau tidak percaya. Pergilah.. kamu menganggu ku saja.." kata Elizya kembali menikmati buah di piringnya.
"Kamu seperti orang hamil saja," kata Scarlett pergi,
Elizya terdiam saat mendengar perkataan Scarlett. Tunggu dulu, jika diingat-ingat dia sudah tidak datang bulan sejak dua bulan yang lalu. Dan ia beberapa kali mengalami mual. Jangan-jangan...
Elizya menutup mulutnya dengan tangannya.
"Oh tidak.. tidak.. aku harus memeriksanya besok pagi," gumam Elizya.
__ADS_1
"Jangan sampai itu terjadi, mengingat hubungan kami yang sekarang sudah tidak baik-baik lagi," batinnya.
Pagi harinya Scarlett bangun dan langsung mencuci wajahnya. Ia kemudian keluar dari kamarnya untuk sarapan.
"Doris dimana yang lain?" tanya Scarlett mendaratkan bokongnya di kursi. Biasanya Mia dan Wilson sudah ada di ruang makan.
"Tuan dan Nyonya sedang pergi ke rumah sakit Nona Scarlett. Nona Elizya sedang sakit. Saat saya pergi kemar Nona Elizya, Nona sedang muntah-muntah di kamar mandi," jawab Doris.
"Apa mungkin karena buah yang dimakannya?" batin Scarlett.
"Aku rasa perutnya sedang sakit. Buah yang dimakannya satu piring besar," batinnya. Scarlett akhirnya sarapan sendirian.
******
Mia dan Frank menunggu di luar ruangan Elizya di periksa. Tak lama kemudian dokter wanita keluar dari ruangan itu.
"Putri kalian baik-baik saja. Mual yang di alaminya itu biasa terjadi pada ibu hamil," kata Dokter wanita itu tersenyum.
"Ha.. hamil," gumam Mia memastikan.
"Iya, usia kandungan putri kalian sudah dua bulan," ujar Dokter. Mia dan Wilson terkejut mendengarnya.
"Kalian bisa membawanya pulang nanti sore. Saya akan memberikan vitamin untuk di konsumsi pasien. Jangan lupa untuk memberinya makanan sehan dan susu untuk ibu hamil setiap hari," ujar Dokter.
__ADS_1
"Kalau begitu saya permisi dulu," ucap Dokter.
"Mom, dad.." ujar Elizya lemas. Ia sudah mendengar penjelasan dari dokter itu. Ternyata ia sedang mengandung sekarang.
"Ya sayang.. ini mom," kata Mia mengusap tangan Elizya yang tidak di infus.
"Kamu makan dulu ya.. kamu melewatkan sarapanmu tadi," kata Mia.
"Aku tidak selera mom," balas Elizya.
"Kalau kamu tidak makan, bayi mu tidak akan mendapat nutrisi nak," kata Wilson lembut mengusap kepala putrinya.
"Baik dad.." ujar Elizya. Wilson membantu Elizya menyandarkan punggungnya pada sandaran brankar. Mia kemudian menyuapi Elizya.
"Apa itu anak Felix?" tanya Wilson. Elizya mengangguk.
"Daddy akan meminta pertanggungjawaban darinya," kata Wilson.
Elizya menggelengkan kepalanya, "tidak dad, aku tidak ingin berhubungan dengan Felix lagi," ujar Elizya.
"Tapi dia harus tahu nak, kita tidak bisa menutupinya dari Felix."
"Aku belum siap dad. Aku belum siap kembali dengannya," ucap Elizya dengan mata berkaca-kaca.
__ADS_1
"Baiklah jika kamu tidak mau. Kita akan membesarkan bayi ini bersama," ucap Wilson tidak ingin memaksakan putrinya.
"Terima kasih dad."