
Keesokan siangnya, kami telah sampai di Desa Runfeld. Lena bersama kelima pahlawan lainnya berada di sebuah Manor ( Rumah bangsawan mewah) beristirahat setelah perjalanan jauh.
Desa Runfeld dikelola oleh para pendeta Kuil Athena yang dipimpin oleh seorang Abbot. Tidak jauh berbeda dengan kampung halaman Lena dulu.
Tidak jauh dari desa, ada sebuah reruntuhan desa lama yang hancur dikarenakan sebuah bencana alam 60 tahun yang lalu. Para warga yang berhasil bertahan kemudian membangun kembali desa yang baru tidak jauh dari reruntuhan tersebut.
Di setiap arah utara, timur, selatan dan barat desa, terdapat sebuah Kuil rahasia dimana para pahlawan akan melakukan Trial. Mereka harus menemukan Kuil tersebut sebelum ditempati oleh para pahlawan lain.
Setelah para pahlawan memasukinya, mereka tidak akan dapat keluar sebelum menyelesaikan trialnya itu. Beberapa Ksatria suci dan Patrol Guard akan menjaga para pahlawan di luar Kuil selama trial berlangsung.
Kami para Patrol Guard sedang berada di sebuah kedai minuman yang ada di alun-alun desa.
"Bagaimana dengan susu madu dari desa kami, Tuan?" Pemilik kedai menghampiriku.
Para penduduk di desa ini sangat ramah. Mereka menyambut para rombongan dengan suka cita. Menawari para Patrol Guard makan dan minum sepuasnya untuk hari ini.
Mereka bilang, para Pendeta Kuil Athena telah sangat baik merawat dan mereka ketika bencana alam yang menghancurkan Desa ini 60 tahun yang lalu.
"Sangat segar, Tuan Milbert." Selain pemilik kedai minuman, Tuan Milbert juga memiliki jabatan sebagai Ketua Desa di sini.
Berada di pedesaan seperti ini mengingatkanku pada masa kecilku.
Seorang bocah naif yang tidak tahu apa-apa yang bermimpi menjadi seorang pahlawan. Apakah aku masih menginginkan hal itu sekarang? Melihat Arthur bersanding bersama Lena membuatku menginginkannya kembali.
Tapi aku yakin... Orang yang hidup menempuh jalan darah sepertiku tidak seharusnya mengharapkan sebuah kebahagiaan di dunia ini.
Aku... Telah banyak sekali menghancurkan hidup seseorang. Kebahagiaan mereka ku renggut dengan membunuh orang-orang yang mereka sayangi.
Aku takut... Akan sebuah karma buruk yang selama ini kulakukan berbalik datang padaku.
Aku masih takut untuk menemuinya... Walaupun aku mengetahui dia masih hidup. Aku takut mendengar kata-kata itu kembali keluar darinya jika aku pergi menemuinya.
"Ussss.... "
Aku mendengar dia sudah memiliki seorang anak. Hidup berkeluarga layaknya manusia normal lainnya.
Aku tidak ingin kehadiranku merusak kehidupannya itu.
"Sirius!" Aku berbalik melihat Senior Kurt memanggilku dengan keras.
__ADS_1
"Apa yang terjadi padamu, Junior? Merasa bersalah atas mereka yang gugur di bawah kepemimpinanmu?" tanya Senior dengan nada khawatir.
"Ah, tidak Senior. Kurasa aku hanya kelelahan setelah melakukan perjalanan jauh seperti ini," ucapku beralasan.
"Baiklah, istirahatlah sejenak."
Keluar dari kedai minuman, aku melihat pemandangan desa Runfeld yang hidup dan ramai.
***
Di sisi lain, Arthur bersama para pahlawan lainnya dan Georgy sedang berkumpul di sebuah ruangan di Manor Desa Runfeld.
"Tuan Georgy, apakah Anda mengetahui tentang bagaimana Trial terakhir itu sebenarnya?" tanya Juan—seorang kandidat Pahlawan dari Kerajaan Aragon. Dia memiliki hubungan yang baik dengan Arthur.
"Aku mendengar dari Albert, dia mendapatkan sebuah Trial bertarung dengan dirinya sendiri di dalam kuil itu," jawab Georgy.
"Bertarung dengan diri sendiri?" Arthur terlihat kebingungan dengan jawaban Georgy.
"Bertarung dengan diri sendiri seperti tiruan kita?" ujar Alicia.
Georgy kemudian diam sejenak terlihat sedang mengingat-ingat sesuatu.
Mereka kemudian berbincang-bincang mengenai para pahlawan sebelumnya dengan Georgy. Dari kelima mantan pahlawan itu, dua di antaranya telah meninggal, satu menghilang entah kemana dan dua lagi sedang berada di Kekaisaran.
"Sekarang aku mengkhawatirkan Sang Saint," ucap Georgy pelan.
Mendengar hal ini, Arthur sedikit terkejut. Dia berpikir keamanan di desa ini sangat bagus.
"Dia masih belum memilih seorang Ksatria sebagai pengawal pribadinya," ungkap Georgy.
Mendengar hal ini, para pahlawan kembali terlihat kebingungan.
"Bukankah Anda itu Ksatria Ekslusif Sang Saint, Tuan Georgy?" tanya Maxhill yang terkenal tidak banyak bicara.
"Berbeda dengan pahlawan, Seorang Ksatria pilihan Sang Saint adalah hak prerogatif Sang Saint."
Untuk menjadi seorang pahlawan, diperlukan kriteria-kriteria tertentu untuk dapat di angkat resmi dan dianugerahi keberkatan oleh Sang Saint.
Sedangkan, Ksatria pilihan Sang Saint adalah seseorang yang murni dia pilih untuk menjadi pendampingnya. Mereka berdua akan memiliki sebuah ikatan spesial yang dapat digunakan ketika berada dalam pertarungan.
__ADS_1
"Aku hanyalah, Ksatria pilihan Sang Saint terdahulu—Maria Olivia. Sang Ksatria akan jauh lebih kuat dengan Sang Saint berada di sisinya, dan Sang Saint juga akan lebih aman jika Sang Ksatrianya selalu mendampinginya," jelas Georgy yang nada suaranya berubah mengenang waktunya ketika bersama Saint sebelumnya.
Mendengar hal ini, Arthur memiliki sebuah pertanyaan kepada Georgy.
"Tuan Georgy, apakah seorang pahlawan dapat menjadi seorang Ksatria pilihan Sang Saint?"
Mendengar pertanyaan ini, Georgy diam sejenak.
"Kurasa ada beberapa pahlawan yang menjadi Ksatria pilihan Sang Saint," jawab Georgy.
Mendengar hal ini, hati Arthur menjadi lega. Dia tidak ingin ada pria lain selain dirinya yang memiliki hubungan dekat dengan Lena.
"Arthur, aku ingin Sang Saint memilihmu sebagai Ksatria pilihannya," ujar Georgy.
"A-aku?" Arthur terkejut mendengar perkataan Georgy.
"Kau memiliki keberanian, tekad kuat dan hati yang bersih. Kau juga terlihat cukup dekat dengan Sang Saint." Mendengar perkataan Georgy, Arthur tiba-tiba tersenyum.
Namun, pikiran Georgy berbeda dengan Arthur. Georgy mengkhawatirkan hal yang lain selain keamanan Sang Saint ketika dirinya belum juga memilih Ksatria pilihannya.
"Well... Untuk sekarang, kau fokuslah terlebih dahulu untuk menyelesaikan trial besok malam," ujar Georgy.
"Mengapa harus malam hari, Tuan Georgy?" tanya Juan.
"Itu karena kuil rahasia tempat dimana kalian akan melakukan trial hanya akan terbuka ketika malam bulan purnama."
***
Malam harinya, dua sosok Vampir tengah mengintai desa Runfeld dari kejauhan.
"Regulus, sepertinya rombongan mereka sudah tiba. Apakah kau sudah menyiapkan sihir pemanggilnya?" tanya rekannya Marinua.
"Ya, persiapannya sedikit lagi akan selesai," ucap Regulus yang terlihat sedang menjilati tangannya yang terlihat ternoda oleh darah manusia.
"Hoo... Kau meminum seberapa banyak darah manusia untuk menyiapkan sihir pemanggil itu?'
"Hmm... Kurasa sekitar 100 orang." Regulus menjawabnya dengan sebuah senyuman dingin. "Lalu, bagaimana dengan kekuatan mereka? Kau sudah menghitung penjaga yang dibawa ke desa itu?"
"Terdapat kurang lebih 300 orang penjaga yang datang bersama rombongan Sang Saint. Kurasa 200 pasukan juga cukup untuk mengalahkan mereka," jawab Marinus.
__ADS_1
Setelah selesai dengan urusan mereka, dua Vampir itu kemudian menghilang di kegelapan malam.