The Assassin & The Blind Saint

The Assassin & The Blind Saint
Arc 3 Chapter 9 : Absolut Duo


__ADS_3

Walaupun Aku ingin lebih banyak mengobrol dengan Lena setelah menunggu selama berbulan-bulan ini, aku harus menghadapi Vampir yang ada di hadapanku terlebih dahulu.


Luka bakar yang kuterima setelah menahan serangan Vampir tadi mulai pulih. Lena menyembuhkannya dengan sihir Divine-nya.


"Terima kasih, Lena."


"Tidak apa-apa, yang terpenting, Sirius, kita harus mengalahkan Iblis itu."


Aku melihat Vampir itu juga telah pulih dari efek Mirror Force-ku. Vampir memang memiliki sebuah kemampuan untuk beregenerasi. Hanya dengan serangan yang memiliki atribut Divine-lah yang dapat melukainya secara permanen.


"Lena—"


"Aku mengerti, Sirius. Aku akan memberi tubuhmu sihir Divine agar kau bisa melukai Vampir itu," potong Lena yang sudah mengerti tentang kekhawatiranku.


Ketika melawan Vampire, aku tidak akan bisa menggunakan Shadow Link padanya karena dia tidak memiliki bayangan sama sekali. Aku harus menggunakan cara lain untuk menyerangnya.


"Apakah kalian telah selesai menyusun strateginya? Bisa kita mulai sekarang?" ucap Vampir itu yang telah pulih seutuhnya dari luka bakar yang dia dapat.


Aku harus menjauhkan pertarungan kami dari sini, para Ksatria Suci yang sedang tak sadarkan diri bisa terkena dampak serangannya. Setelah memutuskan strategi, aku kemudian melesat ke arahnya.


Dia terlihat hanya tersenyum saja lalu membuat sebuah pedang dari darahnya sendiri.


-Clang


Dia menahan seranganku, tidak berhenti aku kemudian melakukan tebasan Horizontal. Dia tiba-tiba menghilang dari pandanganku. Baselard hanya menebas sebuah aura kegelapan saja yang tertinggal di udara.


"...!" Merasakan aura membunuh yang tiba-tiba muncul dari belakangku, aku berbalik lalu mendapati sebuah pedang akan menebas leherku.


-Clang!


Aku menahannya dengan Baselard. Akan tetapi, karena kekuatan ayunan Vampir itu yang kuat, tubuhku terpental jauh menabrak salah satu tembok reruntuhan.


Ughhh... Apa-apaan sihirnya tadi itu? Itu seperti versi sempurna dari teknik Afterimage-ku.


Mencoba bangkit, aku menyingkirkan puing-puing tembok bangunan yang menindihku. Sebuah cahaya berwarna merah terlihat dari atas langit. Vampire itu terlihat sedang mengumpulkan sebuah api di telapak tangannya.


"Hell Paradise!" Sebuah laser beam berwarna merah melesat dengan cepat ke arahku.


-Bomb!


Aku berhasil menghindari sihirnya di saat-saat terakhir. Kecepatan sihirnya tadi itu sangat mengerikan. Lebih cepat daripada sihir-sihir dari musuh yang pernah ku lawan sampai saat ini.


Tubuhku kembali disinari oleh sebuah sihir Divine. Membuat lukaku kembali pulih, Lena kembali menyembuhkanku.


Melihat ini, Vampir itu mengalihkan pandangannya kepada Lena. Dia kemudian turun ke tanah lalu merentangkan tangannya ke arah Lena.


"Sirius, bawa aku menjauh!" ujar Lena.


Aku bergegas berlari ke arahnya walaupun aku tidak mengerti tentang perintahnya itu. Menggendong Lena dengan kedua tanganku, tiba-tiba tanah tempat Lena berpijak sebelumnya hancur.


Apa yang terjadi? Aku tidak merasakan sebuah sihir pun Vampir itu keluarkan.


Setelah menjauh dengan jarak yang cukup, aku menurunkan Lena kembali. "Lena, apa yang barusan saja terjadi?"


"Tangan tak kasat mata," jawabnya singkat. "Bisakah kau memberi waktu untukku? Aku akan menyiapkan sebuah ritual khusus untukmu," lanjut Lena.


"Tentu saja, aku akan mencoba menahan Vampir itu selama mungkin," balasku tanpa menanyai ritual apa yang dimaksudkan Lena.


Berlari ke arah Vampir itu, dia kemudian kembali mengarahkan tangannya padaku. Mengetahui ini, aku mencoba berlari Zig-zag karena tidak bisa melihat serangannya.


Tanah di sekitarku tiba-tiba hancur, menandakan aku berhasil menghindari serangannya itu. Akan tetapi, dia kini mengarahkan kedua tangannya padaku.


Tiba-tiba tubuhku terjatuh, sesuatu menangkap kakiku lalu mengangkat tubuhku ke udara.


"Ughhh!" Terasa sesuatu sedang menghantam dadaku dengan kuat.


Aku mencoba menebas-nebas area di sekitar kakiku tetapi percuma, tanpa bisa melihat sihirnya, aku tidak bisa memotong sesuatu yang sedang memegangi kakiku.


"Aghhh!" Kali ini, aku mencoba menyilangkan tanganku menahan serangan tak kasat mata Vampir itu.


-Crack!


Aku merasakan tulang bahuku bergeser karena terus-menerus dia serang dengan membabi buta.


Sirius kau bisa mendengarku?


Huh? Lena? Aku tiba-tiba mendengar suaranya di dalam kepalaku.


Aku tidak bisa menjelaskan keadaannya pada saat krusial ini, Aku ingin kau menjawab secara tulus dan jujur pertanyaanku, apa kau mengerti?


"Guhhhh!" Serangan Vampire itu kini mengenai perutku membuatku memuntahkan darah dari mulut.


Sirius, apakah kau bersedia selalu bersedia selalu melindungi yang lemah, menegakan kebajikan di manapun kau berada?


"Aku... bersedia!" tegasku sambil menahan sakit.


Sekarang ikuti kata-kataku...


"I am a Bone of My Sword... Never rest protect The Weak, Never Waver Againts The Evil...." Menahan semua rasa sakit di sekujur tubuhku, aku berusaha menyelesaikan sumpahnya. "Until My Last Breath... I Promise—"


-Bomb!


Vampir itu menembakan sihir apinya ke arahku. Terdapat luka bakar di sekujur tubuhku, pandanganku mulai kabur dan nafasku mulai melemah.


Kendati begitu... Aku harus menyelesaikan sumpahnya...


"I Promise ... I Will .... " Suaraku tertahan.


"I Will Protect You!"


Sumpahmu kuterima, mulai saat ini, Sirius. Kau adalah Ksatria pilihanku!

__ADS_1


Sekarang, bangkit dan kalahkan Iblis itu, My Knight!


"Yes! Your Holiness!" Sebuah cahaya menyinari tubuhku, luka yang kudapatkan kembali sembuh total seperti sedia kala.


Pandangan mataku berubah, kali ini aku dapat melihat dua tentakel yang memegangi kakiku. Tiga tentakel terlihat sedang melesat ke arahku hendak menyerang ku kembali.


-Slashh!


Akhirnya aku dapat menebas sihir tak kasat milik Vampir itu.


Jiwaku dan Jiwamu dalam mode ini akan bersatu, Sirius. Kau bisa melihat apa yang kulihat, termasuk tangan tak kasat mata milik Iblis itu.


Dalam mode The Choosen Knight ini, aku dapat dengan mudah memberimu sihir Divine dan menyembuhkanmu lebih efektif daripada sebelumnya. Sekarang, hajar Iblis itu tanpa ragu!


"By your order, Your Holiness!" Aku melesat ke arah Vampir itu.


"Hee~ Kalian bersinkronisasi, kah? Akhirnya Sang Ksatria telah terpilih... Jika aku dapat membunuh kalian berdua, Raja Iblis pasti akan bangga padaku!" Vampir itu mengeluarkan lima tentakel baru.



...Author Note : Ilustrasi Regulus—Vampir Bangsawan...


Kedelapan tentakelnya kini melesat ke arahku. Sambil berlari aku menangkis beberapa lalu menghindari semua tentakel vampir itu. Melihat ini dia malah tersenyum, telapak tangannya mengeluarkan percikan api.


"Fire Emperor!" Sebuah ombak api besar menuju ke arahku.


Sirius, jangan berhenti, tembus serangan api besar itu.


Membatalkan niatku untuk menghindar, aku mengikuti arahan Lena. Tubuhku tiba-tiba di selimuti oleh cahaya sihir Divine. Ombak Api itu menghantam tubuhku. Akan tetapi, tubuh hanya merasakan sedikit panas saja.


Menembus terjangan api yang besar, aku melihat wajah kesal Vampir tersebut. Baselard bersinar karena diselimuti oleh sihir Divine Lena.


-Clang!


Sebuah perisai darah tiba-tiba muncul ketika aku hendak menebas lehernya dengan Baselard. Aku kemudian menempelkan telapak tangan kiriku ke perisai darah Vampir itu.


"Reject Impact!"


-Bang!


Perisai darah Vampir itu hancur berkeping-keping. Melihat pertahannya terbuka, aku langsung melancarkan kombo tujuh serangan terhadapnya.


Vampir itu dapat menghindari dan menangkis lima serangan ku, dua serangan ku yang lain melukai bahu dan perutnya. Dia kemudian terbang menjauh mendarat di atas reruntuhan Kuil.


Lengan kiriku yang terkulai lemas karena efek Reject Impact dapat ku gerakan kembali berkat sihir penyembuh Lena. Aku kemudian melihat Vampir itu sedang melakukan sesuatu.


"Demonic Release : Bloody Serpent!" Kedelapan tentakel yang berada di punggung Vampir itu tiba-tiba mengeluarkan cahaya kemerahan. Tentakel-tentakel itu kemudian membentuk sebuah ular berwarna merah darah. Terlihat ular-ular itu mendesis layaknya punya kehidupan tersendiri.


"Mari kita mulai, pertarungan yang sesungguhnya," kata Vampir itu.


Kedelapan ular itu melesat ke arahku, mulut ular-ular itu terbuka lebar, sebuah percikan sinar merah muncul. Masing-masing kepala menembakkan sebuah sinar merah ke arahku.


Aku mulai berlari untuk menghindari serangan mereka. Akan tetapi, jumlah tembakan sihir yang ular-ular itu lancarkan sangat banyak, area tembakan mereka juga cukup luas.


-Bomb!


Luka-lukaku kembali pulih oleh sihir Lena. Tanpanya, aku mungkin sudah kalah dari Vampir Bangsawan ini sedari tadi. Ular-ular itu kembali melesat ke arahku.


Sial! Sepanjang apa leher-leher mereka!?


Kali ini aku tidak lari menjauh namun melesat ke arah mereka. Ular-ular itu memperlihatkan gigi mereka yang mengerikan. Melompat-lompat di antara leher mereka, aku menghindari semua terkaman ular-ular itu.


-Slash!


Satu kepala berhasil ku tebas, sisa tujuh kepala lagi. Aku berbalik melihat kilatan cahaya di samping mataku.


-Shuttt!


Ughhh... Tembakan laser dari mulut ular itu mengenai pahaku, membuat sebuah lubang di sana. Akan tetapi, perlahan lukaku kembali pulih.


Sirius, aku tidak bisa terus-terusan untuk menyembuhkanmu, kita harus mencari jalan keluar untuk mengalahkannya.


Suara Lena kembali muncul dalam kepalaku.


Baiklah, Lena. Apakah kau dapat menarik perhatian ular-ular itu? Ketika kau mendengar sinyalku, keluarkanlah sihir cahaya di sekitar tubuhmu.


Baiklah, aku percaya padamu, Sirius.


"Sword of Piercing Light!" Dari kejauhan, Lena mengeluarkan sebuah lingkaran sihir di atas kepalanya.


Belasan pedang cahaya kemudian muncul dari lingkaran sihir itu lalu melesat ke arah ular-ular yang sedang mengejarku.


-Shissss!


Terkena serangan Lena, ular-ular itu mengalihkan perhatian mereka kepadaku dan segera menuju ke arah Lena. Melihat ini, aku bergegas melompat ke atas reruntuhan bangunan lalu berlari ke arah Vampir itu.


Mengaliri mana ke Baselard aku menyiapkan Pedang Sihir— Mezzaluna untuk memperkuat potensi serangku.


Terlihat Lena sama sekali tidak panik ketika ke tujuh ular itu sedang bergerak ke tempatnya. Aku kemudian menyayat tanganku menggunakan Baselard, mengalirinya dengan darahku.


Baiklah Baselard, aku tahu kau masih belum pulih dari kerusakanmu dari pertarungan melawan Ignacia— The Holy Inquisitor. Tapi... Aku benar-benar memerlukan bantuanmu untuk kali ini. Jawablah panggilan ku...


"Baselard Third Form... Twin Bloody Princess!" Sebuah Rune muncul pada Baselard. Tidak lama kemudian, sebuah darah melapisi pedang ini. Membuat tiruan dirinya sendiri.


Dua pedang kembar yang diselimuti darah di kedua bagian tajamnya muncul. Aku kemudian mempercepat lari ku ke arah Vampir Bangsawan itu.


Melihatku yang tengah berlari ke arahnya, Vampir itu tersenyum lalu mengarahkan telapak tangannya yang mulai mengeluarkan percikan api ke arahku.


"Night Dance..." Aku menyiapkan serangan komboku.


"Mati kau manusia rendahan! Endheaven!" Sebuah Api berbentuk ular raksasa melesat ke arahku.

__ADS_1


Sekarang, Lena!


"Eternal Light!" Sebuah cahaya terang menyinari area reruntuhan.


Aku kemudian bergegas menggunakan Shadow Link untuk melakukan lompatan bayangan di depan tubuh Lena. Di hadapanku terlihat tujuh ular yang tengah melesat untuk menerkam Lena.


"Moonlight Sonata—" Aku melesat ke arah tujuh ular itu.


Melakukan kombo dua puluh tebasan menggunakan Twin Princess, aku menebas dan memotong seluruh kepala ular itu. Tujuh kepala mereka kemudian terjatuh ke tanah. Tidak lama kemudian, tubuh ular-ular itu hancur menjadi abu.


"Kerja bagus, Lena," pujiku kepada Lena yang mampu tenang dalam kondisi seperti itu. "Tinggal Vampir itu yang tersisa... "


Vampir di atas reruntuhan itu mengepakkan sayapnya lalu mulai terbang ke arah kami.


"Sword of piercing Light." Lena mengarahkan tangannya lalu muncul sebuah lingkaran sihir yang menembakkan sembilan pedang cahaya ke arah Vampir itu.


Namun, dengan lincahnya Vampir itu bermanuver menghindari pedang-pedang cahaya Lena. Vampir itu semakin dekat ke sini. Aku berlari lalu melompat ke Vampir itu. Kami bergulat di udara. Aku mencoba menusukkan pedangku ke perutnya.


-Bam!


Tubuhku terpental ke puing-puing reruntuhan. Sebelum dapat menyerangnya, dia terlebih dahulu menendang ku jatuh.


Mencoba bangun, aku melihat dua buah bola api sedang menuju ke arahku. Aku menghindar dengan berlari lalu melompat ke samping.


"...!?"


-Bam!


Tiba-tiba, Vampir itu muncul di hadapanku menendang kepalaku dengan sangat keras membuatku kembali terpental ke salah satu bangunan di sini.


Ughhh... kemampuan itu lagi. Sihir yang dia gunakan sepertinya berupa Minor Teleportation.


Mencoba bangkit, kembali aku melihat dua bola api sedang menuju ke arahku. Ini hanya akan berulang jika aku tidak melakukan sesuatu. Tiba-tiba aku melihat sebuah cahaya dari tempat Lena berada.


Aku kemudian kembali mengaktifkan Shadow Link untuk muncul di samping Lena.


"Kau masih kuat bertarung, Sirius?" tanya Lena terlihat khawatir.


"Ya... Sihir Minor Teleportationnya sangat menyusahkan."


Aku harus tetap menjauhkannya dari Lena, jika dia mempunyai jarak yang cukup, dia bisa saja muncul di dekatnya lalu menyerang Lena.


"Sirius, tutup matamu." Aku merasakan sebuah sentuhan di punggungku ketika Lena mengatakan itu.


"Gib deinen Flügel, Ikarus... "


Aku tidak mengerti apa yang Lena gunakan. Akan tetapi, aku merasakan sensasi aneh dalam tubuhku. Dari dalam punggungku... terasa sesuatu yang hidup.


"Aghhhhh!"


Sepasang sayap berwarna hitam dan putih keluar dari punggungku. Aku kemudian mencoba mengepakkan sayap baruku ini.


"Mode Ikarus ini tidak akan bertahan lama, Sirius. Manaku juga hampir mencapai batasnya..., " ucap Lena lirih.


Melihat ke arah langit, Vampir itu sedang terbang menuju kesini. Aku kemudian langsung terbang melesat ke arahnya lalu menebaskan Twin Princess ke arah Vampir itu.


Kami mulai bertarung di atas langit. Vampir itu memiliki keunggulan karena telah berpengalaman menggunakan sebuah sayap.


"Apakah kau pikir, dengan hanya memunculkan sebuah sayap kau dapat mengalahkanku, manusia rendahan!?"


-Ughhh!


Dia menendang ku kembali jatuh ke tanah.


"Cukup sudah! Aku akan mengakhiri pertarungan ini!" Vampire itu terlihat merentangkan kedua tangannya ke arahku. Gumpalan lapisan api mulai terbentuk di telapak tangannya.


Sirius, aku akan memberikan semua sisa mana Divineku untuk membuat sebuah perisai yang dapat melindungimu.


Sebuah cahaya berwarna kuning menyelimuti seluruh tubuhku.


"Matilah kau, manusia rendahan! Maximize Magic : Supernova!"


Sebuah gelombang api raksasa melesat sangat cepat ke arahku. Mengumpulkan mana untuk melapisi kedua pedangku dengan sihir penguat—Mezzaluna, aku lalu melesat terbang ke arahnya.


Ughh... Gelombang api itu mengenai tubuhku, perlahan aku mulai terdorong mundur. Perisai yang diberikan Lena membuat tubuhku terlindung dari panas api sihirnya.


Terbanglah, Ikarus! Kalahkan Iblis itu!


Suara Lena terdengar di kepalaku.


Aku harus tetap maju... Aku tidak boleh kalah di sini atau Lena akan mati...


Perlahan namun pasti, Aku mulai maju terbang mendekati Vampir itu.


"Cih, keras kepala juga kau. Full Power!"


-Crack!


Perisai Lena yang menyelimuti tubuhku mulai retak. Tidak lama kemudian, perisai itu hancur berkeping-keping. Tubuhku mulai melepuh merasakan panasnya api dari sihirnya. Kedua sayapku mulai terbakar.


Aghhhh!


Mengeluarkan seluruh tenagaku, aku melesat terbang ke hadapan Vampir itu.


"Tidak mungkin!"


"Night Dance... Moonlight Sonata!"


Aku melancarkan kombo dua puluh tebasan ke Vampir itu. Dengan Twin Princess dilapasi sihir Divine Lena, Vampir itu tidak akan bisa menyembuhkan diri dari seranganku.


"Kau, Mati!"

__ADS_1


"Tidak—"


Serangan terakhirku memenggal kepala Vampir itu. Membuat tubuhnya hancur lebur menjadi butiran debu.


__ADS_2