
Malam harinya, seorang anak kecil tengah mengendap-endap di gang Kota. Dia adalah Angelo, bocah yang pernah Sirius bantu sebelumnya. Dia kemudian berdiam diri seperti sedang menunggu seseorang.
Tidak lama kemudian, seorang pria menggunakan sebuah jubah yang menutupi kepalanya datang menghampiri Angelo.
"Kau kurir baru, kah? Cukup muda ternyata," kata si Pria misterius tersebut.
"Apa kau yang akan memberikan barangnya?" tanya Angelo.
Sebelumnya, Angelo setuju untuk menjadi kurir bagi para pengedar obat-obatan terlarang ini. Dia dijanjikan bayaran yang tinggi jika dapat mengantarkan paket obat itu kepada para pembeli.
"Ini dua paket obat yang dipesan, kau pergilah ke Distrik hiburan tepatnya di sebuah bar dekat rumah bordil paling terkenal di sana," kata Pria misterius itu, memberi Angelo sebuah intruksi. "Di sana akan ada seorang Customer yang akan menghampirimu."
"Bagaimana Aku tahu dia memang orang yang akan membeli paket ini?" tanya Angelo, dia tidak mau tiba-tiba ditangkap oleh agen Patrol Guard.
"Customer akan mengatakan kode rahasia yaitu 'Mengapa pria sejati lebih tertarik kepada dada wanita dibanding pantat mereka' jika kau mendengarnya mengatakan itu, kau harus menjawab 'Karena pria sejati hanya akan berbicara dengan wanita berhadap-hadapan."
Mendengar kode rahasia yang Absurd dari pria misterius itu, Angelo terlihat mengerutkan dahinya.
"Kode rahasia macam apa itu! Bosmu itu orang mesum, kah!?" seru Angelo yang sedikit kesal.
"Ssshhh! Jangan berisik, bodoh! Kau ingin seisi Kota ini tahu pembicaraan kita!?" balas pria misterius itu seraya memukul kepala Angelo dengan paket obat di tangannya.
"Pokoknya, segera kirimkan paket ini lalu temui Aku di taman Kota, mengerti?"
Angelo hanya mengangguk merespon instruksi pria itu. Dia kemudian mengambil dua paket obat miliknya laku pergi meninggalkan pria misterius tersebut.
.
.
.
Setelah sampai di distrik hiburan, Angelo kemudian mulai berjalan menuju tempat pertemuannya dengan Customer-nya. Terlihat beberapa Patrol Guard yang sedang berpatroli di distrik ini.
Penjagaan mereka sepertinya lebih ketat dari biasanya.
Angelo kemudian berusaha berjalam senatural mungkin agar tidak dicurigai. Tapi, di tempat hiburan seperti ini, seorang anak kecil sepertinya sudah pasti membuat orang lain penasaran dengan kehadirannya.
Karena itulah, dua Patrol Guard terlihat berjalan menghampirinya.
"Hey Bocah, apa yang kau lakukan di tempat orang dewasa seperti ini?" tanya salah satu Patrol Guard.
"Hey Rigel, tidak perlu sedingin itu pada anak sekecil ini," kata rekan Patrol Guard tersebut.
Tidak mempedulikan perkataan rekannya itu, Rigel tetap menyudutkan Angelo dengan pertanyaan.
"Jawab pertanyaanku, Bocah! Jika tidak, Aku harus menahan dan membawamu ke markas!" ancam Rigel.
__ADS_1
"A-aku hendak menemui Ayahku, Tuan. Dia biasanya berjudi di tempat seperti ini," kata Angelo dengan nada suara se menyedihkan mungkin.
"Hooo~ begitu, kah? Mau kuantar kau menemui Ayahmu itu, Bocah?" tawar Rigel yang terlihat tidak terkecoh dengan alasan Angelo.
Sial! Dia cukup keras kepala juga! umpat Angelo dalam hati.
"Te-tentu saja, Tuan. Mari ikuti Aku," kata Angelo yang kemudian berjalan menuju gang-gang area ini.
Di belakangnya, kedua Patrol Guard itu nampak tidak mengendurkan fokus mereka sama sekali walaupun kepada anak kecil seperti Angelo, membuatnya kesulitan untuk melarikan diri.
Angelo tetap berjalan di distrik hiburan tanpa arah sama sekali. Dia masih mencari sesuatu untuk mengalihkan kedua Patrol Guard yang mengikutinya.
"Hey Bocah, dimana sebenarnya Ayahmu ini? Kota sudah hampir mengelilingi seluruh area distrik!" ujar Rigel.
Angelo tetap berjalan dan tidak lama kemudian, dia melihat sebuah kesempatan untuknya melarikan diri.
"Apa katamu!? Katakan itu sekali lagi, Bajingan!'
" Kau itu tidak layak untuk Sofia!"
Terlihat dari kejauhan dua orang sedang bertengkar memperebutkan seorang wanita. Nampaknya, kedua pria itu tengah mabuk dan kehilangan kendali emosi mereka.
"Cih, Orang-orang tidak berguna. Kurt, kau tunggu di sini dan awasi bocah ini. Aku akan membereskan masalah yang di sana," kata Rigel yang mengeluarkan sebuah pentungan.
Baiklah, yang mengawasiku tinggal satu orang. Kurasa Aku bisa melakukan ini!
"Tu-tuan, bisakah kau membantuku sebentar?" tanya Angelo memulai aksinya.
- Bam!
Angelo menendang wajahnya, membuat Kurt terjatuh ke tanah. Melihat kesempatan ini, Angelo kemudian mulai kabur menuju gang-gang sempit.
"Sial! Rigel! Bocah itu kabur!" seru Kurt yang mencoba bangkit sambil memegangi hidungnya yang mengeluarkan darah.
"Sudah kubilang jangan lengah dengan bocah itu!" Rigel bergegas berlari mengikuti Angelo.
Namun, di tempat sempit seperti ini, kedua Patrol Guard itu tidak mampu mengejar Angelo. Membuat anak kecil itu dapat bernafas lega untuk sementara waktu.
"Fyuh... Tadi itu hampir saja... Pekerjaan ini memiliki resiko yang cukup tinggi!" seru Angelo yang kemudian pergi menuju tempat pertemuannya dengan Costumer.
.
.
.
Keesokan harinya, Angelo datang ke rumahnya sambil membawa makanan dan baju-baju baru untuk adiknya.
__ADS_1
"Waw... Darimana kau mendapatkan semua ini, kakak!?" tanya Adiknya—Aria, terlihat takjub dengan hasil dari kerja Angelo semalam.
"Aku baru mendapatkan perkerjaan, Apakah Aria senang dengan hadiahku?" tanya Angelo.
"Umm... Terima kasih, kakak!" seru Aria yang kemudian memeluk kakaknya tersebut.
Hati Angelo penuh rasa bangga mendengar ucapan Terima kasih dan melihat senyuman bahagia dari adiknya itu.
Aku melakukan hal yang benar dengan mengambil pekerjaan ini.
Sore harinya, Angelo pergi ke taman kota untuk menemui Sirius. Dia akan melakukan latihan bela diri seperti biasanya.
Dia melihat Sirius telah menunggunya di taman dengan seorang wanita cantik berambut hitam. Sepertinya, dia pernah melihat wanita itu di suatu tempat.
"Oh, Angelo. Kau sudah sampai?" kata Sirius menyapanya.
"Ah, Sirius. Siapa wanita cantik yang bersamamu ini?" tanya Angelo.
Dia kemudian melihat tatapan dingin wanita itu bagikan sebuah jarum yang menusuk tubuhnya.
"Well... Ini adalah Ketua Patrol Guard Kota Wien—Serena von Ritterburg. Matanya memang selalu terlihat seperti itu, jadi tidak usah takut," kata Sirius mencoba menenangkan Angelo.
"Kasar sekali, memangnya apa yang salah dengan mataku!?" ketus Serena yang menarik kerah Sirius lalu mulai memarahinya.
Mereka kelihatan dekat sekali... Apakah mungkin dia kekasihnya Sirius?
Setelah itu, Angelo dan Sirius mulai melakukan latihan bela diri seperti biasanya. Serena melihat mereka dari kejauhan sambil memakan beberapa cemilan.
Ini terlihat ironis sekali, Sirius melatih Angelo bela diri yang dia gunakan untuk melakukan kejahatan melawan para Patrol Guard.
***
Setelah berpisah dengan Angelo, Sirius dan Serena berjalan untuk kembali ke markas Patrol Guard.
Serena melihat ekspresi Sirius ketika melatih Angelo tadi. Sirius seperti menikmati sesi latihannya itu dengan Sang Bocah. Dia bahkan beberapa kali tersenyum yang mana, jarang sekali Serena lihat.
"Kau nampaknya cukup dekat dengan anak itu, Sirius," kata Serena yang memulai topik pembicaraan.
"Begitukah? Aku hanya membantu agar dia dapat menjaga dirinya sendiri," jawab Sirius dengan nada biasa.
"Aku mendapat laporan dari Rigel mengenai seorang anak kecil yang mencurigakan kemarin malam kau tahu," ungkap Serena. "Dilihat dari ciri-cirinya, bocah itu sangat cocok sekali dengan penggambaran dari Rigel."
Sirius mengetahui, apa yang coba Serena katakan sebenarnya padanya.
"Aku mengerti, Ketua." Tatapan mata Sirius berubah menjadi sedingin es ketika mengatakan hal itu.
...----------------...
__ADS_1
Mohon maaf karena lama tidak update ya teman-teman 🙏 Semoga kali ini frekuensi updatenya bakal lebih sering dari biasanya.
Btw, kalian para reader gak menghilangkan karena Author jarang update? 😅