
[Lena PoV]
"Lalu, bagaimana dengan rapat darurat kemarin, Arthur?"
Keesokan harinya, suasana Istana masih tidak berubah walaupun telah terjadi peristiwa pembunuhan dan tidak banyak orang yang membicarakannya.
"Mereka menyimpulkan bahwa, pembunuh itu tidak mengincar Yang Mulia Pangeran maupun Anda. Jangan khawatir, Saint Agung. Aku akan selalu melindungimu jika bahaya mendekat," jawab Arthur berusaha membuat tidak terbebani pikiran itu.
Ketika Dewi Athena memberiku tanggung jawab ini, dia memberiku perintah untuk tidak berfokus untuk melawan para Iblis yang menyerang saja. Melainkan membantu orang-orang yang sedang kehilangan arah juga.
Aku tidak akan bisa melakukannya jika yang kulakukan hanya terkurung di istana ini.
Aku mengerti mereka melakukan ini agar menjauhkanku dari orang-orang jahat yang mengincar. Akan tetapi, aku ingin secara langsung menolong orang lain yang sedang kesusahan. Bukan hanya menjadi simbol dan pajangan saja di sini. Aku yakin, masih banyak orang-orang diluar sana yang membutuhkanku.
"Saint Agung?" Arthur memanggilku kembali, ketika aku tidak merespon perkataannya.
"Terima kasih, Arthur. Aku bisa mengandalkanmu," jawabku dengan tersenyum.
Di pikiranku ketika masih menjadi seorang kandidat, menjadi Saint itu melakukan perjalanan ke berbagai tempat untuk menolong orang. Tapi kenyataannya, sekarang aku hanya bertemu dengan para Bangsawan terus-menerus dan menghadiri beberapa acara yang tidak penting.
Aku dan Arthur sedang menuju ke tempat Rapat untuk mempersiapkan keberangkatan kami ke Desa Runfeld. Di sana para pahlawan akan memasuki 5 kuil kuno untuk menyelesaikan Trial terakhir mereka.
Aku harap, ketika kami sampai di sana nanti, prosesi trialnya berjalan dengan lancar. Walaupun aku meragukan itu. Aku yakin, para Iblis sedang merencanakan sesuatu untuk mengganggu proses trialnya.
"Saint Agung, kita sudah sampai. Aku akan masuk ke ruang rapat terlebih dahulu. Para pelayan dan penjaga akan mengantarkan Anda ke Taman yang sangat Saint Agung sukai," ucap Arthur.
"Baiklah, terima ka—" Ketika hendak mengucapkan terima kasih padanya, suaraku tertahan.
Suara ini... Aku mendengar suara yang sangat familiar ini dari belakang tubuh Arthur. Kurasa dari dalam ruangan rapat, dia berada di sana.
"Patrol Guard akan menjaga di sekitar area sungai sampai tebing Blavik." Aku mendengar suaranya sedang menjelaskan sesuatu.
"Sain Ag—"
"Arthur... " Sebelum dia dapat berbicara, aku memotongnya.
"I-iya Saint Agung, apakah Anda membutuhkan sesuatu?"
"Siapa orang yang sedang berbicara dalam ruangan rapat?" tanyaku.
__ADS_1
Arthur kemudian diam sejenak.
"Dia adalah perwakilan dari Patrol Guard dalam rapat ini menggantikan Putri Serena yang harus pulang untuk mengurusi sesuatu," jawab Arthur.
"Begitukah...?"
Jadi dia di sini... Dia akan ikut bersama kami ke Desa Runfeld. Mengetahuinya membuatku hatiku menjadi lega.
Selama ada dirinya, aku yakin, semua akan baik-baik saja.
"Baiklah Arthur, aku tidak akan menahanmu lebih lama. Temui aku di taman setelah rapat selesai, oke."
"Sesuai keinginan Anda, Saint Agung." Suaranya terdengar sangat senang ketika aku memintanya untuk menemuiku.
***
[ Sirius PoV ]
Setelah selesai rapat bersama Ksatria Suci dan Penjaga istana, aku kemudian berkumpul dengan para Patrol Guard yang lainnya untuk menginformasikan mengenai keberangkatan ke Desa Runfeld.
Desa itu terletak sejauh 200 Km dari Kota Wien yang akan memerlukan 3 hari perjalanan jika cuaca memungkinkan.
Aku lebih suka bekerja dengan satu atau dua orang. Seperti itu untukku akan lebih efektif.
"Jangan terlalu dipikirkan apa perkataan mereka, Sirus," ucap Senior Rigel yang termasuk dalam unit Patrol Guard untuk membantu penjagaan Sang Saint dalam perjalanan ini.
"Jika Ketua Serena percaya kau dapat melakukannya, aku tidak akan komplain," Senior Kurt mencoba membuatku tidak terbebani.
Banyak dari Patrol Guard lain yang tidak suka dengan keputusan Ketua membuatku menjadi pemimpin mereka dalam misi ini. Mereka bilang, aku hanya beberapa bulan saja menjadi anggota dan tidak layak untuk memimpin mereka.
Aku kemudian memerintahkan mereka untuk bersiap di lapangan Istana yang terletak di wilayah barat. Para rombongan akan berangkat pada malam hari agar tidak terlalu menarik perhatian warga Kota Wien.
Malam harinya, para rombongan telah bersiap akan berangkat. Aku sekarang berada di hadapan para Patrol Guard yang telah berbaris di lapangan Istana.
"Misi kita kali ini adalah untuk menjaga Sang Saint dan para pahlawan dalam kegiatan mereka melakukan trial terakhir. Ketika dalam perjalanan nanti, kita akan berada di kedua sayap formasi rombongan. Sedangkan para Ksatria Suci akan menjadi Vanguard dan Rearguard formasi rombongan, apakah ada pertanyaan mengenai peletakkan formasi kita?" Aku menjelaskan tentang detail formasi rombongan ketika dalam perjalanan nanti.
"Jika tidak ada, bergegaslah kalian menaiki kereta kuda di masing-masing yang berada di kedua sayap rombongan!" Mendengar arahanku, mereka semua meninggalkan lapangan menuju gerbang belakang Istana tempat dimana para rombongan berada.
Ketika aku telah sampai di sana, terdapat sepuluh kereta kuda barang dan lima kereta penumpang. Dalam misi ini, Patrol Guard mengerahkan 100 orang anggota yang berada di masing-masing sayap formasi.
__ADS_1
Ksatria Suci mengerahkan 200 Ksatria yang berada di bagian depan dan belakang rombongan.
"Kita berangkat sekarang!" perintah Georgy.
Rombongan ini memulai perjalanannya ke desa Runfeld.
***
Di sebuah tempat di perbatasan Kekaisaran dengan Kerajaan Aquitaine. Seorang Vampir dan manusia sedang membicarakan sebuah rencana.
"Begitu, kah? Desa Runfeld... Tuan Warren, bagaimana Anda mendapatkan informasi ini?" tanya Vampir itu kepada rekan manusianya.
"Aku mendapatkan informasi ini dari salah satu cabang pemberontak yang telah aku tanam di Kekaisaran," jawab Warren.
"Apakah Anda tahu mengenai kekuatan yang mereka bawa untuk menjaga prosesi Trial terakhir itu?"
Warren kemudian terdiam sejenak.
"Kurasa sekitar 200 Ksatria dan 100 Patrol Guard. Georgy The White Knight juga akan ada di sana menjaga Sang Saint," ungkap Warren.
"Georgy... kah? Count Regulus! Count Marinus!" Vampir itu kemudian meneriakkan dua buah nama.
Tidak lama kemudian, muncul dua orang Vampir Bangsawan berlutut di hadapannya.
"Saya Regulus siap melayani Anda, Tuan Geldoro!"
"Hamba datang memenuhi panggilanmu, Tuan!"
Vampir bangsawan berbeda dengan Vampir biasa, mereka memiliki sebuah sihir-sihir unik dan juga memiliki kemampuan untuk beregenerasi. Selain itu, para Vampir bangsawan dapat keluar pada saat matahari bersinar untuk beberapa saat beda dengan Vampir biasa yang akan musnah jika terkena sinar matahari.
"Bawalah pasukan kalian menuju Desa Runfeld di Kekaisaran. Misi utama kalian adalah membunuh Sang Saint dan para kandidat Pahlawan, apakah kalian mampu melakukannya?"
"Kami berdua siap melakukan apapun titah Anda, Tuan," jawab Regulus sambil menundukkan kepalanya.
"Di sana akan ada Georgy The White Knight. Kemarilah, aku akan memberikan kalian kekuatan tambahan agar kesempatan berhasil kalian meningkat."
Geldoro menempelkan kedua tangan pada masing-masing kepala Vampir Bangsawan itu. Matanya kemudian mengeluarkan sinar berwarna merah. Tubuh kedua Vampir bangsawan itu bergetar merespon sebuah sihir yang diberikan oleh Geldoro.
"Kalian berdua pergilah! Waktu kalian untuk melakukannya adalah tiga hari, jangan lewatkan kesempatan ini," perintahnya pada kedua Vampir Bangsawan itu.
__ADS_1