
"Pengumuman, semuanya... saya ingin mengatakan kabar baik ini. Scarlett adalah kekasih saya. Terima kasih," ujar Frank membawa Scarlett keluar dari lobby. Karyawan yang mendengarnya terkejut dan tidak menyangka jika bos mereka yang dingin itu bisa memiliki kekasih. Scarlett sangat beruntung bisa meluluhkan hati bos mereka.
"Kamu membuatku malu Frank. Besok aku pasti akan menjadi bahan perhatian di kantor," ujar Scarlett memukul lengan Frank saat mereka sudah ada di dalam mobil. Frank bukan orang sembarangan. Bahkan jika media mengetahuinya, mungkin mereka akan menjadi topik hangat di pemberitaan media.
"Hanya beberapa hari saja sayang. Lagi pula kamu hanya perlu berjalan dengan santi saja. Bukankah pada akhirnya orang akan tau jika kamu itu kekasih dari seorang Frank Juan Carrington," kata Frank merangkul lengan Scarlett. Keduanya duduk di kursi belakang. Hari ini Frank meminta supirnya untuk menjemput mereka.
"Huh.. mau bagaimana lagi. Resiko menjadi kekasih dari seorang Carrington," kata Scarlett.
"Tuan kita mau kemana?" tanya supir Frank.
"Penthouse," jawab Frank.
"Kamu menginap di tempatku ya.." kata Frank menatap Scarlett.
"Tapi aku ada janji dengan Penelope. Dia baru kembali dari Jerman," kata Scarlett.
"Huh, katakan padanya untuk menjemputmu dari tempatku," kata Frank menghela nafasnya. Niat hati ingin berduaan dengan Scarlett malah diganggu oleh sepupunya.
"Baiklah... tapi kamu harus memasak sesuatu untuk ku. Bagaimana?" ujar Scarlett menaik turunkan alisnya.
"Itu hal yang mudah.." balas Frank mengecup kening Scarlett. Wanita itu kemudian menyandarkan kepalanya di bahu Frank. Keduanya sangat menyukai physical touch selama menjadi sepasang kekasih.
__ADS_1
****
Jam 6 sore, Penelope tiba di penthouse Frank. Ia sengaja menekan bel dengan lama agar pemilik tempat itu kesal.
"Ceklek.."
Pintu terbuka
"Sudah ku duga jika itu kamu," ucap Frank menatap kesal ke arah sepupunya itu. Bahkan tanpa sepengetahuan Scarlett, ia menghubungi Penelope agar menunda pertemuan mereka. Sayangnya sepupunya itu menolak membuatnya kesal. Bahkan ia sudah menawarkan hadiah padanya dan sialnya kali ini sepupunya itu menolak.
"Di mana Scarlett," ucap Penelope masuk ke dalam penthouse Frank untuk pertama kalinya.
"Diam lah.. aku tidak bertanya pada mu.." kata Penelope kesal, Frank tidak memberitahu hubungannya dengan Scarlett. Ia bahkan tau dari kakek mereka dan memastikannya pada Scarlett sendiri.
"Aku juga tidak bicara dengan mu. Aku sedang bicara dengan tembok ini," balas Frank dengan santainya melangkah ke arah sofa.
"Brukkk.." Penelope melempar bantal sofa ke arah Frank hingga mengenai wajah pria itu.
"Kamu menyebalkan. Mana Bugatti yang kamu janjikan itu," kata Penelope menagih janji Frank.
"Sejak kapan aku menjanjikan sesuatu dengan mu," kata Frank.
__ADS_1
"Kamu bodoh atau pura-pura lupa.." ledek Penelope bangkit dari sofa.
"Tidak keduanya karena yang bodoh itu kamu," kata Frank tertawa mengejek sepupunya itu.
"Akh.. sialan kamu," kata Penelope memukul Frank dengan bantal. Frank membalasnya, mengambil bantal sofa dan keduanya saling memukul. Entah mengapa sejak kecil mereka tidak pernah akur.
"Kamu sudah berjanji dengan ku. Kalau aku menceritakan semua tentang Scarlett kamu akan memberi ku hadiah saat kamu sudah mendapatkannya," kata Penelope mencoba menendang Frank namun pria itu segera menangkisnya.
"Kamu bahkan tidak mengatakan pada ku kalau kalian sudah jadian. Menyebalkan sekali.." kata Penelope.
"Aku lupa, dan lagi pula sekarang kamu sudah tau," balas Frank.
"Bilang saja kamu tidak ingin menepati janji mu itu," ujar Penelope.
"Aku bahkan mengirimkan foto-foto nya pada mu."
"Harusnya kamu berterima kasih pada ku. Kalau saja aku tidak menunjukkannya pada mu waktu itu dan mengirimkan lamaran kerjanya, kamu akan menua sendirian. Dasar tua.." ledek Penelope.
"Hei... aku masih 30 tahun.." kata Frank tidak terima dikatai tua.
"Tetap saja kamu tua dibandingkan Scarlett yang masih 24 tahun," balas Penelope memukul Frank.
__ADS_1