
Seperti biasa, saat weekend Scarlett menginap di rumah orang tuanya. Dan sepertinya dia sedang menyesal datang ke rumahnya. Malam ini Felix dan kedua orangtuanya mendapat undangan makan malam dari Wilson. Kalau saja ia dikabari sejak awal, mungkin ia tidak datang. Lebih baik ia mengiyakan ajakan Penelope ke Club.
Dan disinilah ia sekarang, duduk di meja makan bersama keluarganya dan keluarga Felix. Menjadi pendengar di antara mereka. Walau telinganya terasa panas tiap kali Felix dan Mia memuji Elizya. Dan Felix sengaja melakukannya untuk memanas-manasi nya.
"Kenapa aku tidak hubungi Penelope saja," batin Scarlett mendapat ide baru. Ia kemudian mengambil ponselnya lalu mengirim pesan pada sahabatnya itu.
"Apa ajakan mu masih berlaku?" tanya Scarlett.
"Apa yang terjadi dengan mu? bukan kah kamu tadi menolaknya?"
"Sudahlah, jadi atau tidak?"
"Oke, oke. Kita bawa mobil mu saja," balas Penelope.
"Sepertinya aku harus pergi, teman ku sedang sakit dan dia sendirian di apartemennya," kata Scarlett bangkit dari kursi.
"Pergilah, kasihan teman mu tidak ada yang menemaninya. Supir akan mengantar mu," ujar Wilson.
"Tidak dad, aku sendiri saja," kata Scarlett.
"Hati-hati nak.." ucap Wilson pada putrinya. Scarlett lalu mengangguk dan pergi ke kamarnya untuk mengganti bajunya.
Tak lama kemudian, ia keluar dari kamarnya dengan pakaian yang sudah digantinya. Scarlett memakai dress bodycon dengan model one shoulder dress.
__ADS_1
Sesampainya di halaman rumah, ia menekan kuncinya untuk membuka kunci mobil.
"Akh.." tangannya ditarik saat ia hendak membuka pintu mobilnya.
"Felix," batinnya.
"Kamu berbohong soal temanmu yang sakit bukan?" kata Felix menatap pakaian Scarlett.
"Lepaskan tangan mu dari ku," balas Scarlett menghempaskan tangannya.
"Bukan urusan mu aku pergi kemana," kata Scarlett mendorong tubuh Felix lalu, membuka pintu mobilnya hendak masuk ke dalam namun Felix menariknya membuat tubuh Scarlett menabrak dada Felix. Dengan cepat Felix melingkarkan tangannya di pinggang Scarlett mengunci pergerakan wanita itu.
"Lepaskan aku brengsek.." kata Scarlet mencoba mendorong tubuh Felix.
"Elizya.." gumam Scarlett refleks membuat Felix melepaskan Scarlett. Dengan cepat Scarlett masuk ke dalam mobilnya dan pergi.
"Sial, dia menipuku," ujar Felix kesal. Ia lalu masuk ke dalam rumah.
*****
Scarlett dan Penelope tiba di Club, keduanya disambut dengan dentuman musik dan lampu kerlap-kerlip. Club terlihat ramai karena ini weekend. Scarlett memesan meja VIP untuk mereka. Kedua sahabat itu beberapa kali pergi ke Club untuk bersenang-senang seperti anak muda lainnya. Namun satu hal yang Scarlett dan Penelope adalah, tidak boleh pulang dengan keadaan mabuk dari sana.
"Kenapa tiba-tiba kamu setuju dengan ajakan ku tadi?" tanya Penelope menyesap anggur di tangannya. Sembari menikmati dentuman musik.
__ADS_1
"Aku hanya ingin menghindari Felix dan Elizya. Kamu tahu kan aku ingin menghindari mereka," balas Scarlett.
"Ayahku mengundang keluarga Felix makan malam. di meja makan hanya membahas tentang Elizya saja. Aku muak," kata Scarlett.
"Felix selalu menggangguku tiap kali ada kesempatan. Keadaan kami terbalik sekarang. Dulu aku yang mengejar-ngejarnya. Sekarang dia sepertinya bersikeras untuk mendekati ku. Rasanya sangat risih. Aku sudah bilang tidak mencintainya lagi. Dia tidak percaya pada ku. Menyebalkan sekali," kata Scarlett meneguk habis minumannya.
"Mungkin dia sudah sadar jika kamu memang lebih baik dari saudara tiri mu itu," tukas Penelope mulai mengayunkan badanya menikmati musik.
"Sebaiknya kamu segera mencari pasangan mu agar Felix tidak mendekati mu lagi," kata Penelope.
"Bagaimana dengan sepupu ku?"
"Sepupu mu yang mana lagi kamu jodohkan dengan ku sekarang," balas Scarlett.
"Tentu saja si kaku Frank," kata Penelope membuat Scarlett diam sejenak.
"Scarlett ingat, jangan terlalu banyak minum. Kamu bisa mabuk," kata Penelope memperingati Scarlett.
"Jangan khawatir. Lebih baik kita menari saja," ajak Scarlett menarik tangan Penelope menuju dance floor. Mereka menari dengan wajah berbinar senang dan terhanyut dalam alunan musik.
"Astaga aku merasa tubuhku ringan sekali," ucap Scarlett keras meliuk-liukkan badannya. Sepertinya ia mulai mabuk sekarang. Scarlett semakin maju ke tengah menjauh dari Penelope.
"Hai cantik.." goda seorang pria dengan meneguk minumannya sembari menari. Scarlett mengabaikannya.
__ADS_1
"Kamu sexy sekali.." ucap pria itu mengusap lengan Scarlett.