The Assassin & The Blind Saint

The Assassin & The Blind Saint
Arc 3 Chapter 12 : Angelo


__ADS_3

Aku kembali mendapatkan hari libur. Terakhir aku mendapatkannya, terjadi peristiwa pembunuhan keluarga Tuan Radolf di teater oleh para pemberontak. Semoga untuk hari ini akan baik-baik saja.


Pagi ini aku sedang berjalan menuju alun-alun kota untuk menemui Angelo. Aku akan melatihnya beberapa gerakan dasar bertarung agar dia dapat melindungi dirinya sendiri.


Seperti biasa, keadaan alun-alun selalu ramai. Sudah lama sejak kejahatan besar terjadi di Kota Wien yang melibatkan orang banyak. Kestabilan keamanan terjaga, warga kota bisa hidup lebih tenang.


"Yo Angelo, kau terlihat bersemangat," sapaku padanya yang terlihat sudah menunggu sedari tadi.


"Sirius, dimana kita akan latihan!?"


"Well... Kau ikuti aku."


Kami lalu pergi menuju ke taman kota karena tempatnya yang bagus untuk pernafasan dan cukup luas. Terlihat banyak orang yang melakukan jogging maupun latihan-latihan bela diri tertentu di sini.


"Baiklah Angelo, untuk awalan, coba kau serang aku dengan seluruh kekuatan yang kau punya," intruksi ku.


Angelo kemudian tidak membuang waktu, dia berlari ke arahku. Dia meluncurkan tinju hook kanan yang dengan mudah dapat kuhindari. Dia kemudian melancarkan sebuah tendangan, aku menangkap kakinya sejenak lalu melepasnya, membuat dia jatuh kehilangan keseimbangan.


"Footworkmu sangat jelek Angelo, mari kita mulai dengan melatihnya terlebih dahulu."


Angelo kemudian mulai melakukan lari dan lompat zig-zag sesuai arahan ku. Footwork sangat penting untuk menjaga keseimbangan agar bisa lebih efektif menghindar maupun menyerang.


Setelah selama 2 jam melakukan latihan seperti itu, Aku membiarkan Angelo istirahat dan membelikannya minuman.


"Sirius, aku ingin dapat bertarung. Mengapa kau tidak mengajariku tentang hal itu?" tanyanya kebingungan.


"Well... Teknik bertarung tanpa pondasi yang baik hanya akan membahayakannu di saat kondisi krusial. Percayalah, aku sering melihatnya terjadi," jelasku padanya mengingat masa latihanku dengan Master dulu.


"Tapi, Anak-anak itu pasti akan sering mengangguku lagi jika aku tidak cepat-cepat belajar!" pintanya kembali.


Mengapa anak-anak selalu punya semangat tinggi tidak jelas seperti itu? Melihat sikapnya ini, aku sangat takut dia termasuk tipe-tipe orang yang mati muda.


"Baiklah, aku akan mengajarimu satu atau dua gerakan untuk melawan seseorang yang lebih kuat darimu."

__ADS_1


Aku lalu memberitahukannya salah satu gaya bertarung serangan balasan. Gaya bertarung seperti memerlukan kecepatan dan kelincahan yang tinggi. Dengan badannya yang kecil, Angelo akan dapat dengan mudah mengeksekusi gerakan-gerakannya.


"Buat musuhmu kelelahan dan tunggu mereka membuat kesalahan lalu serang mereka secepat kilat di titik terlemah mereka. Cobalah serang aku kembali."


Angelo kemudian bangkit. Kali ini, dia tidak terburu-buru untuk menyerangku. Dia mengamati kuda-kudaku terlebih dahulu sebelum menyerang.


Dia mulai bergerak, Footwork yang dia miliki sudah lebih baik daripada sebelumnya. Menghindari dari tinju-tinju yang dia lancarkan, Aku menunggu kesempatan untuk melancarkan serangan balik.


Angelo kemudian melakukan sebuah langkah besar untuk menyerangku dengan cepat. Akan tetapi, aku menghindar sedikit ke samping lalu menendang kakinya, membuatnya terjungkal ke tanah.


"Aghhh! Sakit sekali!" jerit Angelo sambil memegangi kakinya.


"Untuk sekarang, cobalah kau latih Footwork terlebih dahulu, Angelo," ucapku sambil membantunya berdiri. "Besok Aku tidak akan bisa melatihmu karena memiliki janji dengan seorang teman."


"Baiklah, terima kasih untuk hari ini, Sirius!"


***


"Area distrik bawah sangat diawasi sangat ketat, Tuanku. Kami sangat kesulitan untuk kembali beroperasi di kota ini," jelas salah satu bawahannya itu.


Duke Penrose kemudian terdiam mendengar penjelasan dari bawahannya itu. Kota Wien merupakan salah satu daerah dengan pemasukan terbesar dalam bisnis peredaran obat terlarang ini.


"Cecile pelayanku, bagaimana menurutmu tentang keadaan yang sedang kuhadapi ini?" tanya Duke Penrose kepada seorang Wanita yang selalu berada di sampingnya itu.


"Kurasa Anda harus mengecoh mereka Tuan dengan menggunakan pengedar yang lebih sulit untuk dicurigai."


Mendengar perkataan Maid-nya itu, Duke Penrose berpikir sejenak. Untuk tempat pembuatan obatnya tersendiri, Duke Penrose hanya memiliki satu saja di wilayah Duchy Astria. Sangat sulit baginya untuk tetap menyembunyikan tempat produksi itu dari hidung mata-mata Kekaisaran.


Duke Penrose tidak mau mengambil resiko dengan menjalankan operasi di tempat yang sulit untuk melakukan peredaran. Akan tetapi, jika dia mengabaikan Kota Wien, sudah pasti pemasukannya akan turun hingga 15 persen.


"Cecile, apakah kau memiliki strategi bagus agar para Patrol Guard itu tidak dapat mengendus para kurir kita?"


"Ya, Tuan. Kita bisa menggunakan anak kecil untuk melakukan itu."

__ADS_1


***


Di area distrik bawah, setelah digrebek oleh para Patrol Guard, terlihat para warga yang berada di wilayah ini menganggur tidak memiliki pekerjaan. Satu keluarga kesulitan untuk hidup karena beberapa anggota keluarga mereka ditangkap oleh Patrol Guard untuk diperiksa.


"Pemerintah sialan! Mereka sesuka hati menghilangkan mata pencaharian kami tanpa memberikan solusi sama sekali!"


"Shhh! Bodoh, jaga ucapanmu! Apa kau mau ditangkap juga!?"


"Ditangkap maupun tidak itu sama saja! Sebentar lagi aku pasti akan mati karena kelaparan! Keluargaku juga pasti sama!"


Pemerintah Kota Wien sama sekali kurang peduli kepada warga di distrik bawah. Itu sangat wajar sekali karena wilayah itu tidak menyumbang pemasukan apapun kepada keuangan Kota. Warga di sana hanya membebani pemerintah dengan kriminalitas dan membuat citra Kota Wien menjadi buruk.


Di sisi lain Distrik, seorang anak kecil yang berusia 12 tahun sedang menyembunyikan sebuah makanan di dalam bajunya. Dengan keadaan Distrik yang seperti ini, seorang anak kecil membawa makanan hanya akan menjadi sasaran empuk para warga yang kelaparan.


Anak kecil itu adalah Angelo, dia membeli dia buah roti di dekat taman menggunakan uang yang dia terima dari Sirius saat Festival beberapa hari yang lalu.


Tok! Tok! Tok!


"Aria, ini aku, kakakmu," ucap Angelo sambil mengetuk pintu rumahnya.


Pintu pun terbuka memperlihatkan seorang gadis berusia sekitar 10 tahun. Terlihat dari kondisi tubuhnya, dia seperti sedang kekurangan gizi.


"Ini Aria, aku membawamu makanan enak."


"Wahh, terima kasih, kak Angelo! Hari ini kita bisa makan enak lagi!"


Melihat senyuman adiknya, membuat hati Angelo teramat sangat senang. Beberapa hari yang lalu, dia hampir kehilangan Adiknya karena tidak memiliki biaya untuk berobat. Untuk itu, dia terpaksa harus mencuri karena telah putus asa mencari uang.


Beruntung, Sirius memergokinya dan memberikannya bantuan. Jika saja Angelo bertemu Patrol Guard lain selain Sirius, dia tidak tahu lagi bagaimana akan takdir Adiknya itu.


Setelah mereka berdua selesai makan, Angelo melihat keluar jendela rumah. Terlihat beberapa orang sedang membicarakan sesuatu.


"Carilah beberapa anak-anak di sini. Aku akan memberimu 10 Shilling untuk setiap anak yang dapat kau kumpulkan."

__ADS_1


__ADS_2