The Assassin & The Blind Saint

The Assassin & The Blind Saint
Arc 2 Chapter 18 : Air terjun


__ADS_3

Setelah mengalahkan dua pemberontak itu dan menonaktifkan Artifak Red Birdcage, Aku bergegas kembali ke pusat pertarungan. Dari kejauhan, terlihat para Patrol Guard sedang mengalami kesulitan melawan Zerrigan. Seekor monster yang sangat merepotkan.


Monster itu memiliki kemampuan untuk membelah diri hingga mencapai ribuan! Untuk mengalahkannya, aku harus mencari tubuh utamanya lalu membunuhnya.


Belahan dirinya yang lain akan musnah bersamanya jika berhasil membunuh tubuh utama monster itu.


Melompat dari bangunan ke bangunan lain, aku mencoba untuk mencari keberadaan tubuh utamanya.


“Mundur! Cahaya merah yang mengurung kita telah menghilang! Di luar tempat ini, terdapat tim medis yang telah menunggu! Mundur!” Wakil Ketua terlihat mengarahkan Para Patrol Guard.


Mundur, kah? Aku melihat para Zerrigan itu hampir memenuhi seisi Basecamp bagian tengah.


Aku turun dari atas bangunan lalu menghampiri Wakil Ketua.


“Sirius! Kau dari mana saja!? Kami menghadapi kesulitan di sini!” Aku mendengar teriakan Senior Hans.


Aku berbalik lalu melihatnya sedang bertarung dengan kerumunan Zerrigan di bagian kiri perimeter formasi Patrol Guard.


“Wakil Ketua, bagaimana progress penarikan mundur Anggota berjalan?” Mendengar pertanyaanku, Wakil Ketua kemudian menghampiriku.


“Berkat kurungan cahaya merah itu yang sudah hilang, kita dapat mengevakusi para korban jiwa dan luka dari tempat ini. Kami membuat perimeter seluas 100 meter untuk menahan ribuan monster itu tapi..." Wakil Ketua kemudian melihat para anggota yang tengah bertarung di setiap sudut perimeter. Mereka terlihat sangat kelelahan. “Jika intensitas serangan musuh tidak mengendur, kita akan dibantai dalam kurun waktu 5 menit. Apakah kau memiliki rencana, Sirius?”


“Monster yang kita sedang hadapi ini adalah Zerrigan yang memiliki kemampuan membelah diri. Kita harus membunuh tubuh utamanya untuk dapat keluar dalam situasi ini,” jelasku. “Wakil Ketua, perintahkan lah para anggota lainnya untuk meningkatkan serangan mereka, aku akan mencari tubuh utama monster ini lalu membunuhnya.”


“Tapi ka—“ Belum sampai Wakil Ketua menyelesaikan perkataannya, aku berbalik lalu melompat ke atas bangunan.


Meninggalkan perimeter, aku mencari tubuh utama monster menjijikan itu. Melompat dari atas bangunan ke bangunan lain. Aku menulusuri setiap sudut perimeter. Terlihat tiga Zerrigan yang naik ke atas sini lalu melompat untuk menyerangku.


Menghindari serangan mereka, aku kemudian mencoba melakukan serangan balik berniat menebas kepala monster itu. Namun sayang, tebasanku hanya mengenai angin saja.


Monster-monster ini sangat lincah! Aku tidak memiliki waktu untuk menghadapi mereka.


Berbalik badan, aku kemudian melompat ke bangunan yang lain sambil mencari tubuh utama Zerrigan.


Aku merasakan, tiga Zerrigan yang tadi masih mengejarku. Berlari dan melompat dari atas bangunan ke bangunan lain, Zerrigan yang mengejarku semakin bertambah. Di belakangku, aku melihat 9 Zerrigan yang selalu mengikuti pergerakanku.


Di depanku, aku melihat satu Zerrigan behasil naik kesini, Monster itu kemudian melesat ke arahku.


Aku kemudian meninju wajahnya dengan kuat sehingga dia terpental jatuh dari atas sini. Namun, distraksi monster itu membuat pergerakan ku melambat. Aku kemudian berbalik, terlihat empat Zerrigan tengah melompat ke arahku.


Aku melompat ke kiri lau ke kanan untuk menghindari serangan mereka. Sisa empat Zerrigan namun tidak memberiku kesempatan untuk kabur, mereka menembakan sebuah cairan dari tangan mereka ke arahku.


Aku dengan kesulitan melompat kembali untuk menghindari tembakan mereka. Namun, sebelum aku berhasil mendarat, sisa satu Zerrigan melesat dari arah depan melakukan sebuah tendang terbang.


Aku menahannya dengan kedua tanganku untuk menyerap hantaman tendangannya. Akan tetapi, berkat momentum serangannya, tubuhku terpental jatuh dari atas bangunan itu.


-Brak!


Aku menabrak menembus dinding kayu sebuah bangunan lalu bergegas bangkit sebelum mereka kembali menyerangku secara bersamaan.


Sial! Dimana tubuh utama monster itu! Waktu yang aku punya menipis, semuanya akan mati jika aku tidak segera membunuhnya!


Memanjat bangunan paling tinggi di tempat ini. Aku memfokuskan pandanganku melihat sekeliling. Terlihat ribuan Zerrigan tengah memaksa untuk menembus pertahanan perimeter Patrol Guard. Di bahwa bangunan, para Zerrigan yang mengejarku tadi mulai memanjat ke atas bangunan ini.


Aku kemudian mengalihkan pandanganku ke bagian utara perimeter Patrol Guard. Aku lalu melihat sesuatu 50 meter dari perimeter, seekor monster yang sedang membelah diri di kelilingi banyak sekali Zerrigan disekitarnya.


Aku menemukannya!


Melompat dari atas bangunan ini, aku bergegas untuk masuk kembali perimeter. Akan tetapi, tubuh utama itu dikelilingi banyak sekali Zerrigan.


Bagaimana aku dapat dengan cepat untuk mendekatinya?


Ketika telah masuk ke perimeter, aku melihat empat orang penyihir di atas sebuah bangunan. Mereka sedang menembakan sihir ke arah kumpulan Zerrigan yang mengepung para Patrol Guard. Aku lalu bergegas menghampiri mereka.


“Apa yang kau lakukan di sini? Para anggota yang lain sedang kesulitan menjaga perimeter dari serangan monster-monster itu!” ujar salah satu penyihir.


“Senior! Aku tidak punya banyak waktu, aku mempunyai rencana yang dapat memusnahkan monster-monster itu.” Mendengar penjelasanku, penyihir itu hanya mengangguk.

__ADS_1


“Senior dan yang lainnya, gunakanlah semua sisa mana kalian untuk mengeluarkan satu sihir api yang kuat ke arah sana.” Aku menunjuk ke arah kerumunan Zerrigan yang berada di sekitar tubuh utama.”Dua tembakan sihir pertama untuk membuatku dapat mendarat di sana, lalu sisa dua tembakan lagi, Senior bisa tembakan ketika kumpulan monster itu hendak menyerangku di saat aku akan membunuh tubuh utama mereka.”


“Kami mengerti! Semoga beruntung!”


Setelah memberi instruksi kepada para penyihir, aku bergegas menuju perimeter utara.


Memanjat ke atas bangunan, aku melihat sebuah tali yang menghubungkan bangunan ini dengan bangunan yang lain. Aku kemudian memotong tali itu lalu menarik nafas dalam. Mengambil ancang-ancang kemudian berlari ke tepi bangunan lalu melompat.


Menggunakan tali yang ku potong tadi, aku berayun di atas ribuan Zerrigan menuju tempat dimana tubuh utamanya berada. Aku melihat kilauan cahaya dari kedua sisi mataku. Dua buah bola api besar melewatiku lalu menghantam para Zerrigan yang berada di depan tubuh utama.


-Bommbbb!


Kedua bola api besar itu memusnahkan Zerrigan yang terkena ledakannya, membuat ruang yang cukup untukku mendarat. Aku kemudian berlari menembus kobaran api.


Di hadapanku, terlihat tubuh utama Zerrigan itu membelah dirinya menjadi tiga bagian. Belahan dirinya itu kemudian melompat mencoba menyerangku.


“Swift Slash!” Mengambil Baselard dari sarung pedangnya, aku kemudian menebas dua Zerrigan itu dengan teknik berpedangku tanpa mengurangi kecepatan lariku ini.


Sekarang, hanya tubuh utama Zerrigan yang tersisa di hadapanku. Monster itu kemudian mengarahkan tangannya ke arahku menembakan sebuah cairan. Aku kemudian menghindari serangannya itu dengan melompat ke depan lalu melakukan sebuah koprol.


Mengumpulkan mana di tangan kiriku, aku bersiap melakukan serangan dengan tinjuan hook kiri.


“Radical Blow!” Tinjuku menembus perut bagian kiri monster itu.


“Gyaaaaa!” Monster itu teriak kesakitan memegangi perutnya. Dia menatapku sejenak lalu mulai berlari.


“Mana mungkin aku membiarkanmu kabur, bajingan!” Aku mengejarnya dari belakang.


Di depan kami, ratusan Zerrigan mulai bergerak kemari. Namun, aku tidak panik dan tidak mengurangi kecepatanku berlari mengejarnya.


-Bombbb!


Dua bola api besar menghantam ratusan Zerrigan yang ada di hadapan kami. Tubuh utama Zerrigan itu lalu berhenti agar tidak terkena dampak ledakannya.


“Gyaaaaa!” Monster itu teriak kesakitan. terlihat sebuah tangan menembus dadanya dari belakang.


Sebuah organ berdetak-detak di genggaman tanganku.


Tubuh utama Zerrigan kemudian mulai melemas lalu terjatuh ke tanah. Darah merah segar mengucur deras membasahi tubuh monster itu.


Crackk! Crackk! Crackk!


Ketika tubuh utamanya telah mati, satu persatu Zerrigan yang sedang bertarung dengan Patrol Guard mulai pecah berkeping-keping.


Keheningan pun terjadi, para Patrol Guard masih kebingungan dengan apa yang sebenarnya terjadi. Ribuan Monster yang baru saja mereka lawan hidup dan mati tiba-tiba musnah tanpa ada yang tersisa.


“Ki-kita, kita menang!!!” Aku mendengar teriakkan Senior Hans.


“Uwohhh! Kita menang!!”


“Kita berhasil mengalahkan monster-monster itu!” Teriakkan Senior Hans lalu di ikuti teriakkan para Patrol Guard lain.


“Semuanya! Cepat bawa yang terluka dan meninggal keluar dari Basecamp!” perintah Wakil Ketua. Aku lalu menghampirinya. “Ah, Sirius. Kerja bagus.” Dia tersenyum padaku.


-Plak!


Tiba-tiba ada yang menampar pundakku dari belakang.


“Siriusss! Kau ternyata berguna juga! Aku melihat aksimu tadi!” Jarang sekali Senior Hans memujiku. Mendengarnya aku hanya tersenyum lemah.


“Ngomong-ngomong Wakil Ketua, aku tidak melihat Ketua Serena sedari tadi.” Mendengar pertanyaanku, Wakil Ketua sedikit terkejut.


“Benar, kita harus bergegas membantu Ketua! Dia sedang bertarung dengan Monster raksasa itu di dekat Air terjun!”


***


"Wind Strike!"

__ADS_1


"Diamond Fire!"


"Crescent Slash!"


Grooaaarrr!!!


Aku melihat Ketua Serena terus melakukan serangan terhadap Monster serigala itu—Lycanthrope.


Namun, berbeda dengan Lycanthrope yang umumnya memiliki tinggi maksimal 2 meter. Lycanthrope yang sedang dilawan Ketua Serena ini memiliki tinggi 4 meter.


Dari yang kulihat selama pertarungan mereka, Lycanthrope itu memiliki resistansi yang cukup kuat terhadap sihir elemen yang dikeluarkan oleh Ketua.


Aku menganalisa pertarungan mereka dari atas sebuah bangunan. Menunggu waktu yang tepat untuk menyerang.


"Roaring Dragon Fire!" Tebasan pedang Ketua mengeluarkan Api berbentuk Naga yang melesat melingkar ke arah Lycanthrope itu.


Groaaaarrr!!!!


Tubuh Lycanthrope itu melepuh, kali ini, serangan Ketua membuat Lycanthrope itu berlutut dengan satu kakinya.


"Hahh! Akhirnya kau merasakan juga dampak dari seranganku!" Ketua terlihat lebih bersemangat walaupun memiliki luka di beberapa bagian tubuhnya.


Serius, seberapa banyak mana yang Ketua miliki sebenarnya? Dia dengan santainya mengeluarkan banyak sihir seperti itu membuatku iri.


Kali ini, Ketua tidak memberikan Lycanthrope itu kesempatan untuk memulihkan diri, dia melesat dengan cepat ke arah monster itu. Pedangnya dilapisi oleh kobaran api.


"Stardust Fall!" Ketua lalu melompat menebaskan pedangnya.


"Groooahhhhh!!" Lycanthrope itu mengayunkan Gadanya.


-Bommbbb!


Serangan mereka beradu. Aku melihat tubuh Ketua terpental ke tepian jurang air terjun. Sedangkan tubuh Lycanthrope itu menjadi hitam gosong lalu mengeluarkan kepulan asap karena serangan Ketua.


Melihat Lycanthrope itu terlihat mulai melemah, aku lalu mengaktifkan sihir pedangku—Sterben.


"Groooahhh!!!" Lycanthrope itu berlari melesat ke arah Ketua.


Terlihat Ketua kembali melapisi pedangnya dengan apinya. Aku kemudian mulai berlari ke arah mereka menggunakan Featherstep. Targetku sudah aku tandai.


Ketika serangan mereka berdua akan beradu, aku kemudian melompat ke punggung Lycanthrope itu lalu menusukkan Baselard.


"...!"


"...!"


Tidak hanya Lycanthrope itu yang terkejut, bahkan Ketua pun tidak menyangka aku akan tiba-tiba muncul untuk melakukan Backstabing ke monster yang ada di hadapannya.


"Releasee!!"


-Dummbb!!


Aku melepaskan mana yang telah terkumpul dalam Baselard lalu meledakannya di dalam tubuh Lycanthrope itu.


"Groaahhh!!!" Monster itu meraung kesakitan.


"Sekarang, Ketua!!" Mendengar instruksiku wajah Ketua terlihat kesal.


"Jangan pernah berani memerintahku!!" Ketua Serena menebaskan pedangnya ke tubuh bagian samping Lycanthrope itu. Membuat monster itu terpental ke jurang Air Terjun.


Kami berhasil mengalahkan monster itu. Terlihat Ketua sangat kelelahan sekali. Kurasa dia akan pingsan jika bertarung lebih lama lagi.


Namun, hal yang tidak terduga terjadi. Perut Ketua tiba-tiba dililit oleh semacam bulu. Itu adalah ekor Lycanthrope yang terjatuh tadi. Dia membawa Ketua Serena jatuh bersamanya ke jurang air terjun.


"Ketua!" Aku bergegas berlari menuju tepian lalu melompat ke jurang air terjun.


...----------------...

__ADS_1



...Author Note : Ilustrasi Giant Lycanthrope...


__ADS_2