
Mobil Frank memasuki pekarangan rumah utama keluarga Carrington. Scarlett tampak takjub melihat rumah besar seperti istana di depannya. Halaman rumah yang sangat luas dan asri. Dihiasi dengan taman bunga dan air mancur.
Frank memarkirkan mobilnya di depan rumah besar itu.
"Ayo.." ucap Frank setelah membuka pintu mobil untuk Scarlett.
"Frank.. kenapa kamu membawa ku ke sini sih?" tanya Scarlett kesal. Ia belum siap bertemu dengan keluarga Frank. Scarlett takut kelurga Frank tidak menerimanya. Ia bahkan belum mempersiapkan dirinya.
"Mommy ingin bertemu dengan mu. Ia meminta ku untuk membawamu ke sini," jawab Frank menggenggam tangan Scarlett.
"Ayo... " kata Frank menarik tangan Scarlett.
"Percaya pada ku. Semuanya akan baik-baik saja," kata Frank meyakinkan Scarlett saat melihat wajah khawatir kekasihnya.
"Tapi__"
"Ayolah... mereka tidak akan memakan mu sayang.." ujar Frank menggenggam tangan Scarlett. Keduanya berjalan menuju pintu utama.
"Bukan begitu, maksud ku. Tau begini, aku akan mengganti pakaian ku. Masa aku bertemu dengan keluargamu dengan pakaian kantor sih.." kata Scarlett mengamati penampilannya. Ini memalukan. Pertemuan pertamanya dengan calon mertuanya dengan penampilan yang tidak sesuai.
"Kamu tetap cantik dengan pakaian apa pun. Apalagi tanpa memakai apa pun," bisik Frank menggoda Scarlett, seketika pria itu mendapat cubitan dari Scarlett di perutnya.
"Frank..." panggil Fictor kakek Frank.
__ADS_1
Frank dan Scarlett menoleh ke arah sumber suara. Fictor ada di taman samping sedang bermain golf di lapangan golf mini yang ada di kediaman keluarga Carrington.
"Temani kakek bermain golf," ucap Fictor. Fictor baru sadar jika Frank sedang berdiri bersama seorang wanita di sana.
"Nanti saja grandpa.." jawab Frank mengajak Scarlett masuk ke dalam rumah.
"Siapa wanita cantik yang dia bawa itu," gumam Fictor menaruh asal stick golf di atas tanah. Fictor yang penasaran melangkahkan kakinya menuju pintu utama rumah mereka.
Pelayan yang melihat Frank datang bersama seorang wanita terlihat terkejut. Mengingat tuan muda mereka tidak pernah membawa seorang wanita ke rumah utama keluarga Carrington.
"Selamat sore tuan muda," ujar pelayan menundukkan kepalanya.
"Mommy ada dimana?" tanya Frank.
"Nyonya Dakota ada di kamar grandma..." balas pelayan mencuri-curi pandang ke arah Scarlett karena penasaran dengan wanita di depannya itu.
"Siapa wanita yang kamu bawa ini," kata Fictor menatap Scarlett. Tatapannya turun ke bawah, melihat tangan Frank yang sedang menggenggam tangan Scarlett. Seketika Scarlett melepaskan tangannya.
"Apa dia wanita itu?" tanya Fictor berjalan mendekati Frank. Frank lalu mengangguk.
"Oh Tuhan... kamu serius? astaga... rasanya usiaku sekarang seperti 10 tahun lebih muda," kata Fictor senang.
"Freya... Freya.." panggil Fictor dengan suara yang keras.
__ADS_1
"Dia kakek ku," bisik Frank. Scarlett mengangguk dengan gugup. Sepertinya Frank sudah menceritakan tentang dirinya pada keluarganya.
"Selamat sore Tuan Fictor. Saya Scarlett. Senang bertemu dengan raja bisnis seperti anda secara langsung. Dulu saya sering mendengar nama anda saat masih remaja. Anda sangat terkenal. Ayah saya salah satu penggemar anda, " kata Scarlett mengulurkan tangannya. Sungguh, ia sangat gugup sekarang. Ia bahkan bingung harus mengatakan apa sekarang.
"Grandpa saja nak.." balas Fictor menjabat uluran tangan Scarlett. Scarlett mengangguk lalu melepaskan jabatan tangannya.
"Ternyata anak muda ini tidak berbohong pada ku," tukas Fictor.
"Ada apa Fictor.." timpal Freya datang bersama Dakota.
"Lihat sayang... cucu kita membawa kekasihnya," kata Fictor. Freya terlihat terkejut dan seperkian detik kemudian, Freya menunjukkan wajah bahagianya.
"Frank, aku malu.." bisik Scarlett. Frank tersenyum, merangkul bahu Scarlett.
"Sayang.. ini grandma, dan ini mommyku," kata Frank mengenalkan ibu dan neneknya pada Frank.
"Mom.. grandma, ini Scarlett kekasih ku," ucap Frank mengenalkan Scarlett pada mereka.
"Halo Bibi.. grandma, senang bertemu dengan kalian.." ucap Scarlett menjabat tangan Freya dan Dakota.
"Kamu terlihat dua kali lebih cantik dari foto yang Frank tunjukkan," kata Dakota.
"Terima kasih Bibi, anda juga sangat cantik," balas Scarlett.
__ADS_1
"Nak.. katakan pada pelayan untuk menyiapkan makan malam untuk kita," ucap Fictor pada menantunya.
"Baik dad.." ujar Dakota. Fictor lalu mengajak mereka duduk di sofa dan memanggil pelayan untuk membuat minuman untuk mereka.