The Assassin & The Blind Saint

The Assassin & The Blind Saint
Arc 1 Chapter 10 : Kegelapan yang mengikuti


__ADS_3

Dua hari setelah meninggalkan Desa Elberim, kami berada di sebuah danau di dekat jalur masuk ke Lembah Black Dread. Kami harus benar – benar mempersiapkan suplai kami jika ingin melewati lembah itu. Lembah Black Dread terkenal dengan iklimnya yang tidak menentu dan tidak banyak sumber daya untuk bertahan hidup di sana. Daerah itu adalah pemisah antara Aliansi Zona Netral Hansa dengan Kekaisaran Habsburg. Memiliki kedalaman rata – rata 500 meter, kami harus menempuh perjalanan 120 KM di dalam lembah untuk melewatinya.


“Hey, hey Sirius. Kau sedang apa berdiam diri seperti itu?” tanya Lena.


Akhir – akhir ini aku melihat sedikit perubahan pada aura Lena. Kurasa melakukan sebuah perjalanan itu memang akan mengubah seseorang.


“Aku sedang membaca sebuah buku. Aku ingin memastikan aku tahu informasi tentang tempat yang akan kita lewati nanti.”


Lena lalu menggapai kantung tas ku dan merogoh isinya. Dia lalu mengeluarkan beberapa buku yang ada di dalamnya. Aku membiarkannya saja. Lagipula, dia tidak akan bisa mengetahui isinya.


“ Hee… Aku terkejut kau menyimpan beberapa buku. Buku apa ini Sirius?” tanya Lena sambil memegang buku pedoman dan diari membunuhku.


“Para orang – orang Kuil Dewi Athena sepertimu memiliki buku pedoman ajarannya bukan? Buku yang Lena pegang tidak jauh beda fungsinya bagiku,” jelasku dengan ambigu.


Sudah menjadi kebiasaanku untuk mencatat berbagai hal yang menyangkut dengan misi.


“Begitukah, kalau ini buku apa Sirius?”


“Itu adalah buku catatan tentang sihir – sihir yang pernah aku lihat.”


“Ahh, para pendeta kuil juga menggunakan sebuah sihir penyembuh. Aku dulu bercita – cita untuk menjadi seorang penyembuh handal dan menolong banyak orang!” ujar Lena.


Di dunia ini, hanya sebagian kecil manusia yang mampu menggunakan sihir. Orang yang dapat menggunakannya adalah sebuah asset penting bagi sebuah negeri. Oleh karena itu, beberapa negeri membuat beberapa sekolah khusus untuk mengembangkan para pengguna sihir.


“Dulu?”


“Ahh… sampai sekarang pun aku masih bercita - cita seperti itu. Namun karena kebutaanku, aku mulai berhenti untuk mengikuti kelas sihir,” jawabnya dengan nada menyesal. “Apakah Sirius dapat menggunakan sihir?”


“Ya, aku dapat menggunakan beberapa sihir yang dapat membantu dalam pekerjaanku.”


Sebenarnya, aku tidak memiliki bakat yang bagus dalam sihir. Kapasitas mana ku saja tidak terlalu besar. Itu sebabnya aku lebih fokus mengembangkan teknik membunuhku dan hanya menggunakan sihirku dalam keadaan genting saja.


“Sihir sangat menakjubkan bukan? sihir bisa membantu manusia – manusia dalam berbagai macam hal!” ujar Lena.


“Ya. Akan tetapi, banyak masalah yang di ciptakan sihir bagi umat manusia juga kau tahu.”

__ADS_1


“Apa maksud Sirius?” tanya Lena kebingungan.


“Dahulu, sebelum bermunculan orang yang bisa melakukan sihir penyembuhan, manusia mengandalkan pengetahuan mereka tentang alam untuk membuat sebuah obat,” ungkap ku sambil memandang mata Lena. “Namun sekarang manusia lebih mengandalkan para Pendeta Kuil karena di rasa lebih mudah dan cepat. Orang - orang yang tersisihkan karena keberadaan pendeta kehilangan mata pencaharian mereka,” jelasku.


“Ta-tapi, para Pendeta hanya mengikuti ajaran – ajaran Dewi untuk membagikan anugerahnya kepada manusia lain yang membutuhkan tanpa ada niatan yang buruk,” ujar Lena dengan suara yang bergetar.


“Mungkin saja seperti itu namun, merupakan sebuah fakta bahwa keberadaan mereka membuat para peramu yang tidak memiliki sihir kehilangan pekerjaan untuk menafkahi keluarga mereka,” balasku.


Mendengar perkataanku, Lena hanya tertunduk tanpa membalas lagi. Kudengar Lena sedari kecil tinggal di kuil sebagai yatim piatu, apakah aku membuatnya sedih karena membicarakan hal buruk mengenai penolongnya? Atau dia menyesali keadaan manusia – manusia yang tidak dapat menggunakan sihir?


“Beruntungnya sekitar 150 tahun yang lalu, manusia – manusia yang tidak memiliki sihir mendirikan sebuah organisasi untuk menyaingi sihir dalam pengaruhnya di kehidupan manusia. Mereka menaungi para manusia – manusia yang tersisihkan oleh sihir,” ungkapku.


“Benarkah!?” Ekspresi Lena tiba – tiba ceria mendengar perkataanku.


“Ya, mereka menciptakan teknologi – teknologi yang mampu bersaing dengan sihir. Organisasi itu kemudian menjadi besar hingga membentuk sebuah negeri yang bernama Republik Anconia,” jawabku.


Organisasi Ouroboros bahkan sering bekerja sama dengan mereka dan para petinggi Republik Anconia sering menyuplai beberapa senjata dan benda unik lainnya dengan balasan mereka dapat prioritas untuk menggunakan jasa Organisasi Ouroboros.


Aku lalu menutup buku dan berkata kepada Lena.


.


.


.


[ 3rd POV ]


Di suatu ruangan di gedung Departemen Intelejensi Republik Anconia, terdapat seorang pria sedang duduk di meja kantornya sedang memperhatikan beberapa dokumen. Dia adalah Warren Black, orang yang lebih di kenal sebagai The Spider di Benua Alterna.


Tok! Tok! Tok!


“Masuklah.”


Seorang wanita berusia sekitar awal 20an membuka pintu dan masuk ke ruangannya.

__ADS_1


“Instruktur, aku datang sesuai dengan permintaanmu,” ucap wanita tersebut.


“Ah duduklah, aku sudah membaca tentang laporan misi mu tadi pagi. Dan jangan panggil aku instruktur ketika berada di sini.”


Wanita itu kemudian duduk berhadapan dengan Warren dengan sedikit gugup. Dia menerka – nerka apa yang ingin mantan gurunya itu bicarakan. Apakah dia akan memarahinya? Apakah dia kecewa karena dirinya telah menggagalkan misi yang dia berikan?


“Mengenai kematian Bull dan yang lainnya sangat di sayangkan sekali akan tetapi, setidaknya mereka tidak mati sia – sia dan mampu mengindentifikasi musuhnya sebelum mereka di tumbangkan,” jelasnya.


“Ya pimpinan, menurut analisa Bull, dia adalah sisa - sisa dari Ouroboros.” ucap wanita itu. “Akan tetapi, bagaimana bisa Kekaisaran mempekerjakan seorang Assassin dari Ouroboros untuk menjaga kandidat Saint mereka melihat betapa ngototnya Kekaisaran dalam mewacanakan pembasmian Ouroboros pada Konferensi Aliansi 7 Negeri beberapa bulan yang lalu?” tambah wanita itu yang kebingungan dengan apa yang di pikirkan Para petinggi - petinggi Kekaisaran.


“Ya, jika informasi mengenai Kekaisaran mempekerjakan seorang Assassin dari sisa - sisa Organisasi itu, maka Posisi Kekaisaran sebagai Negeri paling dominan di Aliansi 7 Negeri untuk melawan Raja Iblis akan jatuh,” ucap Warren. “Apakah laporanmu mengenai posisi keberadaan mereka berdua ini akurat?” tanya Warren.


“Ya, pimpinan,” jawabnya.


“Baiklah, setelah beristirahat untuk beberapa hari, kau bergabunglah dengan tim Rat. Mereka sedang membutuhkan seorang Marksman untuk misi mereka selanjutnya,” perintah Warren.


“Siap Pimpinan!”


“Baiklah, kau boleh pergi kembali.”


Wanita itu lalu keluar dari ruangan Warren. Tidak lama setelah wanita pergi, seorang pria masuk ke ruangan Warren dan bertanya


“Lalu, bagaimana dengan misi penculikan kandidat Saint?”


“Penjaganya mengalahkan tim kami yang bertugas dalam misi itu, namun aku mengetahui keberadaan mereka yang berkemungkinan sedang melewati Lembah Black Dread,” jawab Warren.


“Begitukah? Kurasa pihak kami harus menunggu mereka keluar dari sana untuk menculik kandidat Saint tersebut,” ucap Pria tersebut.


“Ya, akan lebih mudah untuk menunggu mereka keluar. Lalu, apa yang akan para Iblis lakukan sekarang?” tanya Warren.


“Melihat penjaga itu bisa membantai tim kalian, kurasa kami harus mengirimkan beberapa orang Spesial untuk menculik kandidat Saint tersebut,” jawabnya.


Republik Anconia memiliki kerja sama dengan para Iblis di balik layar. Republik Anconia ingin melemahkan negeri - negeri yang bergantung dengan Sihir karena itulah mereka membantu para Iblis. Para Iblis akan memberikan beberapa sumber daya yang mereka dapatkan dari hasil invasi mereka ke Negeri manusia kepada Republik Anconia dengan imbalan, Republik Anconia membantu mereka memata - matai negeri - negeri yang berada di Aliansi menentang para Iblis dan mengirimkan informasi - informasi penting mengenai negeri - negeri itu.


Author Note : Karena saya sudah pulang dari mudik, maka saya akan kembali mengupdate ceritanya kembali. Mungkin 1 – 2 chapter perminggu karena Author sudah akan mulai bekerja di RL minggu depan.

__ADS_1


__ADS_2