
Beberapa hari berlalu, Aku kembali bertugas setelah mendapatkan libur yang cukup panjang kemarin. Memasuki markas, Aku kemudian langsung menuju ruangan briefing.
Terlihat puluhan anggota sudah memenuhi ruangan ini. Ketua Serena pun kemudian mulai berjalan ke hadapan para anggota di ikuta oleh Wakil Ketua Clarissa.
"Kali ini kita akan membahas mengenai peredaran obat-obatan terlarang yang kasusnya kembali muncul kemarin," ungkap Ketua Serena.
Huh? Bukannya kasus obat-obatan terlarang itu telah ditutup semenjak Ketua melakukan penggrebekan di area distrik bawah? Apa yang sebenarnya terjadi?
"Anggota kita menemukan beberapa pemuda yang mati karena overdosis obat yang sama kemarin malam di sudut kota," lanjut Ketua seraya memperlihatkan beberapa butir obat berwarna biru. "Anggota kita menemukan sekantung obat terlarang di samping mayat para pemuda itu."
Kurasa hal ini wajar saja terjadi karena yang kami hancurkan hanyalah basis para kurir yang menyalurkan obat-obatan itu ke para warga. Kami harus menemukan tempat pembuatan dan dalang utama pelaku pembuatan obat-obatan ini untuk mengakhiri kasus ini sampai ke akarnya.
"Aku ingin kalian lebih cermat dalam memperhatikan gerak-gerik orang-orang yang berada di kota. Sampai saat ini, kita belum menangkap satupun kurir baru yang menyebarkan obat-obatan ini dikota."
Kami telah mengintrogasi kurir-kurir yang tinggal di area distrik bawah mengenai dari siapa mereka mendapatkan obat-obatan itu. Akan tetapi, tidak ada yang mengetahui identitas pria yang memberi mereka obat terlarang itu, Para Patrol Guard hanya menemukan sebuah selokan tempat dimana pria misterius ini sering mengirim paket obat-obatan terlarang tersebut kepada para kurir.
Setelah melakukan Briefing, Aku kemudian keluar markas untuk menuju sebuah panti asuhan yang berada di area barat Kota.
Terlihat beberapa anak sedang bermain dengan sebuah pedang kayu dan tongkat di halaman panti. Tidak jauh dari sana, terlihat seorang suster yang memperhatikan mereka sambil duduk di sebuah teras.
Aku kemudian berjalan mendekatinya. Melihat kehadiranku, Suster itu pun berdiri lalu tersenyum. "Ada yang bisa saya bantu, Tuan Patrol Guard?" sapanya sambil tersenyum.
"Maaf menganggu waktu istirahat Anda, Suster. Aku ingin menjenguk Senior Hans."
Yap, ini adalah tempat tinggal Senior Hans. Dia sudah tinggal di sini sejak usianya masih anak-anak. Aku memutuskan berkunjung setelah Aku mendengar dia terluka karena menyelamatkan seorang anak yang akan terjatuh dari ketinggian kemarin.
"Begitukah? Apakah kau yang bernama Sirius? Hans sering menceritakanmu ketika dia menceritakan petualangannya memberantas kejahatan kepada anak-anak."
Suster itu kemudian mengantarku masuk ke panti asuhan. Kami memasuki ruangan pemulihan tempat dimana para Suster biasa menyembuhkan para pasien.
"Itu benar kau tahu! Setelah Aku menolong Junior ku yang payah itu, Aku lalu menghajar Bos para penjahat itu sampai tak sadar kan diri!"
Senior Hans sedang tertidur di atas kasur, kakinya terlihat di pasangi sebuah gips yang terikat di sebuah tiang di samping tempat tidur. Di sekelilingnya, beberapa anak tengah duduk di sebuah kursi mendengarkan cerita Senior Hans.
__ADS_1
"Oh, Junior! Kau datang menjengukku ternyata!" ujar Senior Hans yang menyadari kehadiranku.
Aku berjalan mendekatinya, terlihat beberapa anak mulai menghampiriku.
"Kakak! Kakak! Apa benar Kak Hans menumbangkan sepuluh penjahat hanya dengan satu pukulan!"
"Kakak! Kakak! Kak Hans bilang, dia selalu jadi rebutan wanita cantik para kakak-kakak Patrol apakah semua itu benar!?"
Ughhh... Senior, omong kosong macam apa yang telah cekoki kepada anak-anak polos ini!
Aku melirik ke arah Senior Hans, terlihat dia mulai mengedip-edipkan mata kanannya, membuat gestur agar Aku ikut mengalir dengan kebohongan yang dia buat.
Hah... Merepotkan sekali.
.
.
.
"Yo Angelo."
Angelo berpasan dengan tiga orang anak remaja. Dia mengenal mereka, tiga anak ini merupakan komplotan pencuri yang selalu mengganggu Angelo akhir-akhir ini.
"Mau apa kalian! Masih belum kapok ku hajar kalian semua!?" Angelo mencoba mengintimidasi mereka.
"Tenang, tenang, Angelo. Kami kemari bukan untuk mencari masalah denganmu! Sebaliknya, kami menawarkan bantuan untukmu!" ucap salah satu anak remaja itu.
Mendengar ini, Angelo meningkatkan kewaspadaannya. Dia mencium bau amis dari cara bicara anak remaja itu.
"Kakakku mempunyai pekerjaan yang sangat cocok untukmu! Kau sedang kesulitan mencari uang bukan?"
'Pekerjaan' Angelo memang sedang sangat membutuhkannya. Jika dia mempunyai pekerjaan tetap dan layak, maka hidup dia dan adiknya akan jauh lebih baik dari sekarang. Dia tidak ingin selalu mengandalkan Sirius untuk segala masalahnya, Sirius telah cukup banyak membantunya dalam bertahan hidup.
__ADS_1
"Jenis pekerjaan apa yang kau maksud?" tanya Angelo untuk memastikan.
"Oh... Kau tertarik? Ikutlah dengan kami sebentar."
.
.
.
"Senior, kapan kakimu bisa pulih kembali? Ketua bilang, dia memiliki misi untuk kita selidiki."
Sirius tengah mengobrol dengan Hans, mendiskusikan tentang misi yang sebelumnya Sirius terima dari Ketua ketika Briefing berlangsung tadi pagi.
"Well... Kau tahu, hampir semua pendeta ataupun penyembuh yang ada di Kota Wien sangat sibuk belakangan ini, kurasa giliranku untuk mendapatkan prosesi Healing akan datang tiga hari lagi," jawab Hans terdengar menyesal.
Dengan terbatasnya pendeta yang dapat menyembuhkan luka berat, maka warga yang lain harus mengantri untuk mendapatkan perawatan. Para pendeta biasa tidak seperti Lena yang dapat menyembuhkan segala luka dan penyakit dalam sekejap, mereka setidaknya membutuhkan waktu satu hari perawatan penuh untuk menyembuhkan yang di dapat oleh Senior Hans.
"Baiklah, kalau begitu Aku akan melakukan misi ini dengan Ketua saja kurasa."
"Ho~ Begitu, kah...? Kurasa akhir-akhir ini kau semakin dekat dengan Ketua, Sirius! Beritahu aku, mantra apa yang kau pakai untuk meluluhkan hatinya?"
Mendengar pertanyaan tidak berguna Senior membuatku ingin segera meninggalkan tempat ini.
"Aku tidak tahu, dan Aku tidak mau memikirkan apapun tentang hal itu. Mungkin saja karena Ketua merasa diriku berguna akhir-akhir ini."
Setelah menjenguk dan memastikan kondisi Senior Hans, Aku kemudian pamit untuk kembali ke markas.
"Sebuah misi investigasi lagi, kah...? Kuharap, Aku tidak perlu lagi menyiksa manusia untuk mendapatkan sebuah informasi lagi."
...----------------...
Halo Reader, Author di sini!
__ADS_1
Sebelumnya mohon maaf kalau baru update hari ini. Biasalah, RL lagi banyak masalah yang harus di selesaikan. Untuk kedepannya, saya masih belum bisa update daily seperti biasa. Bulan September ini memang lagi banyak urusan.
Anyway, makasih buat kalian yang masih setia baca Novelku ini ya... Semoga kalian diberi kesehatan selalu! Sampai ketemu lagi di Chapter berikutnya!