The Assassin & The Blind Saint

The Assassin & The Blind Saint
Arc 2 Chapter 14 : Warna


__ADS_3

Hijau, Kuning, Oren, Merah dan Biru.


Di depan kegelapan ini, aku melihat ke lima warna itu di depanku. Warna-warna ini menunjukan tentang karma dari jiwa seseorang. Aku dapat dengan mudah mengetahui kepribadian mereka dengan melihat warna dari jiwa mereka.


Kelima para kandidat Pahlawan telah terpilih yang sebelumnya berjumlah sepuluh kandidat.


“Bagaimana perasaan kalian? setelah ini, yang kalian harus lakukan untuk menjadi seorang Pahlawan adalah menyelesaikan Trial yang terakhir.” Aku mengatakan hal itu untuk menyemangati mereka.


“Aku siap menyelesaikan segala rintangannya!” Aku mendengar suara itu dari. Jiwa dengan karma hijau, dia adalah Arthur.


Karma hijau menunjukan jiwa yang bersih, jujur, dan berani. Biasanya yang memiliki Karma ini memiliki tekad yang sangat kuat dan cocok untuk menjadi seorang Pahlawan.


“Well… melihat perkembangan kita selama ini, aku yakin kita bisa melewati Trial terakhir ini dengan mulus.” Yang mengatakan itu adalah Juan de Lopez. Seorang kandidat Pahlawan yang mempunyai latar belakang Bangsawan. Dia memiliki Karma kuning yang mana memiliki nilai keadilan yang tinggi. Kurasa dia memiliki hubungan yang baik dengan Arthur.


“Aku penasaran, Trial terakhir ini akankah sesulit sebelumnya?” Dia adalah Alicia von Otaker, memiliki Karma berwarna oren. Biasanya orang dengan Karma ini memiliki loyalitas yang tinggi jika dia sudah bertekad akan sesuatu.


“Aku akan melaksanakan Trial ini hingga akhir, karena itu sudah menjadi tanggung jawabku.” Dia adalah Maxhill von Habsburg—Pangeran keempat Kekaisaran Habsburg. Dia memiliki Karma berwarna merah. Biasanya, orang yang mendapatkan karma ini memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi serta karisma yang dapat menggerakkan hati seseorang.


Dan yang terakhir… seseorang yang memiliki Karma berwarna biru—Pierre de Poitiers. Orang yang memiliki Karma ini biasanya memiliki harga diri yang tinggi, arogan, dan cenderung tidak stabil kepribadiannya. Sudah sangat mengejutkan orang dengan Karma ini berhasil maju sejauh ini untuk menjadi seorang Pahlawan.


“Mengenai Trial akhir ini… aku tidak akan menemani kalian ketika Trial dimulai nanti. Tidak seperti yang sebelumnya juga, nanti kalian akan melakukan Trialnya secara terpisah sendiri-sendiri.” Trial yang terakhir ini akan menunjukan siapa yang akan layak memegang tiga pedang suci legendaris.


“Itu saja yang ingin ku sampaikan, kalian boleh beristirahat sekarang.” Aku kemudian berdiri lalu menggapai tangan Tuan Georgy yang berdiri di sampingku.


Keluar dari ruangan kuil, aku bersama Tuan Georgy kemudian berjalan-jalan di sekitar taman. Ini area favoritku karena memiliki udara yang menyejukkan dan mengingatkanku akan kampung halamanku di desa.


“Saint Agung, aku mendapatkan kabar bahwa kita akan kembali ke Kekaisaran dalam beberapa minggu lagi. Apakah itu benar?” tanya Tuan Georgy.


Yang ditanyakan Tuan Georgy padaku adalah tentang pertemuan Aliansi kemarin mengenai kohesi pasukan aliansi.


Beberapa hari yang lalu, Albert Sang Pahlawan Emas mengundurkan diri dari pasukan Aliansi. Mereka mengatakan, Anaknya mendapatkan teror di Kekaisaran karena rumor buruk yang tengah melanda Tuan Albert ketika memimpin pasukan.


Akibat pengunduran dirinya, sebagian pasukan dari Kekaisaran ikut mengundurkan diri dari Pasukan. Aku tidak terlalu mengerti akan hal ini tapi aku mendengar bahwa beberapa Bangsawan di Kekaisaran memiliki ketidakpuasan kepada Tuan Albert.


“Ya, para perwakilan Aliansi sepakat untuk menarik sebagian pasukan mereka sementara untuk menghadapi para pemberontak di negeri mereka. Mereka berasalan bahwa pasukan Aliansi telah memberikan pasukan Raja Iblis serangan telak dengan pertempuran sebelumnya. Jadi mereka memanfaatkan ini untuk memberantas para pemberontak di negeri mereka dengan cepat.” Itu adalah yang diinformasikan kepada khalayak umum. Akan tetapi, alasan utama sebagian pasukan ditarik kembali bukanlah karena pemberontak.


Terdapat krisis kepercayaan di dalam kesatuan pasukan Aliansi. Terutama para Bangsawan dengan beberapa Prajurit-prajurit baru yang bersinar di medan pertempuran. Para Bangsawan yang iri dengan pencapaian mereka mencoba memindahkan para Prajurit baru ini dengan rekrutan yang baru dengan alasan terluka di medan tempur.


Tentu saja banyak dari Prajurit muda ini yang tidak terima dengan keputusan sepihak ini. Mereka kemudian mengajak para rekan-rekan mereka untuk melakukan protes. Para Bangsawan dengan para prajurit kemudian berunding namun tidak menemukan titik temu.

__ADS_1


Setelah kemenangan dalam pertempuran kemarin, Para Bangsawan membulatkan keputusan mereka mengganti para prajurit yang membangkang ini mengganti mereka dengan rekrutan baru. Itu adalah alasan utamanya penarikan mundur sebagian pasukan Aliansi ini.


Sungguh, perkara mengenai politik seperti ini membuat kepalaku pusing dengan hanya mendengarkannya saja.


“…?”


“Ada apa Tuan Giorgy?” Aku bertanya mengapa tiba-tiba Tuan Georgy berhenti berjalan.


Aku kemudian mendengar suara langkah kaki yang familiar denganku.


“Arthur?”


“Ah maaf Saint Agung, Aku tidak tahu kau juga sedang berada di sini ahahaha…” Tertawanya terdengar canggung.


Aku mengaktifkan kekuatan Eye of Truth. Muncul sebuah bulatan warna hijau melayang. Akan tetapi, berbeda dengan sebelumnya yang berwarna hijau cerah. Kali ini Karma jiwa Arthur berwarna hijau tua yang menandakan dia sedang berbohong.


“Tuan Georgy, bisakah Tuan meninggalkan kami berdua. Kurasa ada yang ingin di sampaikan oleh Arthur padaku.”


“Sesuai keinginan Anda, Saint Agung.”


Setelah aku tidak merasakan hawa kehadiran Tuan Georgy, aku mendengar suara langkah Arthur yang mendekatiku. Aku kemudian mulai berjalan di sampingnya.


“Ahahaha… aku memang tidak pernah bisa membohongi Saint Agung ya…?” katanya sambil tertawa.


Kami kemudian duduk di salah satu bangku taman.


“Saint Agung, aku penasaran, mengapa orang seperti Pierre bisa maju sejauh ini untuk menjadi seorang Pahlawan?” Mendengar pertanyaannya itu membuatku ingin tertawa.


“Memangnya menurut Arthur, orang yang seperti apa yang seharusnya bisa menjadi seorang Pahlawan itu?” Aku menanyakan hal itu dengan sebuah senyuman.


“Itu…. Aku tidak tahu. Tapi aku yakin seorang Pahlawan seharusnya tidak punya sifat Arogan dan memandang rendah orang lain seperti yang selalu Pierre lakukan!”


Setidak suka itukah Arthur dengan Pierre?


Kalau tidak salah, Tuan Georgy pernah mengatakan 'orang dengan Karma hijau tidak pernah selalu akur dengan yang memiliki Karma biru'.


Tapi, ketika mereka akan menjadi pahlawan nanti… mereka harus bekerja sama dan saling membantu.


“Mungkin itu karena Arthur tidak terlalu mengerti hati Pierre yang sebenarnya. Aku mendengar dari Raja Valier, Pierre adalah orang yang memiliki kehormatan yang tinggi sebagai seorang Ksatria. Cobalah berbicara dengannya dari hati ke hati supaya lebih memahaminya.” Aku memberinya saran.

__ADS_1


“Tapi Saint, bagaimana aku bisa berbicara dengannya jika dia selalu menjauhi dan sering merendahkanku!” Protes Arthur.


“Fufufu… Aku mendengar dari seorang teman priaku, cara pria berbicara dari hati ke hati itu cukup unik.” Sirius pernah mengatakan hal ini padaku.


“Se-seorang teman pria?”


“Cara kedua orang pria berbicara dari hati ke hati adalah dengan beradu tinju!” Aku masih tidak mengerti apa yang dikatakan Sirius ini padaku dulu. Tapi, aku percaya apa yang dikatakannya ini benar. Aku tidak pernah sekalipun meragukan perkataannya.


“Be-begitukah… Duel ya… Kurasa aku akan mencobanya nanti.”


“Fufufu… Apakah kau percaya diri? Pierre itu cukup kuat loh…Tuan Georgy sendiri yang bilang itu padaku.” Aku mencoba untuk menggoda Arthur untuk lebih memotivasinya.


“…!” Dia tiba-tiba menggenggam tanganku dengan kedua tangannya.


”Jangan khawatir! Aku pasti tidak akan mengecewakanmu, Saint!” Aku tidak menyangka akan seefektif itu godaanku untuk memotivasinya.


Melepaskan tanganku dari genggamannya, aku kemudian tersenyum padanya.


“Semoga kau berhasil, Arthur.”



Author Note : Ilustrasi Lena ini hanya pemanis XD


***


Di sebuah Gua di daerah perbatasan antara Astria Archduchy dengan Salisburg Duchy, Leon sedang bertemu dengan mata-mata dari Republik mengenai senjata rahasia yang akan dikirimkannya kepada Pemberontak Wings of Freedom.


“Apakah lokasinya tidak bisa dipindah? Aku mendapatkan laporan bahwa Para Patrol Guard berhasil menangkap beberapa anak buahku. Aku takut mereka akan mempersiapkan penyerbuan yang besar jika berhasil mendapatkan informasi mengenai tempat ini dari mereka.” Leon mengungkapkan kekhawatirannya pada mata-mata itu.


“Masterku pernah bilang padaku ‘Jika mereka akan mengejutkanmu, kejutkanlah balik mereka’,” ucap mata-mata itu.


“Apa maksudmu?”


“Buatlah semacam jebakan untuk membunuh para Patrol Guard itu!”


“Kami tidak memiliki jumlah yang cukup untuk itu, kami juga tidak memiliki apa-apa untuk menjebak para Patrol Guard.” Mendengar perkataan Leon, mata-mata itu kemudian memberikan sebuah Artefak kepada Leon.


“Benda apa ini?”

__ADS_1


“Ah… itu adalah salah satu hadiah dari Para Iblis untuk Masterku. Gunakanlah ketika para Patrol Guard itu telah mengepung kalian di tempat itu.” Mata-mata itu menyeringai kepada Leon ketika mengatakan itu.


__ADS_2