
Tok....tok...tok....
Dakota mengetuk pintu kamar Scarlett.
"Scarlett.. " panggil Dakota.
Scarlett yang merasa namanya di panggil membuka kedua matanya.
"Ternyata sudah pagi," gumamnya melihat pemandangan di luar. Scarlett melihat tempat tidurnya yang sudah kosong. Frank sudah kembali ke kamarnya.
"Scarlett... apa kamu di dalam.." panggil Dakota.
"Astaga.. itu Bibi Dakota," gumam Scarlett. Ia bergegas turun dari tempat tidurnya, berlari ke arah pintu dan membukanya.
"Ah.. Bibi kira kamu masih Tidur," ucap Dakota tak sengaja melihat dada Scarlett yang dipenuhi bekas kissmark. Scarlett mengikuti arah pandangan Dakota. Ah, sial ini memalukan sekali. Scarlett bahkan tidak tau kapan pria itu memberinya tanda sebanyak itu.
__ADS_1
"I.. itu aku se__"
"Bibi juga pernah muda," ucap Dakota memotong perkataan Scarlett, menyadari kegugupan wanita di depannya.
"Bibi hanya ingin bilang kalau sebentar lagi kita akan sarapan," lanjutnya. Scarlett lalu mengangguk.
"Bibi pergi dulu," pungkas Dakota pergi dengan wajah tersenyum. Ia jadi ingat masa mudanya.
Setelah Dakota pergi, Scarlett berlari menuju kaca dan melihat dadanya yang penuh dengan bekas kissmark Frank.
"Akh.... dasar pria itu. Kapan dia melakukannya," gumam Scarlett kesal menyentuh bekas kissmark di dadanya. Untung saja tidak ada di bagian lehernya.
Frank dan Scarlett sedang dalam perjalanan menuju kantor. Frank dibuat bingung dengan sikap Scarlett yang tiba-tiba mengabaikannya sejak di meja makan tadi.
"Kamu kenapa hmm.." ujar Frank meraih tangan Scarlett sembari fokus dengan jalanan.
__ADS_1
"Diam Lah, aku sedang marah sekarang.." kata Scarlett menarik kembali tangannya.
"Bagaimana bisa kamu tiba-tiba marah padaku. Perasaan tadi malam kita baik-baik saja. Aku tidak membuat kesalahan kan?" tanya Frank.
"Kamu masih bertanya? sepertinya aku harus menyumpal mulutmu itu saat tidur. Kamu membuat ku malu tau. Aku malu sekali saat ibumu melihat bekas gigitan anjing di dadaku," ujar Scarlett kesal melipat kedua tangannya di depan dadanya.
"Aku bahkan tidak tahu kapan anjing itu menggigit ku," lanjutnya membuat Frank tertawa. Scarlett menyamakannya dengan anjing. Untung saja yang mengatakannya wanita yang dicintainya.
"Melihat mu seperti itu aku membayangkan wajah anak perempuan kita yang sedang marah pasti akan mirip sekali dengan mu," ucap Frank membuat Scarlett memalingkan wajahnya. Lihat bukan, bahkan sekarang rasa kesalnya bisa hilang hanya karena Frank menggodanya dengan seperti itu. Ia memang tidak bisa marah dalam waktu yang lama pada Frank.
"Lain kali aku akan membuatnya di seluruh tubuh mu," kata Frank membuat Scarlett memutar bola matanya malas.
Setibanya di kantor, Frank dan Scarlett berpapasan dengan Emma.
"Selamat pagi Mr Frank.." sapa Emma dengan ramah mengabaikan Scarlett yang ada di sana. Frank menganggukkan kepalanya. Seperti biasa, dia akan menatap Scarlett dengan tatapan tidak sukanya. Dan Scarlett sudah tahu alasan Emma tidak suka melihatnya karena Frank sudah menceritakannya. Dan Scarlett yakin, bukan hanya karena posisinya yang diambil. Tapi, Emma sepertinya menyukai Frank. Dan harapannya yang akan semakin dekat dengan Frank setelah menjadi sekretaris Frank terpatahkan.
__ADS_1
"Sayang.. cepatlah," panggil Frank masuk ke dalam lift.
"Ah.. iya.." ujar Scarlett melangkah cepat masuk ke dalam lift. Scarlett melihat wajah terkejut dari Emma. Tatapan keduanya bertemu dan Scarlett melayangkan senyuman mengejeknya pada Emma. Menyadari keadaan sekitar sepi, Scarlett memberanikan dirinya untuk mengecup bibir Frank dan membuat Emma panas dingin di sana.