The Assassin & The Blind Saint

The Assassin & The Blind Saint
Arc 2 Chapter 6 : Wraith


__ADS_3

Malampun tiba, Aku dan Senior Karl sedang memeriksa daerah di sekitaran titik pertemuan 6 Hutan Eldea.


Hari ini bukan bulan purnama, kah? Kurasa akan lebih sulit untuk menggunakan Shadow Link jika terjadi pertarungan yang sulit.


Setelah beberapa menit melakukan pemeriksaan, kami menunggu datangnya Senior Hans untuk mendapatkan informasi. Hutan Eldea cukup luas dan akan sangat memakan waktu jika kita mencari lokasi pelelangan secara acak di hutan ini.


Tidak lama kemudian, aku melihat samar-samar sesosok manusia yang tengah berlari.


Kurasa itu Senior Hans. Tunggu, mengapa ekspresinya terlihat mengerikan.


“Pendeta goblok! Kesini kau! Akan ku hajar kau habis-habisan!”


Senior Karl yang sedang bersandar di sebuah pohon kemudian berbalik. Melihat tatapan Senior Hans yang terlihat marah membuatnya menjadi gugup.


“Mati kau!!!”


BAMM!


Senior Karl menghindari pukulan Senior Hans. Terlihat pohon tempatnya bersandar itu roboh terkena pukulan Senior.


Jadi Senior Hans seorang Brawler, kah?


Senior Karl kemudian mulai berlari sekencang-kencangnya.


“Jangan kabur kau brengsek!” Senior Hans mulai mengejar Senior Karl ke dalam hutan.


Mereka ini apakah sedang bercanda? Bukankah kita sedang di tengah melakukan sebuah misi. Aku kemudian mengikuti mereka masuk ke dalam hutan. Setelah beberapa menit bermain kejar-kejaran, Senior Hans kemudian memberitahukan hasil penarikan informasinya.


“Kalau tidak salah, bajingan itu mengatakan secara samar sebuah sungai dan gua,” ungkap Senior Hans.


“Herdphat sheebhuahh shhungaii bheberrhapa KM dharhii shnni.” Kata-kata Senior Karl sangat tidak jelas karena Senior Hans memukulinya yang membuat wajah dan mulutnya memiliki sebuah benjolan besar.


“Senior Karl, kurasa kau harus menyembuhkan dirimu dahulu dengan sihir penyembuhan.”


“Okhhay.”


Senior Karl kemudian pergi ke pojokan.


“Lalu Senior Hans, apa yang Senior dapat selain lokasi pelelangan itu darinya?”


“Kurasa aku juga samar-samar mendengar bangsawan tinggi dari barat Kekaisaran dan pemberontak.”


Bangsawan tinggi dari barat? Kurasa terdapat empat Duchy di wilayah barat Kekaisaran. Jadi salah satu dari mereka adalah pelaku utama dari pelelangan ilegal ini, kah? Lalu pemberontak, apakah mereka mempunyai hubungan tertentu dengan Bangsawan tinggi ini?


“Kurasa lebih baik kita mengecek lokasi yang Senior dapat dari Pendeta itu. Senior Karl! Apakah Senior sudah selesai!?”


Senior Karl kemudian kembali dan terlihat wajahnya sudah sembuh seperti semula. Sihir memang praktis.


Kami lalu berjalan lebih ke dalam hutan menuju ke tempat yang sesuai dengan yang Senior Hans bilang.


Setelah beberapa menit berjalan, kami akhirnya menemukan sebuah sungai. tepatnya di dekat jembatan penghubung.


“Hey Hans, sekarang apa yang kita lakukan. Kurasa kau tidak mempunyai bakat menjadi pengumpul informasi.”


“Hey, Pendeta busuk. Bukankah kau yang menyuruhku melakukan hal itu!”


Hahhh… sepertinya mereka akan mulai berkelahi lagi. Aku kemudian melihat sebuah sumber cahaya yang agak terang mengarah kemari.


“Shhhh! Senior, jangan berisik.” Aku kemudian menunjukkan arah sumber cahaya tadi yang kulihat kepada mereka.


Terlihat sebuah rombongan kereta kuda. Di atas gerobaknya, terlihat sebuah kandang-kandang yang memuat manusia dan Demihuman.


“Sirius, apa yang akan kita lakukan?” tanya Senior Hans.


Kedua Senior melihatku seolah-olah aku yang memimpin misi ini.


“Kita intai terlebih dahulu untuk melihat kapabilitas tempur mereka. Jika memungkinkan untuk kita sergap, kita akan menyerang mereka dan mengintrogasi salah satu dari mereka mengenai pelelangan itu.”


Kedua Senior kemudian mengangguk setuju. Kami kemudian mulai mengikuti rombongan kereta kuda itu.

__ADS_1


Sepertinya mereka baru saja menyetorkan budak-budak itu terlihat dari beberapa sel yang kosong.


Hmm… empat supir dan sepuluh orang penjaga, kah?


“Senior Karl, apa Senior punya teknik bertarung?”


“Hey, aku hanya seorang pendeta dan hanya mengetahui sihir-sihir Support.”


“Baiklah. Senior Hans ambil pengawal yang ada di samping kiri sedangkan aku yang kanan, setuju?”


Senior hanya mengangguk merespon usulku.


“Baiklah, mari kita mencari posisi yang baik untuk menyergap mereka.”


Kami lalu memotong jalan untuk mendahului mereka. Senior Hans dan aku kemudian naik ke sebuah pohon untuk bersiap menyergap mereka. Aku kemudian melihat lebih detail ke salah satu pengawal itu. Dia terlihat memiliki sebuah Ludger di sakunya.


“Senior, kurasa mereka salah satu bagian dari pemberontak. Berhati-hatilah dengan senjatanya.”


“Baiklah.”


Kami lalu menunggu hingga rombongan itu melewati kami. Yang kami incar terlebih dahulu adalah pengawal yang berada paling belakang. Aku kemudian melompat dan mendaratkan lututku ke wajah pengawal itu.


Bamm!


Pengawal itu pingsan seketika. Kemudian aku melesat dan menendang pengawal yang lain di depanku.


“…!”


“…!”


Setelah aku menumbangkan kedua pengawal, barulah rombongan itu menyadari bahwa mereka telah di sergap.


“Ki-kita di serang! Bunuh mereka!”


Dor! Dor! Dor!


Aku menghindari tembakan mereka berlindung di balik kereta kuda. Bagaimana dengan Senior Hans?


Aku melihat Senior tengah mendaratkan sebuah pukulan ke wajah salah satu pemberontak itu.


Ya, dia akan baik-baik saja.


Aku mendengar suara langkah kaki mendekat. Aku kemudian muncul secara tiba-tiba dan meninju wajah salah satu dari mereka. Sisa dua dari mereka kemudian mengarahkan Ludgernya ke arahku.


Dor! Dor!


Aku melompat ke depan melakukan gerakan koprol untuk menghindari tembakan mereka. Aku melayangkan dua tinjuan yang mengarah ke perut mereka.


“Ughhh!


“Aghhhh!


Mereka kesakitan tertunduk memegangi perut mereka.


Aku kemudian menyerang mereka kembali dengan double uppercut membuat mereka terpental hingga tak sadarkan diri.


Setelah mengalahkan musuh-musuhku, aku kemudian melihat bagian Senior Hans tinggal menyisakan dua orang.


“Hey! Pakai artifak itu sekarang!”


Aku kemudian melihat salah satu dari pemberontak menekan sebuah benda di genggaman tangannya.


Sial! Itu salah satu Artifak pemanggil!


Tiba-tiba, muncul sebuah cahaya pada artifak itu. Lingkaran sihir muncul.


“Aghhhh! Apa ini!?”


Orang yang mengaktifkan artifak tadi dan rekannya tiba-tiba tubuh mereka berdua terbakar hingga menjadi abu. Tak lama kemudian muncul dua sosok mirip manusia dengan hanya tengkorak saja memakai sebuah jubah tampak melayang dari abu kedua pemberontak itu.

__ADS_1


Melihat pemandangan ini, supir-supir kereta kuda itu melarikan diri.


“Senior Hans! Kejar mereka! Jangan biarkan mereka lari! Aku dan Senior Karl akan menghadapi yang di sini!”


Senior Hans kemudian berlari untuk menangkap supir-supir itu. Di hadapanku sekarang, terdapat dua sosok Wraith. Mereka kemudian melesat ke arahku sambil menunjukan cakar-cakar mereka. Aku kemudian mundur menghindari serangan mereka dan menjaga jarak.


Wraith, mereka adalah jelmaan dari manusia yang mati tapi masih menyisakan penyesalan yang dalam. Mereka bisa di summon atau tercipta di tempat-tempat seperti pemakaman. Cara mengalahkannya adalah menggunakan sihir divine ataupun formasi pentagram.


“Senior Karl! Apakah Senior memiliki sihir divine atau dapat menggunakan formasi pentagram!?”


“Gooblokkk Sirius! Jangan memanggilku! Makhluk-makhluk itu akan lebih mengejarku karena aku adalah seorang pendeta!’


Tidak lama setelah Senior meneriakkan itu, salah satu Wraith kemudian melayang ke arah semak-semak di mana Senior bersembunyi.


“Hiiii! Siall! Aku hanya bisa membuat formasi pentagram! Tapi aku butuh waktu untuk menggunakannya!”


Senior mengatakan itu sambil berlari dari kejaran Wraith itu. Sementara itu, Wraith di depanku terlihat melesat hendak menyerangku dengan cakarnya.


Clangg!


Aku menangkisnya dengan Baselard. Wraith itu kemudian mengayunkan kembali tangannya menyerang kepalaku. Aku kemudian menunduk dan melakukan tebasan vertikal ke arah atas. Untuk memotong tangannya itu. Tak berhenti di situ, aku melakukan sebuah lompatan dan menendang bagian dada Wraith itu yang membuatnya terpental.


Terlihat tulang dari tangan yang telah aku putuskan tumbuh kembali.


“Sirius! Tolong aku!”


Aku kemudian segera bergegas ke lokasi Senior Karl. Terlihat dia sedang di kejar oleh Wraith itu.


Tunggu dulu, mengapa dia berlari sambil menempelkan kedua tangannya?


“Jangan diam saja Sirius! Tolong aku woyy!”


Aku kemudian berlari ke arah Wraith yang mengejar Senior lalu melakukan sebuah tendangan terbang ke wajah Wraith itu yang membuatnya terpental.


“Fiuhhh! Hampir saja.” Senior Karl kemudian menghampiriku.


“Senior, mengapa kau berlari dengan aneh seperti itu?”


“Oh, untuk pendeta selevel diriku. Kami harus melakukan ini tidak seperti pendeta-pendeta senior yang bisa mengucapkannya dengan instan.”


“Begitukah.”


Hoooo


Kedua Wraith itu kembali melayang ke arah kami berdua.


“Senior, apakah masih lama?”


“Sebentar lagi, aku akan memberimu tanda jika formasinya sudah siap.”


Aku kemudian berlari maju untuk menghadapi dua Wraith itu. Mereka kembali memperlihatkan cakar mereka yang tajam.


“Holy Stardust!”


Tiba-tiba, terdapat sebuah lingkaran bintang tepat di tanah dimana aku dan dua Wraith itu berada.


Aku kemudian menghindari kedua serangan mereka dengan menunduk lalu menusukkan Baselard tepat di jantung salah satu Wraith.


Hoooo


Wraith itu kemudian hancur lebur menjadi butiran debu. Aku kemudian menebaskan Baselard ke Wraith yang terakhir. Tengkorak kepalanya melayang kemudian menjadi butiran debu di udara.


“Good Job Sirius!”


Senior Karl memberiku sebuah tanda jempol. Serius apa maksudnya gestur itu? Apakah itu sedang trendi di masyarakat sekitar?


“Senior, ayo kita kembali dan menemui Senior Hans.”


Ketika kami kembali ke kereta kuda mereka, Senior Hans sedang mengikat keempat supir-supir yang kabur tadi.

__ADS_1


“Lalu, apa yang akan kita lakukan dengan para pemberontak yang tak sadarkan diri ini? Juga para budak yang mereka bawa?” tanya Senior Hans.


“Sebelumnya, mari kita interogasi salah satu dari mereka untuk membeberkan letak pelelangan budak itu. Lalu, kurasa Senior Karl dapat kembali ke markas untuk meminta bantuan Departemen logistik untuk membantu membawa para pemberontak dan budak-budak ini.”


__ADS_2