
Benar saja setelah pemulihan Elle selesai, awalnya Monica hanya mengajarinya berbicara bahasa negaranya dan takjub dengan kecerdasan putrinya yang bisa menghafal dan memahami dengan cepat apa yang dipelajari, apalagi dengan rasa keingintahuan Elle yang tinggi membuatnya ingin mempelajari semua hal dan dengan sabar Monica memberitahu putrinya.
Hingga lima bulan kemudian, sekarang Elle bisa lebih beradaptasi di lingkungan barunya dan dapat berbicara dengan lancar. Apalagi dia yang sebenarnya bukan seorang manusia membuatnya bisa langsung mengerti secara cepat benar-benar menakjubkan, tapi ini rahasia ya.
“Morning Mom, Dad.” Elle mengecup pipi David dan Monica lantas duduk di samping David. Elle memakan makanan yang sudah tersaji di atas meja yang sudah di siapkan pelayan, sandwich isi sayur dan segelas susu madu favoritnya ia bukan vegetarian cuma tidak terlalu suka daging.
“Vivi, mommy dan daddy sudah merencanakan minggu depan kita akan pulang ke Caldwell Mannor. Kakek dan nenek juga sudah sangat merindukanmu apalagi sekarang pekerjaan daddy sudah akan selesai disini,” jelas David karena sudah hampir dua tahun mereka berada di negara E sehingga sudah saatnya mereka pulang ke negara A karena di sanalah tempat kediaman utama keluarga Caldwell atau disebut Caldwell Mannor.
“Vivi sangat senang daddy, akhirnya aku akan bertemu dengan kakek dan nenek, juga paman Jack dan kak Allan aku sangat merindukan mereka.” Ucap Elle tersenyum lebar hingga memperlihatkan gigi taringnya yang lucu membuat ia semakin menggemaskan apalagi pipinya yang penuh dengan sandwich.
Elle memang sering bertukar kabar dengan kakek dan neneknya di negara A lewat ponsel apalagi Jack dan Allan kakak sepupunya yang sering datang berkunjung dan membawakan banyak hadiah untuknya.
Elle dikenal sebagai pribadi pendiam oleh orang yang tak mengenalnya namun di lingkungan keluarganya Elle malah cenderung manja dan ceria juga sedikit polos, dicintai dan disayangi seluruh keluarga besar Caldwell meskipun ia hanya anak angkat.
Ibram Grizzly de Caldwell dan Yohannah de Caldwell sang tuan dan nyonya besar keluarga Caldwell yang sekarang menjadi kakek dan nenek Elle. Caldwell adalah nama keluarga terkemuka dan merupakan keluarga pertama terkaya di negara A, Caldwell yang merupakan salah satu pemimpin dalam dunia bisnis tentu selalu mendapatkan sorotan dari berbagai pihak, Davidson Smith de Caldwell adalah putra sulung yang sekarang menjadi pimpinan di keluarga Caldwell dan istrinya Monica Anne Caldwell.
Dan putra kedua tuan besar Ibram, Jacob Steven de Caldwell yang sekarang menjabat sebagai jenderal sebuah pasukan khusus kemiliteran yang cukup ditakuti di beberapa negara. Ia memiliki seorang putra berusia tiga belas tahun bernama Allan Jarvis de Caldwell dari mendiang istrinya Liana yang sudah meninggal.
Kabar David dan Monica mengadopsi seorang putri tentu saja belum ada yang tahu namun sebenarnya informasi itu hanya ditunda dan akan dipublikasikan nanti saat Elle sudah berusia tujuh belas tahun atau sudah siap.
“Utututu Viviku yang cantik sungguh menggemaskan” ucap Monica mencubit pipi tembem putrinya.
“Mommy...” rengek Elle cemberut dengan pipinya yang memerah akibat cubitan sang mommy, sedangkan David dan Monica hanya tertawa.
“Sayang, aku berangkat dulu.” David pun berdiri setelah menyelesaikan sarapannya dan mencium kening Monica serta pipi Elle. Lalu berangkat ke kantor bersama Harris yang sudah menunggunya sejak tadi di sofa ruang tengah.
“Mommy hari ini Vivi ingin menanam bunga di taman belakang bersama bibi pelayan” beritahu Elle pada Monica.
__ADS_1
“Oh benarkah, kalau begitu bolehkah mommy ikut?”
“Tentu saja mom pasti sangat menyenangkan” ucap Elle semangat.
“Baiklah sekarang habiskan makananmu dulu sayang setelah itu baru kita menanam bunga bersama.”
Elle memang sudah sangat akrab dengan para pelayan dan penjaga di Villa apalagi saat melihat tingkah menggemaskan Elle tapi mereka tidak berani menyentuh nona muda sembarangan.
Esoknya Elle saat ini sendirian berada di taman belakang duduk di karpet sambil membaca buku ditemani susu madu favoritnya dan beberapa cookies yang sekarang menjadi hobinya selain bunga dan tanaman.
Takk
Brukk!
Elle mengalihkan tatapannya ke arah asal suara yang didengar, dan langsung berdiri menghampiri suara itu. Terlihat benda aneh yang sepertinya jatuh dari atas menimpa tanaman di bawahnya dan membuat tanaman itu rusak. Elle mengambilnya dan mengamati benda itu. Benda apa ini? Batinnya.
“Itu milikku!” teriak suara dari arah belakang Elle. Ia berbalik dan melihat seorang anak lelaki seusianya berdiri tak jauh darinya.
Sebelum melangkah maju ke hadapan lelaki itu, Elle menoleh sebentar melihat tanaman bunga mawar yang tadi rusak kini kembali tumbuh segar membuatnya tersenyum kecil.
“Ambillah.” Menyodorkan benda itu ke pemiliknya.
“I..iya” jawab anak lelaki itu gugup, salah tingkah saat bertatapan dengan netra hijau emerald milik gadis itu.
“Kau siapa?” tanya Elle datar, karena dia belum pernah melihat anak lelaki itu di Villa ini.
“Ekhm, aku Liam. Aku datang bersama daddyku ke sini.”
__ADS_1
“Aku Vivi. Mmm itu apa?” tanya Elle yang sejak tadi penasaran.
“Kamu tidak tahu benda apa ini?” ungkap Liam tak percaya, dan Elle hanya menggelengkan kepala dan menatap remaja itu bingung.
Liam hanya menghembuskan nafas saat melihat tatapan bingung gadis di depannya yang terlihat menggemaskan. “Ini namanya Drone, kita bisa merekam apapun dengan benda ini dari jarak jauh dan bisa mengontrolnya. Drone ini hanya terbang dan kita yang mengendalikan.” Ucap Liam menjelaskan sambil menunjukkan bentuk Drone secara detail kepada Elle.
“Wow” takjub Elle dengan mata hijaunya yang berbinar.
“Mau melihatnya terbang?” tawar Liam tersenyum kecil melihat Elle yang mengangguk semangat, terlihat pipi tembem gadis itu yang bergerak.
Dia menggemaskan sekali membuatku tidak tahan ingin mencubit pipinya batin Liam gemas.
Kedua anak kecil itu tertawa sambil bermain bersama menerbangkan Drone mengelilingi taman, apalagi Elle yang terlihat bersemangat belajar mengendalikan Drone yang dibantu oleh Liam. Dan berkali-kali juga Liam terpesona melihat kecantikan Elle apalagi saat gadis itu tertawa hingga terlihat taring kecilnya yang lucu membuatnya semakin cantik.
“Liam, lihat aku bisa.”
“Kamu hebat Vivi” puji Liam sambil menepuk lembut kepala Elle, senang melihat gadis itu tertawa. Mereka bermain hampir menjelang sore sehingga membuat mereka semakin akrab.
“Vivi.” Panggil seseorang dari arah belakang mereka. Sontak Elle dan Liam pun menoleh dan melihat wanita cantik berdiri tak jauh dari mereka.
“Mommy” Elle berlari menghampiri Monica dan langsung memeluknya.
“Senang bermainnya?” tanya Monica mengelus lembut rambut perak putrinya.
“Sangat senang mommy.” Monica kemudian beralih melihat remaja yang bersama putrinya.
“Mom tadi aku bisa menerbangkan benda ini dan Liam yang mengajariku” tunjuk Elle pada Liam yang berdiri di sampingnya.
__ADS_1
“ Bermainnya berhenti dulu ya sayang, pergilah mandi karena sebentar lagi kita akan makan malam bersama.” Ucap Monica. Elle pun mengangguk, Monica lalu masuk ke dalam villa sedangkan Elle kembali ke kamarnya begitu pun Liam pergi menemui daddynya.
Setelah pertemuan bisnis kerjasama antara David dan ayahnya Liam selesai, malam harinya Liam dan ayahnya pulang setelah mereka sempat makan malam bersama dan itu adalah pertemuan pertama dan terakhir Liam dengan Elle karena esoknya Elle dan kedua orang tuanya sudah akan berangkat meninggalkan negara E.