
"Rissa, bagaimana mengenai tim yang dibentuk untuk melakukan penggerebekan pelelangan illegal itu nanti malam?” Di hadapanku adalah teman masa kecilku. Aku tugaskan dia untuk membuat sebuah tim untuk memberantas pelelangan illegal yang kemarin oleh tim sebelumnya di investigasi.
“Silahkan Ketua lihat anggota-anggota yang telah aku ikut sertakan untuk operasi nanti malam.” Rissa memberikan selembar dokumen padaku.
Hmm… 10 penyihir dan 30 anggota lapangan, kah? Dalam laporan kemarin dikatakan bahwa, terdapat sebuah tempat seperti ruangan bawah tanah yang memiliki luas seperti sebuah desa kecil. Kemungkinan penjaga sekitar 100 orang di sana.
“Kurangilah anggota yang berpartisipasi menjadi 5 penyihir dan 20 anggota lapangan. Aku akan ikut ke sana untuk memimpin operasi ini.” Terlalu banyak orang hanya akan menarik perhatian saja.
“Baiklah Ketua, aku akan mengaturnya kembali.”
“Ah Rissa, bagaimana caranya kita masuk ke gerbang utama tempat itu? Aku berencana masuk ke sana sendiri untuk membuat kekacauan agar bisa membuat anggota-anggota lainnya bisa masuk dengan mudah.” Setelah mengatakan itu, tiba-tiba wajah Rissa menjadi pucat. “Hmm… ada apa Rissa?”
“Ah, tidak apa-apa Ketua. Ada sebuah kode rahasia yang digunakan oleh mereka agar pengunjung dapat masuk. Aku lupa menulisnya karena kupikir informasi itu tidak penting dan hanya akal-akalan pria sampah itu untuk mengerjaiku.” Tiba-tiba nada suaranya berubah ketika membahas Hans.
Sudah sejauh manakah hubungan mereka berdua? Rissa yang kutahu sangat jarang berinteraksi dengan seorang pria. Namun, dia akhir-akhir ini sering kulihat berbicara dengan Hans.
“Lalu, apa nama kode rahasia untuk masuk ke tempat itu?” Kembali, wajah Rissa menjadi pucat dan terlihat ragu-ragu untuk mengatakan sesuatu. Dia kemudian mendekat lalu membisikkan sebuah kata-kata yang membuat emosiku naik.
Mana mungkin aku mengatakan hal itu!
“Baiklah, kurasa aku akan membawa pria sampah itu bersamaku untuk memasuki tempat itu.”
Setelah Rissa pergi, aku kemudian mengambil sebuah surat yang berada di mejaku. Terdapat sebuah stempel lilin seekor singa menyegel surat itu. Ini adalah Segel dari dari Ayahku—Franz von Ritterburg—Kepala Kelurga Ritterburg.
Keluarga kami mempunyai pengaruh yang cukup besar dalam Kekaisaran Habsburg. Ayahku seorang Kanselir yang mana mempunyai posisi tertinggi dalam pemerintahan di bawah Sang Kaisar. Pamanku menjadi Ksatria Eklusif Sang Saint sebelumnya. Lalu ibuku… Seorang Putri dari Kekaisaran ini. Dia adalah adik dari Sang Kaisar yang sekarang. Dia menikahkan ibuku dengan ayahku untuk mempererat hubungan keluarga Habsburg dengan keluarga Ritterburg. Ini artinya… aku memiliki darah seorang Habsburg—Keluarga Bangsawan yang menjadi pemimpin negeri ini.
Mengapa Sang Kaisar ingin memiliki ikatan darah dengan Keluarga Ritterburg? Itu karena Keluarga Ritterburg memiliki sebuah unit Ksatria khusus yang terkenal dengan potensi tempurnya terkuat dibandingkan dengan ksatrian lain di seluruh negeri bahkan Benua Alterna.
Aku kemudian membuka segel surat itu lalu membaca isinya.
Sang Saint dan para kandidat Pahlawan yang lain akan melakukan seleksi akhir pemilihan lima pahlawan di Kota Wien beberapa minggu lagi. Mereka akan menetap di sana selama beberapa minggu untuk melakukan persiapan itu. Banyak anak bangsawan-bangsawan tinggi di berbagai negeri Benua Alterna yang akan datang kesana. Aku harap kau bisa memilih calon suamimu ketika prosesi itu selesai nanti. Jika tidak, aku sendiri yang akan memilihkannya untukmu.
Aku kemudian mengepalkan tanganku lalu melempar surat itu ke tempat sampah. Hahh… mengapa dia ingin sekali aku melakukan pernikahan? Sudah sering kali dia melakukan ini padaku.
Tok! Tok! Tok!
“Silahkan masuk.”
Seorang pria berambut hitam kemudian masuk ke dalam ruanganku. Bukankah dia yang aku tugaskan untuk menginterogasi para pemberontak itu? Aura yang ada pada dirinya berbeda kali ini. Berbeda dengan ketika pertama kami berbicara, kali ini dia terlihat agak mengintimidasi. Sorotan matanya kosong namun terlihat tetap tajam. Apa yang terjadi pada dirinya?
“Duduklah, jelaskan mengenai hasil interogasi yang kau lakukan.” Pria itu kemudian duduk di hadapanku.
“Aku berhasil mendaptkan beberapa informasi penting darinya mengenai kelompok pemberontak ini. Yang pertama, kelompok mereka akan menyerang salah satu anggota Dewan dalam waktu dekat ini namun belum pasti yang mana. Kedua, kelompok mereka akan mendapat kiriman sebuah senjata berbahaya yang dimaksudkan untuk melawan kita—Patrol Guard. Mereka akan bertemu dengan mata-mata Republik di sebuah ngarai di perbatasan Archduchy Astria dengan Duchy Salisburg. Yang ketiga, pusat markas mereka berada di Duchy Salisburg di sekitaran lembah Groningen.”
Mendengar laporan dari anggota baru itu, membuatku fokus berpikir secara jernih dan menghilangkan pikiran negatif yang di sebabkan oleh surat ayahku.
“Kapan pengiriman itu akan di lakukan?”
“Kurang lebih sekitar satu minggu dari sekarang,” jawabnya dengan datar.
“Baiklah, kau boleh keluar sekarang. Kerja bagus.” Setelah mendengar perkataanku, dia kemudian mulai berdiri lalu keluar tanpa sepatah katapun.
Huh? Ini pertama kalinya seseorang tidak bereaksi ketika menerima pujian dariku. Bahkan Rissa akan selalu tersenyum manis ketika aku memujinya setelah dia bekerja sangat keras. Aku kemudian memperhatikan pintu dimana dia barusan keluar ruangan ini.
__ADS_1
Kupikir dia adalah orang yang naif ketika dia mencoba menyelematkan salah satu pemberontak itu dari pedangku. Tapi dilihat dari bajunya yang memiliki noda darah, kurasa dia sangat bagus untuk melakukan interogasi. Well… aku tidak tahu, mungkin dia hanya membantu saja terlihat dari tatapan kosongnya. Mungkin dia terkejut akan prosesi penyiksaan yang dilakukan oleh rekannya dan dia hanya bertugas menyampaikan informasinya saja padaku.
Aku kemudian berjalan ke arah sebuah jendela kantor. Terlihat warna langit sudah berubah menjadi kekuningan yang menandakan waktu sudah mencapai sore hari.
***
Di sebuah gua tempat persembunyian Wings of Freedom cabang Astria, pria bertopeng pimpinan kelompok mereka di sana sedang bertemu dengan seorang pria misterius berjubah.
“Cepat katakan keperluanmu kemari. Jika tidak, rekan-rekanku yang mempunyai dendam kepada orang sepertimu ini tidak akan mampu menahan amarah mereka lalu membakarmu hidup-hidup di sini.”
Pria berjubah itu kemudian melihat sekelilingnya, terlihat beberapa orang pemberontak yang menatapnya dengan tajam. Pria misterius ini adalah salah satu anggota Dewan yang mempunyai latar belakang seorang pebisnis. Dia juga salah satu dari pebisnis yang menaikkan harga-harga produknya yang membuat para rakyat kecil kesusahan untuk menghidupi kebutuhan mereka.
“A-aku ingin kalian membunuh seseorang. Dengan membunuhnya, kurasa kalian juga akan mendapatkan keuntungan dalam hal ini. Kami juga akan membayar kalian sekitar 1000 Golling jika berhasil membunuhnya.” Mendengar tawaran Pria berjubah, Pria bertopeng kemudian berpikir sejenak.
“Siapa yang ingin kau bunuh?”
“Seluruh keluarga salah satu Anggota Dewan Kota—Radolf.”
“…!”
“…!”
Mendengar nama yang di sebutkan oleh pria berjubah, membuat para pemberontak sedikit kaget. Karena mereka berniat membunuh Radolf juga. Akan tetapi, hal itu masih tahap rencananya karena mereka tidak mempunyai anggota yang cukup untuk melakukannya.
Patrol Guard Kota Wien yang juga sedang dalam keadaan siaga karena aktivitas mereka sebelumnya yang membuat mereka akan kesulitan jika akan melakukan operasi di dalam kota lagi.
“Mengapa kau ingin membunuhnya?” tanya pria bertopeng.
Pria berjubah itu kemudian terdiam seakan-akan ragu untuk menjawabnya.
“Ra-radolf adalah seorang pebisnis. Akan tetapi, dia tidak pernah menaikkan produk-produk bisnisnya ketika dalam keadaan sulit ini. Ini membuat konsumen-konsumen kami lebih memilih produknya karena dianggap lebih murah dari pada produk yang kami punya.” Pria berjubah mengatakan hal itu dengan sedikit bergetar.
“Jadi, kau ingin membunuhnya karena dia merebut para konsumen kalian?” Mendengar pertanyaan pria bertopeng, pria berjubah hanya bisa terdiam.
“Menjijikan!”
“Serakah!”
“Mati saja kau!”
Hinaan demi hinaan dilontarkan para pemberontak kepada pria berjubah itu.
“Kau ingin kami yang melakukan tugas ini agar para Patrol Guard tidak curiga kepada kalian dalam pembunuhan ini bukan?” Kembali, pria berjubah itu hanya diam tidak menjawab pertanyaan pria bertopeng.
“Lalu, bagaimana cara kita dapat membunuhnya. Kau tahu sendiri bukan? Pengawasan Patrol Guard tengah meningkat karena aktivitas kami akhir-akhir ini.”
“Jika kau mau menerima pekerjaan ini, aku akan memberi kalian koneksi agar dapat menyelundupkan beberapa dari kalian ke dalam kota agar dapat dengan mudah membunuh Radolf beserta keluarganya.” Mendengar perkataan pria berjubah itu, Pria bertopeng itu kemudian berdiri dan menghampiri Pria berjubah itu.
“Baiklah, kami akan menerima perkerjaannya.”
Sejujurnya, Radolf telah menjadi incaran para pemberontak untuk dibunuh. Dengan menerima pekerjaan ini, selain memberikan mereka kesempatan membunuh Radolf, mereka juga akan mendapatkan 1000 Golling yang mana uang yang cukup lumayan untuk membiayai operasi mereka kedepannya.
"Radolf beserta keluarganya akan berada di teater Hollande pada jam 7 besok malam.” Pria berjubah itu membisikkannya ke telinga Pria bertopeng
__ADS_1
***
Malam harinya, di tempat pelelangan, seorang pria berusia 20an sedang mengobrol dengan rekan-rekan bisnisnya. Dia memakai sebuah topeng burung dan mereka memanggilnya dengan sebutan Mr.P .
“Mr.P bagaimana bisnis akhir-akhir ini? kulihat tempat ini menjadi semakin ramai.”
“Tentu saja, ini semua berkat seorang Assassin yang ku sewa akhir-akhir ini bisnisku menjadi lancer. Akan tetapi, dia tiba-tiba menghilang begitu saja tanpa mengabariku.” Yang di bicarakan oleh Mr. P adalah Nightingale. “Apakah tuan-tuan di sini memiliki kenalan orang kuat untuk menjaga bisnisku ini?”
“Hmm…Bagaimana jika menyewa jasa para pemberontak itu? Bukankah Mr.P akhir-akhir ini sering melakukan kontak dengan mereka dalam transaksi budak?”
Mr. P kemudian diam sebentar memikirkan saran dari rekannya itu.
‘Para pemberontak ya…? Mereka memilki peralatan-peralatan yang bagus untuk melakukan pekerjaan ini. Akan tetapi… aku masih ragu dengan mereka’ pikirnya.
“Penyusuppp!”
Tiba-tiba mereka dikejutkan oleh teriakan seorang penjaga. Mereka kemudian bergegas melihat untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
“Serang wanita itu! Dia hanya seorang diri!”
Seorang wanita berjubah melesat ke arah lima orang penjaga.
“Wind Dance.” Wanita itu mengucapkan tekniknya kemudian menebaskan pedangnya. Sebuah sayatan luka muncul di masing-masing dada penjaga itu.
-Swosshh
Wanita itu kemudian menghindari sebuah tebasan pedang dari belakang tubuhnya. Akan tetapi, serangan itu membuat jubah yang di kenakannya robek yang kemudian memperlihatkan sosoknya.
Wajah anggun yang menawan kontras dengan ekspresinya yang tajam dan menakutkan. Rambut hitam gelap layaknya langit malam. Mr. P yang melihat sosok yang familiar dengannya itu terlihat tersenyum. Dia mengenali wanita itu. Wanita yang sangat dia kagumi sedari dia kecil sampai sekarang. Dia adalah Serena von Ritterburg atau yang lebih di kenal oleh kriminal-kriminal dengan Julukan—The Black Mamba.
Julukan ini Serena dapat karena kecepatannya dan ekspresi menakutkannya bagaikan ular hitam mematikan itu.
Serena kemudian kembali menyerang para penjaga yang berlari ke arahnya. Kali ini, dia dapat dengan mudah menumbangkan tujuh orang penjaga. Tidak lama kemudian, puluhan Patrol Guard mulai muncul dari gerbang utama tempat pelelangan itu.
“Mr. P! Pa-para Patrol Guard! Mereka berdatangan dari gerbang utama! Apa yang harus kita lakukan!?”
“Well… mau bagaimana lagi? Kita harus lari.”
Rekan-rekan bisnisnya kemudian mulai berlari mencari jalan keluar untuk lolos dari dari para Patrol Guard. Akan tetapi, Mr. P hanya diam saja memperhatikan Serena membantai orang-orangnya dengan ganas.
‘Oh Serena… Lihatlah dirimu… Kau begitu anggun menari dengan gerakan-gerakan mematikanmu… Sungguh aku sangat memimpikan saat ketika dirimu yang indah itu menjadi milikku. Aku pasti akan mewujudkan hal itu dan menjadikanmu sebagai istriku!’
Kontras dengan apa yang terjadi terhadap bisnisnya yang akan hancur? Jantung Mr.P malah berdegup kencang kegirangan karena melihat wanita impiannya itu menari dengan pedangnya menebas para penjaga.
‘Well… kurasa ini akhir dari tempat ini. Tidak masalah kurasa, aku bisa membukanya di tempat lain. Alasan utama aku membuka bisnisku di sini karena aku ingin merasa dekat denganmu… Serena.’
“Tuan, jalan kabur darurat sudah siap.” Salah satu wanita pelayan kemudian menghampiri dirinya.
“Ah Cecile, kerja yang bagus seperti biasa. Kau memang maid terbaikku.”
...----------------...
Makasih Buat para reader & Author yang udah baca karyaku... 😇
__ADS_1