The Assassin & The Blind Saint

The Assassin & The Blind Saint
Arc 2 Chapter 4 : Misi Investigasi


__ADS_3

"Terima kasih, Tuan Sirius. Jika Anda berkenan, maukah Anda ikut untuk makan malam bersama kami?”


Di hadapanku terlihat seorang gadis seumuran Lena. Dia cantik anggun dan cukup dikenal di kota ini. Ayahnya juga seorang pengusaha terkenal dan baik di mata warga kota.


Bagaimana aku bisa berada pada posisi ini? Well… Singkat cerita, aku bersama Senior Hans, Rigel dan Kurt tengah kembali dari sebuah misi untuk patroli di sekitaran sudut kota.


Di perjalanan pulang, aku melihat dua orang perampok yang sedang melakukan aksi pencurian terhadap sebuah keluarga ketika jalan terlihat sepi. Singkatnya aku dengan cepat seorang diri melumpuhkan dua perampok itu.


“Hey Rigel, mau bertaruh satu Shilling bahwa Sirius akan mengambil tawaran Nona Mirela?” Senior Hans berbisik kepada Senior Rigel, sedangkan Senior Kurt sedang mengikat para pencuri itu.


“Baiklah, tidak mungkin Sirius melakukan itu. Bukannya kita akan minum-minum malam ini?”


Mengapa kalian tiba-tiba bertaruh berbisik-bisik seperti itu, aku masih dapat mendengar kalian tahu.


Aku kemudian melihat ke belakang Nona Mirela, terlihat Ayah dan Sang Adik laki-laki sedang berbisik juga.


“Hey Ayah, apakah pria itu akan membawa pergi kakak? Menikahi Kak Mirela? Aku tidak pernah melihat Kakak melihat seorang pria dengan tatapan seperti itu,” tanya Sang adik dengan suara bergetar.


Untuk sesaat, aku merasakan sebuah De Javu akan hal ini. Wajah Sang adik terlihat akan menangis.


“Bagaimana Tuan Sirius?” tanya kembali Nona Mirela menawarkan tangannya dan menatap mataku. Pria biasa pasti akan terjatuh oleh pesonanya.


Maaf Senior Hans, kurasa aku tidak ada di pihakmu untuk kali ini.


“Maaf Nona Mirela, aku sudah ada janji dengan para Senior malam ini.” Aku mengatakan hal itu dengan nada se-netral mungkin.


“A-Apaaa!? Dia menolak gadis secantik itu!?”


“That’s my Boy!”


Aku mendengar suara kedua Senior ku yang beragam di belakang. Terlihat di depanku, wajah Nona Mirela nampak muram dan Sang Adik di belakangnya memberikan sebuah tanda jempol padaku.


“Be-begitukah? Mungkin di lain waktu?”


“Ya… mungkin di lain waktu.”


Keluarga itu kemudian pamit dan pergi meninggalkan tempat ini.


Plakk


“Hey Sirius! Kau cukup arogan menolak wanita secantik itu! Jangan berpikir semua wanita cantik akan mudah tunduk padamu jika kau memiliki kepribadian seperti itu!” Senior Hans menepukku dari belakang lalu mulai mengomel.


Bukannya yang harus di pertanyakan itu kepribadian mesum mu kepada Wakil Ketua?


“Ingat ini! Kau berhutang satu Shilling padaku!” Setelah berkata seperti itu, dia mulai berjalan sendiri duluan.


“Haa…” Aku hanya bisa menghela nafas mendengar perkataannya.

__ADS_1


“Hey, kita harus membawa kedua perampok ini ke markas sebelum pergi ke Eliza Tavern untuk minum-minum,” ujar Kurt.


“Baiklah Senior.”


...----------------...


Di sebuah Gua di perbatasan Duchy Salisburg dengan Archduchy Astria.


Tempat ini adalah markas utama Pemberontak Wings of Freedom yang ada di Kekaisaran Habsburg. Terlihat mereka tengah santai dan mood mereka terlihat bagus.


Ini di karenakan setelah melakukan aksi mereka membakar uang pajak di Kota Silesia, mereka mendapatkan banyak dukungan dari rakyat kecil yang membuat banyak dari mereka ikut serta menjadi anggota Wings of Freedom.


Pada saat ini, Leon dan dua rekannya sedang berada di sisi lain gua bersama dengan seorang pria mata-mata dari Republik Anconia.


“Aksi kalian di Kota Siselia membuat atasanku sangat puas.” Leon dan rekannya tersenyum mendengar perkataan mata-mata itu. ”Akan tetapi, Operasi di Kota Wien mengalami kegagalan total,” tambahnya.


Mendengar hal ini, Leon dan yang lainnya terlihat suram wajahnya. Banyak sekali anggota mereka yang tertangkap di sana.


“Yang menjadi masalah adalah The Black Mamba, dia memiliki kepemimpinan yang bagus dalam mengarahkan bawahannya.” orang yang di bicarakan Leon adalah Serena. “Dia juga sangat kuat sebagai seorang individu. Walaupun dengan peralatan dan senjata yang di berikan negerimu, kami masih belum bisa berbuat banyak di sana.”


“Tenang saja. Atasanku mengatakan, Republik akan mengirimkan sebuah senjata yang lebih bagus lagi untuk membantu kalian melumpuhkan para Patrol Guard di Kota Wien. Barangnya akan di kirim di sebuah jalur sungai yang di buat secara rahasia di perbatasan Kota satu minggu lagi.”


Setelah mata-mata itu pergi, Leon dan kedua rekannya kemudian melakukan sebuah perbincangan.


“Hey Leon, mengapa kau sangat mempercayai perkataannya itu?” tanya rekan Wanitanya.


Setelah mendengar perkataan Leon, Annie tidak bisa berkata-kata lagi.


“Lalu, bagaimana kita mengatasi masalah yang ada di Kota Wien? Apakah kau yakin dengan mengirimkan orang itu untuk melakukan operasi di sana?” tanya Rekan Pria Leon kali ini.


Mendengar pertanyaan ini, ekspresi Leon menjadi suram.


“Kita tidak punya pilihan. Untuk menghadapi Wanita itu, kita membutuhkan orang yang tak punya keraguan dan tak pandang bulu dalam melakukan operasi.”


...----------------...


Malam harinya, aku bersama para Senior sedang minum-minum di Eliza Tavern. ini adalah tempat biasa berkumpulnya para para Petualang dan Patrol Guard ketika malam hari.


Berbeda dengan Patrol Guard, para petualang hanya melakukan tugas berkaitan dengan monster untuk membantu otoritas keamanan dalam menghadapi sebuah ancaman. Mereka akan netral jika menghadapi sebuah pemberontakan maupun perang dengan negara lain.


“Hey Sirius, aku masih tidak percaya kau telah menolak Nona Mirela.” Senior Hans berkata seperti itu sambil meminum birnya sampai habis. “Kuhhh— tidak ada yang mengalahkan kenikmatan minum-minum di Eliza Tavern setelah kerja!”


“Mengenai Ayah Nona Mirela—Tuan Radolf, dia adalah salah satu Anggota Dewan Rakyat. Akan tetapi, tidak seperti anggota Dewan yang lain, dia sangat di segani di kota ini.” Senior Kurt membuka sebuah pembicaraan.


“Iya aku setuju. Tidak seperti pebisnis besar kebanyakan, Tuan Radolf sama sekali tidak menaikkan harga-harga produk yang dia jual.” Senior Rigel mengatakan itu setelah menyeruput birnya.


Ternyata masih terdapat manusia dengan kepribadian seperti itu, kah? Tapi ada yang aku takutkan. Orang-orang yang seperti itu cenderung akan berubah sangat drastis dengan hanya satu hari yang benar-benar buruk saja menimpanya.

__ADS_1


Itu karena aku telah menyaksikannya sebelumnya.


“Untuk sekarang, mari kita merayakan Junior kita ini yang lebih memilih rekan-rekannya di banding dengan Wanita tercantik di Kota ini! Bersulang!”


“Ahahaha, aku takut Senior Hans tidak setuju dengan hal itu.” Di lihat dari hubunganya dengan Wakil Ketua Sudah jelas siapa yang menempati sebagai wanita tercantik di hati Senior Hans.


“Biiriiuusss! Jangan sok tahu kau uhukk… Bleghhh!” Senior Hans tersedak minumannya sendiri ketika meneriakiku.


Kurasa dia sudah setengah mabuk.


Kami lalu menghabiskan malam itu dengan saling cerita pengalaman konyol dan minum-minum bersama.


Keesokan harinya, Aku dan Senior Hans di panggil untuk menghadap Ketua di ruangannya.


“Senior Hans, menurutmu apa yang ingin Ketua bicarakan?” Kami sedang berjalan ke ruangan Ketua yang berada di lantai paling atas.


“Entahlah, biasanya Pimpinan memanggil secara khusus seperti ini jika ada misi khusus yang akan di berikan kepada anggota.”


Misi khusus, kah? Kurasa aku tidak asing dengan hal-hal yang seperti ini.


Tok! Tok! Tok!


“Ya… Masuklah.” Suara Ketua sama sekali tidak berubah, dingin seperti biasanya.


Aku membuka pintu lalu melihat Ketua sedang membaca berkas-berkas yang ada di mejanya. Aku dan Senior Hans lalu masuk dan duduk di kursi di depan meja ketua.


“Aku memanggil kalian untuk melakukan sebuah misi penyelidikan.”


Penyelidikan? Tidak apa kurasa, aku dulu pernah melakukan hal semacam ini di Ouroboros.


“Kalian akan menginvestigasi tentang Pelelangan budak manusia dan Demihuman yang di larang oleh Hukum Kekaisaran.” Tanpa formalitas dan basa-basi, Ketua langsung menuju intinya. “Informan kita mengatakan, tempat pelelangan itu berada di sekitar Hutan Eldea.”


Ketua kemudian mengeluarkan sebuah dokumen di dalam lacinya. Terlihat ada sebuah ilustrasi pria dan data-datanya di dokumen itu.


“Lalu, selidikilah orang ini. Menurut informan kita, dia tahu mengenai informasi jaringan utama pelelangan itu. Jadi, ajaklah seorang dari Departemen Spiritual dalam tugas ini.”


Ini pertama kalinya aku di beri tugas dengan unit dari Departemen lain.


“Aku sarankan kalian bergerak sore hari ini. Apakah ada yang ingin di tanyakan?” tanya Ketua.


“Tidak Pimpinan.”


“Tidak Ketua.”


Dengan alasan yang tidak aku ketahui, Ketua kemudian menatap mataku.


“Jika tidak ada, kalian boleh pergi dari sini.”

__ADS_1


__ADS_2