The Assassin & The Blind Saint

The Assassin & The Blind Saint
Arc 2 Chapter 7 : Partner


__ADS_3

Byurrr!


“Huh? Apa yang terjadi!? Dimana Patrol Guard sialan it—”


Bamm!


Senior Hans memukul wajah pria yang basah karena di siram itu. Dia lalu menjambak rambutnya dan mendekatkan bibirnya ke telinga pemberontak itu.


“Dengarkan aku, sampah. Junior yang ada di sampingku ini akan memberimu pertanyaan. Jika kau tidak menjawab atau memberikan keterangan palsu, aku akan menjamin kau akan menjadi makan malam hewan buas yang ada di hutan ini, mengerti?”


Mendengar ancaman Senior, pemberontak itu hanya mengangguk.


“Baiklah, waktu kami terbatas jadi untuk sekarang aku hanya akan menanyaimu tidak lebih dari tiga pertanyaan.” Aku mendekatinya dan menatap mata pemberontak itu.”Dimana letak pelelangan budak yang baru saja kalian datangi?”


Pemberontak itu terdiam lalu melihat sekelilingnya. Mungkin dia ingin mengetahui bagaimana nasib rekan-rekan mereka.


Bamm!


“Aghhh!”


“Jawab pertanyaannya!” Senior kembali memukulnya. Kali ini, terlihat sebuah gigi keluar dari mulutnya.


“Baik! Baik! Bisakah kau hentikan itu!? Sekitar 4 KM dari sini, arah timur hutan. Akan ada sebuah gua yang akan membawamu ke sebuah terowongan bawah tanah. Jika kalian mengikutinya, maka kalian akan keluar tepat dimana pelelangan itu di adakan.”


“Baiklah, pertanyaan kedua. Bagaimana seseorang bisa masuk kesana? Apakah mereka memilki semacam kode rahasia untuk dapat di perbolehkan masuk?”


“Iya, para pengawal yang menjaga akan menanyai kalian ‘Mengapa lelaki sejati lebih tertarik kepada dada wanita ketimbang pantat mereka?’ kalian harus menjawab ‘Karena pria sejati hanya akan berbicara dengan seorang wanita berhadap-hadapan’ kalian akan di beri masuk jika mengatakan seperti itu.”


Apa-apaan orang yang membuat kode seperti itu? Orang mesum, kah?


“Baiklah, pertanyaan ketiga. Bagaimana kalian mendapatkan budak-budak ini?”


Mendengar pertanyaanku, pemberontak itu hanya mengalihkan pandangannya saja. Mungkinkah dia juga tidak setuju mengenai hal ini?


Bamm!


“Jawab pertanyaannya bodoh!” Hidung pemberontak itu mengeluarkan darah kali ini.


“Rata-rata budak manusia kami dapatkan dari Patrol Guard yang kami tangkap. Kami mendapatkan Demihuman dari koneksi kami dengan orang luar negeri ini. Hanya itu yang kutahu sumpah…”


Kurasa dia adalah pria yang baik dan hanya mengikuti para pemberontak hanya karena keadaan.


“Baiklah, karena kau telah bekerja sama dengan kami. Di pengadilan nanti, mungkin kau akan di ringankan masa hukumanmu.”


Setelah kami interogasi, Aku dan Senior kemudian mendiskusikan apa yang akan di lakukan selanjutnya.


“Lalu, apa yang akan kita lakukan. Misi kita hanya menginvestigasi saja bukan?”


“Ya… kurasa kita harus ke pelelangan itu untuk lebih mengumpulkan informasi. Kurasa kita membutuhkan penyamaran untuk kesana. Kulihat banyak baju-baju bagus dan beberapa topeng di salah satu gerobak pemberontak itu.”


Kami kemudian mengganti seragam kami dengan pakaian yang ada di gerobak kereta kuda para pemberontak itu. Kami juga menggunakan sebuah topeng agar wajah kami tidak di kenali.


“Sirius, bagaimana penampilanku?”


Senior Hans memakai sebuah blouse putih, jas hitam, sebuah dasi dan sarung tangan putih. Dia layaknya seorang kepala pelayan dari seorang Bangsawan besar. Kami lalu segera bergegas ke arah timur hutan.


Beberapa saat kemudian, kami tiba di sebuah tebing. Di bawahnya terlihat sebuah gua yang cukup besar. Kami kemudian menuruni tebing itu lalu memasuki gua.


“Senior Hans, lihat.”

__ADS_1


Aku menemukan sebuah jejak roda kereta kuda di gua ini. Kami kemudian menelusuri gua ini yang jalannya mulai menurun, berkelok dan menanjak. Tak lama kemudian, kami melihat sebuah pintu gerbang yang di jaga oleh beberapa orang. Kami lalu menghampiri mereka dengan sikap senatural mungkin.


“Mengapa lelaki sejati lebih tertarik kepada dada wanita ketimbang pantat mereka?”


Serius, siapa sih yang menggunakan kalimat ini menjadi sebuah kode? Aku kemudian melirik kepada Senior Hans dan dia juga melirik ke arahku. Aku membuat gestur dengan kedipan mata agar dia yang menjawab kodenya. Aku tidak sudi menjawab pertanyaan mesum itu dari orang lain.


“Karena pria sejati hanya akan berbicara dengan seorang wanita berhadap-hadapan.” Senior mengatakan kalimat itu dengan sangat natural.


Mungkinkah karena dia sudah terbiasa mengatakan hal mesum kepada Wakil Ketua?


Setelah menjawab kode mereka, orang-orang itu membukakan pintu gerbang itu. Terlihat sebuah ruangan yang luas beserta cahaya-cahaya yang menerangi seisi ruangan itu.


Bagaimana mereka bisa membangun ruangan bawah tanah sebesar ini? Aku dan Senior kemudian masuk ke ruangan itu. Terlihat banyak orang yang memakai topeng-topeng seperti kami. Mereka sedang asik melihat-lihat budak yang tengah di kurung di jeruji besi. Nampaknya tidak hanya pelelangan, di sini juga terdapat jual beli budak ilegal secara langsung.


Walaupun berada di dalam tanah, tempat ini juga tidak terasa panas. Apa rahasianya?


“Hey Sirius, lihat jeruji besi yang di sana.” Senior Hans menunjuk tangannya ke sebuah tenda besar yang di dalamnya menyimpan para budak yang di kurung.


“Kurasa aku mengenali salah satu orang yang ada dalam kurungan itu.”


Senior Hans kemudian bergerak menghampiri tenda tersebut. Aku mengikuti dari belakang.


“Hadirin sekalian! Bisa di pilih-bisa di pilih! Budak-budak kami ini memiliki kualitas yang sangat bagus!”


Seorang promotor bertopeng gagak menarik minat orang-orang yang ada di sini.


“Dugaanku benar, lihat pria berotot kekar yang ada di sana. Dia adalah Daniel—Anggota Patrol Guard Kota Koninburg. Aku mendengar, dia menghilang beberapa minggu yang lalu. Kita harus membebaskannya, Sirius.”


Aku kemudian melihat seorang pria yang tengah dikurung dan dirantai lehernya di pojokan tenda. Sepertinya dia bukan budak utama yang ingin promotor itu jual.


“Kami memiliki barang yang spesial hari ini!” Dua orang kemudian mendorong dua buah gerobak lalu membuka kain yang menutupinya.


“Hoooh!


Telinga lancip, kulit putih mulus dan rambut yang indah. Sosok itu adalah seorang Elf wanita. Di gerobak sampingnya terlihat sesosok mirip manusia. Akan tetapi, sosok itu memiliki sebuah ekor berbulu lebat dan telinga seperti rubah. Sosok itu adalah Manusia rubah wanita.


“Barang spesial malam ini adalah…! Elf dan manusia rubah yang mempesona!”


Aku dan Senior Hans kemudian maju menghampiri promotor itu. Orang-orang yang berada di dekat tenda ini memperhatikan kami dengan ekspresi penuh tanda tanya.


“Di lihat dari pakaiannya, apakah dia bangsawan besar?”


“Shhhh! Jika dia mendengarmu, kau akan dalam masalah kau tahu.”


Terdengar orang-orang tengah berbisik membicarakan kami.


“Ah Tuan yang terhormat, apakah ada barang kami yang menarik perhatian tuan?” tanya promotor itu.


Aku kemudian melihat Elf dan Manusia rubah itu. Terlihat ekspresi mereka terlihat lemas tidak memiliki motivasi hidup. Dengan tubuh seperti itu, kurasa banyak yang akan membeli mereka di sini.


“Hey, aku bertaruh dia akan memilih Elf cantik itu. Sudah sewajarnya para Bangsawan besar menginginkan seorang Elf”


“Aku bertaruh 1 Golling dia akan lebih memilih tubuh yang bagus manusia rubah itu. Akan tetapi, aku ragu promotor itu akan memberikan harga yang murah.”


Hey, aku bisa mendengar bisik-bisik kalian tahu. Aku kemudian mengangkat tanganku. Para penonton terlihat melihat pergerakan tanganku secara seksama.


“Aku memilih… Pria itu.” Aku menunjuk ke jeruji besi dimana Daniel di kurung.


“…!”

__ADS_1


“…!”


Terlihat orang-orang terkejut dengan pilihanku.


“Kurasa dia memiliki orientasi yang tidak biasa.”


“Aku juga sering mendengar rumor orientasi seperti itu sedang populer di kalangan bangsawan.”


Sudah kubilang, aku bisa mendengar bisik-bisik kalian. Memangnya, orientasi apa yang mereka sebenarnya bicarakan ini?


Aku kemudian melihat kesamping mendapati Senior Hans sedang menahan tawa.


“Hahhh… Lalu, berapa harga pria di sana itu?”


Promotor itu nampak sedikit terdiam menyadari pilihanku.


“A-ah itu ya… hanya 1 Golling tuan. Sebenarnya, kami sudah berusaha menjualnya. Akan tetapi, tidak ada yang berminat untuk membelinya.”


Aku kemudian memberinya satu keping uang emas yang ada di kantongku. Itu adalah tabunganku selama dua bulan. Kami lalu mendekati Daniel yang sedang terduduk menunduk.


“Hey, Daniel…”


Mendengar namanya di panggil, dia kemudian mengangkat kepalanya lalu melihat kami.


“H-huh? Hanss—“ Senior Hans dengan cepat menutup mulut Daniel yang hendak berteriak.


“Shhhh! Bodoh, kau ingin ku selamatkan tidak?”


Daniel hanya mengangguk mendengar perkataan Senior Hans.


Setelah kami menyelesaikan transaksi dengan pedagang budak itu, kami kemudian mencari tempat untuk mengobrol untuk mengetahui detail mengenai bagaiman Daniel dapat berakhir menjadi budak.


“Jadi Senior di sekap selama satu minggu di markas pemberontak sebelum di bawa ke pelelangan ini? Apakah Senior tahu dimana letak markas para pemberontak itu?”


Mendengar pertanyaanku dia hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.


“Mataku selalu di tutup oleh sesuatu setiap para pemberontak itu membawaku.”


“Begitukah… Apa Senior tahu tempat dimana senior di sekap oleh para penjual budak ini sebelum di bawa kemari?” tanyaku kembali.


Kali ini Senior Daniel terdiam seolah-olah sedang mengingat sesuatu. “Kurasa sekitar 2KM dari arah utara. Aku di sekap di sebuah Gua yang di dalamnya terdapat rumah-rumah kayu.”


“Begitukah… Terima kasih atas informasinya Senior.” Aku kemudian berbalik menghadap Senior Hans.”Kurasa Senior dan Senior Daniel bisa pulang terlebih dahulu ke markas. Aku akan mencari tempat para penjual budak ilegal itu menyimpan para budaknya agar kita bisa menggerebeknya di lain waktu.”


“Baiklah.”


Senior Hans dan Senior Daniel kemudian kembali ke tempat dimana kami menyerbu para pemberontak itu. Kurasa tidak akan menunggu waktu yang lama sampai Departemen logistik sampai di sana.


Aku kemudian mulai bergegas ke tempat yang Senior Daniel tunjukan. Malam semakin larut. Mulai terdengar suara hewan-hewan hutan. Suhu udara menjadi lebih dingin.


Setelah beberapa menit berjalan, aku melihat sebuah gua tidak jauh dari tempatku berada. Aku melihat di kejauhan beberapa orang yang sedang menjaga jalan masuk gua itu.


Empat orang, kah? Apakah aku bisa menumbangkan mereka semua tanpa ketahuan.


“Kurasa kau bisa saja mengalahkan mereka tanpa harus di ketahui.”


Aku kemudian berbalik mendengar suara seorang wanita yang merespon apa yang aku pikirkan. Suara langkah kaki terdengar. Tidak lama kemudian terlihatlah sosok wanita cantik. Dia memiliki rambut coklat sebahu. Senyumannya terlihat sangat menggairahkan mampu membuat para lelaki yang menerimanya akan jatuh oleh pesonanya.


“Lama tak bertemu, Sirius. My Partner.”

__ADS_1


__ADS_2