The Assassin & The Blind Saint

The Assassin & The Blind Saint
Arc 3 Chapter 5 : Pertarungan di jembatan


__ADS_3

Perjalanan menuju Desa Runfeld sampai saat ini cukup lancar. Rombongan sekarang sudah berada di pertengahan perjalanan. Hari menjelang pagi, langit mulai tersinar oleh cahaya matahari.


Rombongan beristirahat di dekat sebuah sungai, aku bersama beberapa Patrol Guard lain sedang mendapat giliran jaga malam.


"Mengapa Sang Saint selama perjalanan hanya diam di dalam kereta kuda saja? Jika beliau menunjukan dirinya, aku yakin para Patrol Guard dan Ksatria Suci akan lebih bersemangat." ujar Senior Kurt yang sedang bersamaku melakukan giliran jaga.


Memang benar, sedari tadi Lena hanya berdiam diri di dalam kereta kuda saja. Dia hanya keluar ketika saat tenda istirahat sudah selesai di bangun.


"Walaupun aku setuju denganmu mengenai itu, Senior. Kita tidak ingin para musuh tahu keberadaan Sang Saint bukan?" jawabku.


Dengan penjagaan sebanyak ini, para kelompok bandit tidak akan berani untuk menyerang kita. Hanya saja, ancaman akan terlihat ketika rombongan mulai melewati jembatan alama sungai Ranola.


Terdapat beberapa laporan mengenai penyerangan dari monster Nymph di sekitar area jembatan. Yang paling berbahaya dari mereka adalah suara nyanyian yang mereka hasilkan.


Pagi pun datang, aku sedang berada di sebuah tenda besar tempat dimana pertemuan untuk diskusi mengenai keamanan rombongan dilakukan.


"Tuan Georgy, aku mempunyai rencana ketika sampai di sekitar jembatan nanti." Yang hadir di pertemuan ini adalah Georgy bersama satu orang Ksatria suci berambut pirang yang kutemui sebelumnya, Pemimpin rombongan, dan Ketua logistik.


"Kami akan mendengarkan saran dari, Tuan Sirius," ucap pemimpin rombongan bernama Wapol.


"Terima kasih, Tuan Wapol. Aku menyarankan ketika kita sampai di area jembatan, setiap Patrol Guard dan Ksatria Suci memakai sebuah penyumbat telinga."


"Mengapa demikian, Tuan Sirius?" tanya Wapol kebingungan.


"Kau mengkhawatirkan para Nymph yang saat ini sering membuat masalah, di sana, kah?" ujar Georgy menjawab pertanyaan dari Tuan Wapol. Aku mengangguk membenarkan perkataan Tuan Georgy.


"Jika kita melakukan apa yang kau katakan, Ksatria Suci akan sulit untuk berkoordinasi ketika serangan terjadi." Yang mengatakan hal itu adalah Pria berambut pirang yang berada di samping Georgy.


Kalau tidak salah, namanya adalah Arthur salah satu kandidat pahlawan.


"Arthur benar, standar operasional kami adalah melakukan saling komunikasi ketika melakukan kontak dengan musuh. Akan sangat sulit bagi kami untuk tiba-tiba merubah cara bertarung," ungkap Georgy memperkuat pendapat Arthur.


"Kalau begitu, aku ingin meminta Sang Saint untuk melakukan Area Purification saat serangan terjadi. " Aku menawari alternatif lain.


"Apa maksudmu! Itu hanya akan membuat Sang Saint menjadi sasaran empuk musuh! Apa kau tidak memikirkan keselamatan beliau!" Tiba-tiba pria yang bernama Arthur itu menggebrak meja. Kemarahannya diarahkan padaku.


"Arthur, tenanglah sedikit. Kau membuat Tuan Wapol dan Nona Serlina gugup," ucap Georgy mencoba menenangkan Arthur.


"M-maafkan kelancanganku, Aku hanya tidak suka pria itu membahayakan Sang Saint." Arthur kemudian kembali berjalan ke samping Georgy.


"Sang Saint tetap tidak akan menunjukkan dirinya, aku tidak mau mengambil resiko apapun," ucap Georgy.


"Bagaimana jika Beliau sendiri yang menginginkan untuk ikut ke medan pertempuran?" tanyaku yang sedikit mengerti akan sifat Lena yang sangat ngotot untuk membantu orang lain.


"Sang Saint tidak akan pergi ke mana-mana, Kita akan menghabisi Nymph itu dengan cepat tanpa membahayakan para rombongan dan Sang Saint," tegas Georgy. Sepertinya keputusan dia sudah bulat.


***


Di sisi lain, Lena sedang berada di dalam kereta kuda bersama Alicia von Otaker. Salah satu kandidat pahlawan yang memakai sebuah busur ketika bertarung.


"Hey, Alicia. Kau wanita sama sepertiku kan? Bagaimana pandangan keluargamu mengenai keinginanmu menjadi seorang pahlawan?" tanya Lena penasaran tentang stigma negatif terhadap seorang wanita.


Alicia akan menjadi pahlawan pertama bergender perempuan jika mereka berhasil menyelesaikan trial terakhir ini.

__ADS_1


"Keluargaku sangat menentangnya ketika pertama aku menyatakan keinginanku itu pada mereka, Saint Agung."


Alicia von Otaker adalah anak pertama dari seorang Duke dari Kerajaan Lorraine. Keluarganya menolak keinginannya untuk menjadi seorang Pahlawan. Ini dikarenakan Alicia tidak memiliki bakat dalam seni berpedang. Akan tetapi, Alicia mematahkan pandangan itu dengan bakatnya menjadi seorang pemanah.


"Sungguh menyebalkan sekali... para pria itu. Mereka selalu menganggap kita para wanita itu lemah dan harus dilindungi," ujar Lena yang terdengar sedikit kesal.


Alicia sedikit terkejut, ini pertama kalinya dia mendengar Sang Saint mengungkapkan kekesalan terhadap sesuatu. Alice kali ini merasa, itu sudah sewajarnya karena Sang Saint juga tetap seorang manusia.


"Hey, Alicia... Apakah aku boleh bertanya sesuatu? Ini mengenai tentang masalah wanita kau tahu," ucap Lena.


"Tentu saja, Saint Agung. Hamba akan menjawab pertanyaan Anda sebisa mungkin," kata Alice yang sedikit tidak terbiasa dengan perubahan gaya bicara Lena.


"Apa yang harus dikatakan terlebih dahulu ketika seorang pria dan wanita kembali bertemu setelah sekian lama berpisah?" Mendengar pertanyaan Lena, membuat mata Alice berkicap-kicap tidak menyangka Sang Saint akan menanyakan hal itu.


"Begini Saint Agung And—"


"Panggil saja aku Lena jika kita hanya berdua, Alicia. Kita berdua teman bukan?" ucap Lena sambil tersenyum padanya.


Dia cantik sekali...


Dalam hati Alice berpikir seperti itu.


"Baiklah, Lena. Yang harus kau katakan padanya adalah—"


***


Beberapa jam melakukan perjalanan, rombongan kemudian sudah tiba di sekitaran jembatan sungai Ranola. Area ini dikelilingi dengan kabut yang cukup tebal membuat jarak pandang kami terbatas.


50 Patrol Guard dan 50 Ksatria Suci menyusuri area sekitar jembatan untuk memastikan area itu aman sebelum dilewati oleh rombongan mereka.


Aku sendiri tidak memakai penyumbat telinga. Suara nyanyian para Nymph akan mudah masuk ke orang-orang yang tidak memiliki mana dan tidak bisa mengendalikan mana mereka.


Kommt und sucht uns, wo unsere Stimmen ~


Wir können nicht über dem Boden singen ~


Aku mulai mendengar suara nyanyian mereka, seketika aku mengaktifkan sihir Stabilize agar suara nyanyian mereka tidak membuat manaku kacau dan terjebak dalam ilusi mereka.


Efek samping dari sihir ini adalah, aku tidak akan bisa menggunakan sihir lebih efektif dari biasanya.


Und während Sie auf der Suche sind, sollten Sie Folgendes bedenken ~


Wir haben genommen, was Sie schmerzlich vermissen werden ~


"Aghhh!"


Tiba-tiba, sesosok Nymph melompat dari dalam air membawa salah satu Ksatria Suci ke udara lalu menyelam kembali bersama Ksatria Suci itu.


"Jangan panik! Kuatkan diri kalian dan perhatikan sekitar! Serang makhluk itu jika muncul kembali ke permukaan!" perintah Georgy.


-Byurrr!


Kali ini, puluhan Nymph yang melompat ke arah jembatan. Beberapa Ksatria Suci tidak dapat merespon serangan para Nymph karena tubuh mereka sudah mulai terkena ilusi suara Nymph.

__ADS_1


Melompat ke arah Nymph yang sedang membawa Ksatria Suci, aku menebas leher Nymph itu. Akan tetapi, tubuh keduanya tercebur ke dalam sungai.


Para Nymph yang muncul semakin banyak membuat para Patrol Guard dan Ksatria Suci mulai kewalahan.


"Windmill Strike!" Georgy mengeluarkan teknik pedang sihirnya. Membunuh tiga Nymph yang sedang melompat di udara.


"Light Saber!" Arthur menebas Nymph dengan sabetan pedang cahaya.


Area sekitar jembatan mulai dipenuhi dengan darah Nymph yang terbunuh.


Dua ekor Nymph terlihat melompat hendak menyerangku dari arah depan.


"Swift Slash!" Menyerang mereka dengan teknik berpedangku, tubuh kedua Nymph itu terbelah menjadi dua.


"Ughhh... " Tiba-tiba, aku merasakan hantaman dari arah belakang. Seekor Nymph sedang membawaku ke udara lalu kami berdua jatuh ke dalam sungai.


Cakar-cakar dan gigi tajam Nymph itu hendak menyerangku. Aku mencoba menebas lehernya dengan Baselard. Akan tetapi, tebasanku tidak terlalu berpengaruh. Kekuatan seranganku melemah karena berada di dalam air.


Akupun berbalik, di hadapanku terlihat puluhan Nymph sedang memangsa Ksatria Suci maupun Patrol Guard yang terjatuh ke Air.


Come seek us where our voices sound ~


We cannot sing above the ground ~


Mendengar suara nyanyian mereka yang jauh lebih merdu di dalam air, tiga Nymph kemudian melesat ke arahku.


Ini berbahaya, Aku harus segera keluar dari dalam air.


Berenang sekuat tenaga ke tepian, kakiku di tarik oleh salah satu dari mereka. Menegaskan Baselard ke tangan Nymph itu, aku berhasil kembali lolos.


Tinggal sedikit lagi...


Kakiku, akhirnya dapat menjejakan kembali ke tanah. walaupun kakiku masih ada di dalam air, setidaknya aku sekarang dapat dengan leluasa menggerakkan tanganku.


-Krawww!


Aku berbalik mendapati dua ekor Nymph melompat akan menyerangku kembali. Aku kemudian menusukkan Baselard ke leher salah satu Nymph tersebut.


Tubuhku kembali berada di dalam air karena terdorong oleh tubuh Nymph yang mati tersebut. Sisa satu ekor kembali melesat hendak menyerangku. Mendorong mayat Nymph yang menindihku, aku kemudian menendang kepala Nymph yang melesat hendak menyerangku.


Aku kemudian bergegas untuk segera keluar dari dalam air. Setelah berhasil ke daratan, aku melihat situasi pertempuran di jembatan terlihat kurang baik.


Berlari menuju jembatan, aku melihat seorang wanita berambut Platinum mendekat ke area jembatan.


Aber nach einer Stunde ist die Aussicht schwarz ~


Zu spät, es ist weg, es kommt nicht wieder ~


Lena bernyanyi mengeluarkan sebuah sihir area yang dapat menyembuhkan luka para Patrol Guard dan Ksatria Suci yang sedang bertarung di area jembatan.


Selain itu, Orang-orang yang terkena ilusi nyanyian para Nymph mendapatkan kesadaran mereka kembali berka sihir Purification yang Lena keluarkan.


Dengan kehadiran Sang Saint, para Patrol Guard dan Ksatria Suci akhirnya mendapatkan keuntungan dalam pertempuran. Setelah sekitar setengah jam bertarung, para Nymph itu akhirnya pergi meninggalkan area jembatan sungai.

__ADS_1


__ADS_2