
Beberapa bulan setelah pengangkatan resmi Sang Saint, para pasukan aliansi tengah bertarung di sekitaran Kota Limburg tidak jauh dari ibukota Kerajaan Thuringia Freisland.
Ini memperlihatkan sangat buruknya kondisi Kerajaan ini. Pasukan Raja Iblis tinggal sedikit lagi memporak-porandakan jantung kerajaan mereka.
Terdengar gemuruh pertempuran hasil dari kedua pasukan beradu. 20.000 pasukan Raja Iblis tengah menghadapi 40.000 pasukan Aliansi. Jika di lihat dengan kasat mata, jumlah ini menunjukan bahwa pasukan Aliansi akan menang dengan mudah. Akan tetapi, itu bukanlah kenyataannya. Mayoritas pasukan Aliansi hanya di isi oleh Rekrutan hasil dari Wajib Militer yang mana kualitasnya sangat buruk di banding prajurit Reguler Kerajaan.
Saat ini, aku sendiri tengah menghadapi tiga Ghoul yang ada di hadapanku. Pasukan Raja Iblis terdiri dari Iblis. Monster dan beberapa Demihuman.
Ketiga Ghoul itu berlari ke arahku. Aku tidak panik dan sebisa mungkin untuk tenang seperti ajaran Master Alain.
Ketiga Ghoul itu menyerangku dengan ala kadarnya, tanpa strategi maupun teknik apapun. Mereka hanyalah Monster yang hanya di gerakkan oleh nafsu dan instingnya.
“Dancing Light : Three Light Slash!”
Aku kemudian melesat dan melakukan sebuah tiga tebasan dengan cepat. Terlihat darah berceceran di dada ketiga Ghoul itu.
“Gerakanmu bertambah bagus akhir-akhir ini Arthur!” Aku mendengar seseorang memujiku.
Aku kemudian berbalik lalu melihat pria yang memanggilku mengalahkan seorang Troll yang membuat beberapa prajurit kesusahan.
“Hey Juan! Seranganmu juga lebih kuat akhir-akhir ini!” balasku memujinya.
Gruuuuohhh!
Aku mendengar suara yang keras sekali. Menoleh ke sumber suara itu, aku melihat Minotaur besar sedang mengarah kemari.
“Arthur! Kita lumpuhkan yang besar terlebih dahulu!” Juan mulai berlari ke arah Minotaur itu dengan pedangnya.
Aku juga ikut berlari lalu melihat lebih seksama Minotaur itu.
Itu setidaknya empat meter bukan? bagaimana kita bisa mengalahkannya!
Gruohhhh!
Minotaur itu mengayunkan gada besarnya ke arah Juan akan tetapi, seperti yang di harapkan dari sesame kandidat Pahlawan sepertiku, dia bisa dengan mudah untuk menghindarinya dengan melompat lalu melakukan sebuah Koprol.
“Serang dia, Arthur!”
Mendengar perintahnya, aku memfokuskan mana di pedangku dan kakiku.
“Light Sword : Executioner.” Pedangku mengeluarkan sebuah cahaya.
Aku kemudian melesat menggunakan sihir akselerasi di kaki ku lalu melompat untuk bergerak lalu muncul dengan cepat di hadapannya.
“Haaah!”
Aku menebasnya dengan ayunan dua tanganku secara vertikal.
Gruoohhh!
Teriak monster itu terdengar kesakitan akan tetapi, pijakan kakinya sama sekali tidak bergerak.
Sial! Tubuhnya sangat kuat! Aku dalam masalah!
Terlihat tinjunya mengarah ke tubuhku. Aku kemudian melihat sekilas kilatan cahaya yang melewati samping kepalaku.
Gruoohhhh!
Aku kemudian mengetahui apa yang terjadi. Tiga buah panah yang bersinar terlihat tertancap di tangannya. “Arthur! Serang kembali monster itu!” Aku mendengar suara wanita yang sangat familiar denganku.
“Dancing Light : River Flow in you!” Kembali, pedangku mengeluarkan sebuah cahaya.
Aku kemudian melakukan sebuah kombo serangan. Satu tebasan, dua tebasan, tiga tebasan aku lancarkan ke dada Minotaur itu.
__ADS_1
Gruoohhh!
Minotaur itu sekarang terlihat bergerak mundur memegangi dadanya.
“Arthur! Jangan berhenti! Siapkan serangan terkuatmu!” Aku mendengar suara Juan di belakangku.
“Crescent Slash!” Dia melesat di sampingku lalu menebas kedua bagian belakang lutut Minotaur itu.
Gruohhh!
Kaki kedua Minotaur itu kemudian roboh yang membuatnya berlutut memudahkanku untuk menyerang.
Aku yang dari tadi telah mengumpulkan mana di pedangku lalu mengeluarkan sihir terkuatku.
“Maximum Light Burst!” Aku menusuk dadanya dengan pedangku.
Gruohhhh!
Minotaur itu terlihat mengeluarkan batuk darah. Tangannya dia tarik ke atas hendak mencoba memukulku dengan Gada besarnya.
“Piercing Shot!”
Gruohhhh!
Minotaur itu kembali kesakitan. Kali ini, sebuah panah berukuran lebih besar tertancap di tangannya yang memegang gada.
“Selesaikan, Arthur!” perintah wanita di belakangku.
Para kandidat pahlawan memang hebat. Mereka sangat mengerti tentang bagaimana seharusnya bertarung sebagai tim.
“Release!”
Sebuah ledakan cahaya keluar dari pedangku menghancurkan tubuh Minotaur itu dari dalam. Bagian-bagian tubuhnya terlempar dan nampak hanya tubug bagian bawahnya saja tersisa di hadapanku.
“Good Job, Arthur.” Juan menepuk pundakku lalu membantuku berdiri.
“Seranganmu juga hebat, Juan.” Kami memuji satu sama lain. Aku lalu berbalik dan tersenyum kepada wanita yang menolongku tadi. “Terima kasih Alicia, tembakanmu selalu tepat sasaran.”
“Jangan santai dahulu kalian berdua, pertempuran ini belum berakhir.” Alicia menunjuk ke arah belakang kami.
Aku berbalik kemudian melihat pemandangan yang sangat mengerikan. Para monster dan Iblis dapat dengan mudahnya mengalahkan para Prajurit pasukan Aliansi.
Para rekrutan wajib militer tidak bisa di harapkan ternyata.
Aku kemudian melihat seorang Iblis terbang dan samar-samar mengucapkan sebuah mantra.
“Fearr!”
Tak lama setelah iblis itu menyelesaikan sihirnya, aku mulai merasakan sebuah perasaan yang tidak mengenakan.
Kami bertiga terjatuh kemudian aku merasakan suaraku tidak keluar dan mengalami kesulitan bernafas. Aku kemudian menatap Iblis itu lalu merasakan sebuah rasa takut yang amat sangat mengerikan. Tubuhku gemetar dan tidak mau merespon apa yang aku kehendaki.
Terlihat Pasukan Raja Iblis semakin agresif dan sebaliknya, pasukan Aliansi terlihat kesulitan untuk bertarung dengan mereka.
I-ni, sebuah sihir Mental, kah? Tapi bagaimana bisa sekuat ini!?
Terlihat tiga minotaur setinggi 4 meter yang berlari ke arah kami. Mereka bersiap mengayunkan senjata mereka dan menyerang kami.
Inikah akhirnya? Sial! A-aku sudah bersumpah kepada Sang Raja untuk membawa kembali Excalibur ke Bangsa Britonia! Tidak mungkin aku menyerah di sini!
Aku memaksakan tubuhku bergerak. Samar-samar aku mendengar sebuah nyanyian wanita yang suaranya begitu familiar denganku.
“Kerja bagus calon Pahlawan muda. Kau berhasil mengatasi ketakutanmu dan terbebas dari sihir itu.” Aku mendengar suara pria di sampingku.
__ADS_1
Tiba- tiba di depanku muncul seorang Ksatria dengan Zirah emas dan jubah emas. Pria itu kemudian melakukan serangan kepada tiga Minotaur yang menghampiri kami.
“Lightning Strike!”
Ketiga kepala Minotaur itu kemudian melayang terputus terkena serangannya. Ya, dia adalah pria itu. Mantan Pahlawan yang menebas para musuhnya dengan sebuah pedang Emas. Dia adalah Albert The Golden Knight—Pemegang Pedang Legendaris Balmung yang sebelumnya!
Der innere Reichtum der Leute ist ~
Lagi, aku kembali mendengar sebuah suara nyanyian. Kali ini, aku dapat mendengarnya dengan jelas. Aku kemudian berbalik lalu mendapati seorang wanita yang kecantikannya bagaikan bidadari turun dari Surga. Di sekelilingnya terdapat beberapa Ksatria terkenal yang sedang menjaganya. Dia adalah Sang Saint Agung.
Wie Licht bunt, durch Farbglass hereinzuschei ~
Para Prajurit Aliansi dan pasukan Raja Iblis pun terhenti karena suara nyanyian itu. Mereka sepertinya penasaran apa yang sebenarnya terjadi. Siapa pemilik dari suara merdu ini.
Das angenehme tagliche Leben ist ~
Wie ein warmes Kerzenlicht ~
Terlihat sebuah cahaya yang muncul di tubuh semua Prajurit Aliansi.
Aku kemudian merasakan tenagaku mulai pulih mendengar nyanyian Sang Saint. Aku melihat luka-luka para prajurit yang telah lama bertarung kembali sembuh.
Die Sehr weite grune Erde ~
Das reiche schone Wasser ~
Aku mendengar suara iblis yang menciptakan sihir mental itu mengatakan sesuatu. Para iblis yang terdiam kemudian kembali melakukan serangan kepada para prajurit Aliansi.
Die grandiose Natir Sorgt, immernoch fur ihre Kinder ~
“Para kandidat pahlawan, para pejuang umat manusia! Sang Saint telah hadir sendiri untuk membimbing kita menuju kemenangan! Angkat kepala kalian! Gerakan tubuh kalian! dengan kehadiran Sang Saint Agung, kita pasti dapat mengalahkan musuh sekuat apapun!”
Mendengar perkataan Albert The Golden Hero, membuat ketakutan yang menyelimuti hatiku tadi menghilang. Perasaanku di penuhi dengan semangat perjuangan yang tinggi. Aku rasa para prajurit Aliansi dan para Kandidat Pahlawan yang lain merasakan yang sama.
“Serang!”
Kembali Albert The Golden Hero meneriaki sebuah perintah.
“UOOOOHHHH!”
Para prajurit melakukan sebuah teriakan mengekspresikan semangat mereka yang menggebu-gebu.
“Long Live The Saint!”
“Long Live The Saint!”
Mereka kembali bertarung melawan para pasukan Raja Iblis. Berbeda dengan sebelumnya, kali ini bukanlah pertarungan yang berat sebelah.
Hoffentlich Konnen … wire es irgendwann verstehen ~
Suara Sang Saint menggema, luka-luka yang di terima pulih kembali dan para Pasukan Aliansi tiada henti menyerang seakan-akan memiliki stamina tidak terbatas.
Wir gehen zur anderen seite des Horizontes ~
“Maju! Pukul mundur Mereka!”
Wir gehen festen Schrittes ~
Dan begitulah, pertarungan Aliansi dengan pasukan Raja Iblis dapat di menangkan dengan bantuan kehadiran Sang Saint. Pertarungan yang menandakan bangkitnya umat manusia setelah mengalami keterpurukan selama ini melawan pasukan Raja Iblis.
...----------------...
Author note : Jika ingin tahu lagu yang di nyanyikan Lena bisa searching di youtube " Shingeki no Kyojin Ost Vogel im Kafig " yang thumbnailnya mikasa.
__ADS_1