
Seorang gadis kecil tergeletak tak sadarkan diri di tengah hutan angin berhembus lembut menerbangkan rambut perak yang menutupi wajah cantiknya membuat gadis itu membuka mata terlihatlah netra hijau seindah permata menatap lurus ke atas langit. Gadis kecil itu perlahan duduk dan mengedarkan pandangannya melihat sekeliling. Ini di mana? batinnya.
Tubuhnya terasa sakit saat digerakkan dan melihat terdapat beberapa goresan luka di bagian tubuhnya. Perlahan gadis kecil itu berdiri lalu meraba punggungnya terlihat tato kecil dengan pola bergelombang berwarna biru yang tercetak indah di tengah punggungnya.
Gadis kecil itu pun hanya menghela nafas dan melangkah secara perlahan dengan sesekali berpegangan pada pepohonan di sekitarnya. Dia berjalan cukup lama menyusuri hutan hingga sore, ia melihat ke atas dan terlihat awan hitam menutupi langit pertanda akan turunnya hujan, hujan pun turun beruntung gadis itu dapat berlindung di dahan pohon yang memiliki daun lebat untuk berteduh sebelum hujan semakin deras. Walaupun di sekitarnya gelap dia bisa melihat di sekelilingnya sudah basah terkena air hujan. Ini sudah malam dan aku sudah begitu lama di tempat ini, sangat melelahkan mungkin istirahat lebih baik lirih batinnya.
Gadis itu pun bersandar di batang pohon dan perlahan tertidur setelah mengobati luka di tubuhnya dengan daun obat yang ditemukan tadi saat mencari buah.
Pagi pun datang dan gadis kecil itu tetap melanjutkan perjalanannya menyusuri hutan dengan berjalan kaki melewati tanah yang licin dan berbahaya, hingga sampailah ia di setapak jalan yang sepi dan mengikutinya hingga sampai di jalan raya yang beraspal membuat ia terlihat bingung. Saat gadis itu berjalan sambil mengamati sekitarnya tiba-tiba sebuah mobil hitam melaju kencang tanpa kendali dari arah belakangnya namun dengan cepat gadis itu dapat menghindar.
Braak!!!
Tapi sayang mobil itu menabrak pohon di samping jalan. Gadis itu masih terdiam berdiri kaku karena terkejut dengan benda yang baru saja melewatinya dengan penasaran ia pun mendekat dan melihat seorang pria dan wanita dewasa yang sudah terluka parah di dalam benda hitam itu.
Wanita itu melihat bayangan samar gadis kecil berdiri di sampingnya lalu ia bergumam lirih setelah itu tak sadarkan diri. Sedangkan gadis kecil yang ditatap tak mengerti namun ia tetap menolong kedua orang itu dan memindahkan mereka ke tempat yang lebih aman tidak jauh dari lokasi tabrakan dan untung saja gadis itu masih memiliki sisa tanaman obat yang dipetik saat di tengah hutan kemarin.
Setelah menunggu cukup lama akhirnya pria dewasa itu yang terlebih dahulu sadar, saat membuka mata pria itu menoleh ke samping dan melihat seorang gadis kecil sedang duduk sambil menatap lurus ke arahnya. Gadis itu memiliki kulit putih, dengan rambut perak sebahu, wajahnya begitu cantik dan imut karena pipi chubby nya serta mata hijau emerald yang berkilau di bawah sinar matahari terlihat begitu indah walau pakaian gadis itu terlihat sedikit lusuh tapi tidak menghilangkan aura menawan dari gadis kecil itu.
“Ssshh,,” ringis pria itu sambil memegang kepalanya yang terasa sakit. Saat membuka matanya kembali, ia masih melihat sosok gadis kecil itu yang duduk di sampingnya.
__ADS_1
Pria itu bangun perlahan dan duduk sambil melihat sekeliling terlihat hanya ada pepohonan di tepi jalan lalu meraba luka di tubuhnya yang sudah ditutupi dedaunan mungkin tanaman obat pikirnya, saat tak sengaja melihat mobilnya yang setengah hancur pria itu langsung teringat saat tabrakan dan juga istrinya.
“Tabrakan itu...Monica!?” serunya sambil melihat sekitar mencari istrinya.
“Monica!” teriaknya ketika melihat wanita yang terbaring tak sadarkan diri di sebelahnya.
“Monica bangunlah... sayang” ucapnya khawatir sambil menepuk lembut pipi wanita itu mencoba membangunkannya. Sedangkan gadis kecil yang tidak mengerti apa yang mereka lakukan hanya diam dan melihat saja.
“Oh astaga, untunglah kau sadar sayang” ucap pria itu lega sambil memeluk erat wanita itu tak lain adalah istrinya yang sudah membuka mata.
Wanita itu pun membalas pelukan suaminya, “aku baik-baik saja Dave, tenanglah ” sambil mengelus lembut punggung suaminya yang bergetar untuk menenangkan walaupun ia juga sedang merasa pusing.
Mungkinkah gadis kecil ini yang aku lihat saat itu? Jadi itu bukan mimpi dan dia yang telah menolong kami batin Monica bersyukur.
“Terima kasih” ucap Monica tulus sambil mengelus kepala gadis kecil di depannya, gadis itu terkejut karena sentuhan itu.
“Siapa namamu dan bagaimana bisa kamu berada di hutan ini?” tanya Monica lembut sambil memegang tangan mungil gadis kecil itu.
Mereka penasaran bagaimana bisa gadis kecil terlihat masih berusia sepuluh tahun berada di hutan sendirian, apalagi saat melihat beberapa luka yang sudah mengering di tubuh gadis itu membuat pasangan itu iba dan prihatin bagaimana bisa ada orangtua yang tega membiarkan anaknya di tengah hutan apalagi sendirian.
__ADS_1
Namun sang gadis hanya bisa terdiam karena dia memang tidak paham ucapan mereka, tetapi tiba-tiba gadis itu pingsan membuat pasangan itu langsung terkejut dan khawatir.
“Astaga! hei,,,bangunlah nak” ucap Monica khawatir sambil menepuk pelan pipi tembem gadis di pelukannya.
“Dave bagaimana ini?” tanya Monica menatap pria di sampingnya. Ia semakin khawatir karena merasakan tubuh gadis kecil itu semakin dingin.
David, pria dewasa itu langsung berdiri melepas jas di tubuhnya lalu menutupi tubuh gadis kecil itu agar mendapat kehangatan dan untungnya ia menemukan ponsel di saku jasnya. David mencoba memanggil seseorang lewat benda itu.
“Lacak lokasiku dan datanglah, sekarang.” Perintah David datar.
Bertahanlah batin Monica cemas.
Monica merasa khawatir dan takut hingga membuatnya teringat saat kehilangan calon anaknya. Wanita itu dulu pernah mengalami keguguran yang membuatnya harus kehilangan anak beserta rahimnya, ia sangat menyesalkan dirinya dulu yang tidak bisa menjaga anak di dalam rahimnya sehingga ia kembali merasakan ketakutan itu saat melihat keadaan gadis kecil yang saat ini berada di pelukannya.
Terdengar banyak suara mobil menuju ke arah mereka. Semua mobil itupun langsung berhenti tak jauh di depan mereka para pengendaranya pun segera keluar, sekelompok pria berjas hitam langsung berpencar berjaga dan terlihat seorang pria berkacamata seusia David langsung berlari ke arah tempat David dan Monica berada.
“Tuan!” panggil pria berkacamata itu dengan hormat yang ternyata adalah asisten pribadi David yang bernama Harrison Ford, ia berdiri di depan David yang sedang menggendong seorang gadis kecil dan terlihat raut wajah kedua tuannya yang khawatir. Tanpa menjawab David dan Monica langsung berjalan masuk ke mobil diikuti Harris yang masuk ke dalam mobil yang lain.
“Percepatlah!” perintah David, sedangkan Monica masih setia menggenggam tangan dingin gadis kecil itu dengan beberapa lelehan air mata yang mengalir di pipinya.
__ADS_1