The Assassin & The Blind Saint

The Assassin & The Blind Saint
Arc 1 Chapter 17 : Kontak


__ADS_3

Seorang pria memakai jubah tiba di Kota Ilmenoy. Dia adalah Georgy The White Knight yang tengah mencari kandidat Saint atas perintah dari Kardinal Leroy.


“Tempat ini menjadi lebih ramai,” ucapnya sambil melihat orang lewat lalu lalang di kota. “Kurasa Kuil yang waktu itu dia buka berada di pinggiran kota.”


Georgy lalu berjalan menuju ke tempat seorang pendeta kenalan lamanya di Kota Ilmenoy.


“Kota ini isinya ternyata tidak berubah sama sekali. Penuh dengan orang - orang brengsek. Apa yang diharapkan pria itu ketika ingin menetap di sini?”


Di dalam kota, Georgy menemui beberapa orang yang sedang merampok maupun berkelahi. Tiba - tiba, Georgy memegang gagang pedangnya. Dia merasakan sesuatu yang berbahaya mendekatinya.


Swoshhhh!


Sebuah bayangan terlihat melewatinya. Ekspresi Georgy mulai berubah ketika merasakan aura itu. Dia berbalik kemudian melihat sesosok yang sedang berlari dan melompat di antara beberapa bangunan.


“Tidak salah lagi, dia merupakan salah satu dari mereka. Ouroboros!”


Georgy mempunyai dendam kesumat kepada salah satu anggota mereka karena telah membunuh murid kesayangannya ketika menjalankan suatu misi dari Kuil.


“Jika saja aku tidak dalam menjalankan misi ini, aku pasti akan mengejar orang itu dan membuat dia bicara mengenai pembunuh Jerold.”


Georgy kemudian berbalik kembali dan berjalan menuju ke tempat kenalan lamanya.


Setelah sampai di pinggiran kota, Georgy sangat terkejut melihat kuil dimana tempat teman lamanya itu tinggal hancur.


“Feydayen… Mungkinkah!? Ouroboros tadi!”


Georgy kemudian bergegas masuk ke kuil yang telah hancur itu untuk mencari temannya. Tidak lama kemudian, Georgy melihat seorang pendeta yang berlumuran darah bersandar di sebuah patung Dewi Athena.


“Feydayen!!! Bagaimana dengan keadaanmu!?” Georgy kemudian menghampiri teman lamanya itu dan membantu mengangkat kepalanya.


“Ah Georgy… Aku sangat menyesal pertemuan kita kembali dalam keadaan seperti ini…,” ucapnya lemah.


“Siapa yang melakukan ini padamu Fey!? Aku melihat seorang Ouroboros tad—“


“Apostle…” potong Feydayen. “Mereka bertiga dan menculik seorang wanita buta yang tengah berdoa di sini,” ungkap Feydayen.


“Wanita buta? Tunggu sebentar…” Georgy kemudian mengambil selembaran kertas dan menunjukan illustrasi kandidat Saint kepada Feydayen. “Apakah wanita itu sama dengan yang tergambar di sini?”


Mata Feydayen kemudian melotot terkejut karena wanita buta yang mengunjunginya tadi sama persis dengan gambar yang di perlihatkan Georgy.


“Georgy… Sebenarnya siapa wanita ini?” tanya Feydayen lirih.


“Dia adalah salah satu seorang kandidat Saint.”


Mendengar jawaban Georgy, Feydayen lalu menarik kerah Georgy lalu berkata.

__ADS_1


“Cepat pergilah dari sini. Kejar mereka… satu orang berjubah sepertinya seorang penyihir, satu orang Brawler dan seorang pengguna pedang,” ucap Feydayen memberitahu Georgy ketiga orang yang menculik Lena.


“Baiklah, gunakanlah ini untuk mengobati lukamu. Aku pasti akan mendapatkan kandidat Saint itu.”


...----------------...


Di luar Kota Ilmenoy, tepatnya di pinggiran sungai yang mengarah ke perbatasan Kerajaan Aquitaine. Tiga orang pria sedang berlari membawa seorang wanita yang tengah tak sadarkan diri.


“Hey Mantis, mengapa kita terburu - buru seperti sedang di kejar seorang vampir seperti ini?” tanya Sarkous.


“Dia benar, perjalanan kita sangat jauh kau tahu. Mengapa tidak santai sedikit,” ujar Ape memiliki pendapat yang sama. Dia yang bertugas membawa Lena.


“Kita masih ada di dalam Zona pengejaran efektif dari seorang Ouroboros kau tahu,” jawab Mantis.


“Hee~ kukira kita sudah sepakat bahwa Assassin itu bukanlah ancaman untuk kita,” ujar Sarkous.


“Jika hanya dia seorang memang benar. Akan tetapi, bagaimana jika kita di sibukkan berhadapan dengan Assassin itu, orang - orang dari Kuil juga mengirim beberapa bantuan,” balas Mantis.


“Hmm… kau ada benarnya. Menurut informasi yang ku dapat, pihak kita telah mendapatkan satu kandidat. Sedangkan Republik di kabarkan telah berhasil menculik satu. Kurasa Kuil akan lebih serius mengirimkan bantuan melihat situasi saat ini,” Sarkous berpendapat.


“Makanya kita harus selalu waspada, kita tidak tahu siapa yang mungkin kita akan hadapi.”


Mereka terus berlari sampai matahari terbenam kemudian mereka melambatkan kecepatan mereka.


Ketiganya memutuskan beristirahat sejenak untuk memulihkan tenaga mereka.


Mereka bertiga kemudian berhenti karena Lena yang telah sadarkan diri mulai berontak.


“Tidak bisakah kau membuat pekerjaan kami lebih mudah Nona?” sindir Ape.


“Dia pasti akan menyelamatkanku! Dia telah berjanji padaku, aku mempercayainya,” ucap Lena sambil memegangi kalung pemberian Sirius.


“Hey Sarkous, coba kau cek kalung wanita itu,” perintah Mantis.


Sarkous kemudian mendekati Lena dan mengambil kalungnya. Dia kemudian memperhatikan kalung itu lalu menghancurkannya.


“Sial! Liontin di kalungnya memiliki fungsi pelacak!”


“Kita lanjutkan perjalanan kita sejauh mungkin. Aku memiliki firasat buruk tentang ini,” ucap Mantis.


Mereka kemudian berlari sampai malam tiba. Di sekitar mereka, keberadaan Lena sama sekali tidak terlihat.


“Hey Sarkous, berapa lama kira - kira sihir invisibilitasmu aktif kepada wanita itu?” tanya Mantis.


“Sekitar satu jam kurasa,” jawabnya.

__ADS_1


“Baiklah, kita akan beristirahat selama satu jam kemudian melanjutkan perjalanan.”


Mereka menanamkan sihir tidak terlihat kepada Lena agar penolongnya kesusahan mendapatkan kembali target mereka jika hal - hal yang tidak di sangka terjadi.


...----------------...


Aku melihat liontin pasangan yang aku berikan kepada Lena mengedip-ngedipkan cahaya yang menandakan, dia tidak jauh dari sini. Aku masih berlari mengikuti orang - orang yang menculik Lena. Jika mereka datang untuk membunuh Lena, maka aku pasti akan menemukan mayatnya di Kuil tadi. Dari jalur yang mereka ambil, mereka mencoba untuk pergi ke perbatasan Kerajaan Aquitaine.


Apakah mereka mempunyai bantuan di sana? Apakah Kerajaan Aquitaine memiliki kepentingan di balik penculikan ini? Aku tidak tahu. Yang pasti, aku akan mendapatkan Lena kembali. Aku tidak pernah menggagalkan sebuah misi yang kuterima. Dan misi ini tak akan kubiarkan menjadi kegagalan pertamaku!


Tidak lama kemudian, cahaya di liontin pasangan kalung Lena mati. Ini artinya, para penculik Lena telah menghancurkannya. Mereka sudah mengetahui aku mengejar mereka, menyerbu mereka dalam serangan kejutan tidak akan mudah.


Matahari sudah terbenam dan malam pun tiba. Tampak bulan purnama bersinar sangat terang menyinari kegelapan malam. Aku dapat dengan mudah melihat bayang - bayangku tengah berlari di bawah sinar rembulan. Dengan keadaan seperti ini, aku dapat mengeluarkan seluruh potensiku.


Tidak lama kemudian, aku berhasil menyusul mereka. Ada tiga orang yang menculik Lena.


“Seorang penyihir, Brawler dan Seorang pendekar pedang, kah?” gumamku.


Aku tidak dapat melihat maupun merasakan keberadaan Lena sama sekali.


“Dia di sembunyikan oleh sihir penyihir itu, kah?”


Aku kemudian mulai mengendap - endap di kegelapan malam mencari posisi yang bagus untuk menyergap mereka. Ketiga pria itu terlihat sedang duduk dan mengobrol satu sama lain. Aku kemudian mengambil sebuah bola segenggam tangan dan melemparkannya ke tempat mereka.


“…”


“…”


“Huh?”


BOMMBB!!!!


Bola itu meledak kemudian menimbulkan ledakan cahaya yang sangat menyilaukan mata mereka.


“Sial! Aku tidak bisa melihat!”


“Kita di serang musuh! Bersiagalah!”


Aku kemudian melesat ke arah penyihir itu dari belakang dan menyiapkan Baselard untuk menebas lehernya. Akan tetapi, dia berbalik menghadapku dan membuka matanya sambil tersenyum.


“Tapi bohong!!! Hahahaha! kami sudah menunggumu oh Assasssin Ouroboros!!!”


Sebuah lingkaran sihir kemudian muncul di depan telapak tangannya yang dia arahkan kepadaku.


“Fire Ball!”

__ADS_1


Kobaran api muncul di telapak tangannya kemudian melesat ke arahku yang tengah mendekatinya dengan kecepatan penuh….


__ADS_2