
Bisa-bisa bukannya fokus bekerja Elle yakin pria gila itu pasti akan selalu mengganggunya, apalagi saat ini Theo masih menatap menggoda ke arahnya bahkan sampai menghiraukan laptopnya yang masih menyala di atas meja
Jadi, Elle lebih baik pulang saja daripada jadi bahan perhatian pria gila itu lagipula Elle juga tidak ingin mengganggu meeting penting daddy nya.
David yang mengerti maksud sang putri pun mengangguk. “Baiklah, tapi ingat Vivi harus tetap hati-hati ya.”
“Oke dad, see you” pamit Elle mencium pipi David.
Saat akan melewati Theo menuju pintu keluar dengan sengaja Elle menginjak kaki Theo, hingga membuat sang pemilik kaki langsung meringis kecil. Elle yang melihat itu hanya santai dan melanjutkan jalannya.
“Master Xander, anda tidak apa-apa?” tanya David saat mendengar suara mendesis dari Theo.
“Tidak apa-apa.” Jawab Theo yang kembali dengan wajah datarnya. Benar-benar gadisku yang nakal batin Theo.
Sedangkan Elle dengan santainya memasuki lift dan tanpa sadar bibirnya tersenyum indah, apalagi saat mengingat wajah Theo yang dia kerjai tadi.
Bahkan sampai lobby pun, Elle masih dengan senyuman manisnya hingga membuat banyak karyawan terpesona.
Astaga, putri tuan David cantik sekali!!
Benar, pantas saja dia sampai disembunyikan oleh keluarga Caldwell.
Sudah, ayo kita kembali bekerja.
Bisik-bisik para karyawan saat mereka melihat Elle, ingin sekali mengabadikan momen itu tetapi mereka semua sudah diancam oleh Harris.
Agar mereka tidak berani menyebarkan berita tentang wajah dan identitas sang nona muda Caldwell di luar sana, jika tidak mereka akan menanggung sendiri akibatnya.
Di sebuah taman yang luas dan indah, Elle kembali berada di tempat ini yaitu ruang dimensi yang dibuat oleh Sera.
Elle duduk bersila dengan menutup matanya tak jauh dari sana terlihat Sera sedang berdiri menatap fokus ke arah Elle.
Sera melangkah perlahan menuju Elle, dia mengangkat tangannya yang sudah mengeluarkan cahaya kuning lalu bersiap untuk menyerang Elle yang masih memejamkan matanya.
Elle membuka matanya dan langsung menghindar dari serangan Sera, Sera kembali menyerang Elle menggunakan sebuah tongkat yang terbuat dari sihirnya begitu pun dengan Elle yang selalu menghindar.
__ADS_1
Tapi tak berapa lama Elle berniat berbalik menyerang, sebuah tanaman merambat menyebar di tangan Elle yang menjadi sebuah tongkat kayu. Elle berbalik memukul Sera namun Sera berhasil menghadang pukulannya.
Dengan cepat Elle memutar tubuhnya berpindah ke belakang Sera dan menendang punggung Sera dengan kuat.
Saat Sera berbalik dan akan menyerang dengan kekuatannya, namun Elle tiba-tiba menghilang di hadapannya.
Tetesan embun di dedaunan perlahan melayang dan menyatu, air itu mengalir menuju Sera dan dalam sekejap tubuhnya sudah diselimuti oleh air yang perlahan terasa menyerap energinya.
Sera terduduk dan berusaha keluar dari lingkaran air di sekeliling tubuhnya, Elle tiba-tiba sudah berdiri di hadapannya dengan memegang setangkai bunga mawar biru yang indah.
“Bagaimana?” kata Elle dengan wajah datarnya.
“Lady sudah semakin bisa memunculkan kekuatan anda yang lainnya, tapi ini masih belum sepenuhnya semua kekuatan anda keluar, dan anda masih harus bisa mengendalikan kekuatan anda yang sekarang” ucap Sera menunduk hormat.
Elle mengibaskan tangannya dengan santai lalu air di sekitar tubuh Sera pun hilang dalam sekejap.
“Benar, karena itulah aku harus terus melatih kekuatan ini” gumam Elle lirih sambil melihat tangannya yang mengeluarkan cahaya biru.
Bahkan aku tidak tahu apa tujuan hidupku memiliki kekuatan besar ini batin Elle gelisah.
Elle berjalan menuju meja yang terdapat sebuah buku disana begitupun dengan Sera yang mengikuti langkah Elle, karena tubuhnya sudah kembali memilki energi berkat bunga mawar biru yang diberikan Elle padanya yang ternyata memilki energi penyembuh.
Berbagai macam tanaman sihir telah Elle pelajari dari buku itu dan beberapa dari tanaman itu bisa Elle tumbuhkan dengan kekuatannya, salah satunya adalah mawar biru itu dan tanaman merambat yang memilki efek gatal bahkan ada juga yang beracun namun bedanya memiliki duri.
Elle membuka buku coklat itu hingga energi yang sama seperti milik Elle tersebar keluar, Elle lalu membaca tulisan yang tertulis di atas kertas yang terlihat usang itu.
“Seorang Elves akan kembali mengalami kebangkitan saat terjadinya gerhana bulan namun juga memiliki efek lain yang masih belum diketahui.” Ucap Elle setelah membaca buku itu.
“Benar Lady, tapi anda tenang saja karena saat itu terjadi Lady akan tetap sadar sepenuhnya sehingga bisa menjadi peluang untuk anda mencari tahu pola energi di dalam tubuh anda dan mempelajarinya” jelas Sera.
"Walaupun saya juga belum tahu, apa efek yang akan anda alami saat itu." Ucap Sera lagi.
“Kapan gerhana bulan itu akan terjadi?” tanya Elle.
“Sekitar tiga bulan lagi Lady” jawab Sera.
__ADS_1
Masih cukup lama ternyata tapi kenapa aku merasa akan terjadi sesuatu hari itu pikir Elle.
“Sebelum hari itu terjadi kita harus mempersiapkan semuanya karena aku mungkin akan mengeluarkan energi ku sepenuhnya dan kita tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.” Perintah Elle dengan nada suara serius.
“Baik Lady” jawab Sera cepat.
Elle mengalihkan tatapannya ke arah sebuah pensil perak di dekat buku itu.
"Sera, apa kamu tahu maksud keberadaan pensil ini di dalam kotak kayu itu?" tanya Elle sambil memegang dan. memperhatikan pensil itu
Sera hanya menganggukkan kepalanya. "Pensil itu akan menunjukkan wujud aslinya kepada anda saat gerhana bulan itu tiba Lady" ucapnya misterius.
"Ucapan mu semakin membuatku bingung" sahut Elle tanpa mengalihkan tatapannya dari pensil itu.
"Aku harus pulang cepat hari ini, karena mommy sudah menelepon ku tadi. Terima kasih untuk hari ini Sera" Ucap Elle sambil memasukkan buku itu kembali ke dalam kotak dan memegang pensil perak itu serta ponselnya.
"Sudah tugas saya Lady" ucap Sera membungkuk hormat.
Sedangkan di dalam sebuah mobil hitam, Hansel memperhatikan tuannya melalui kaca spion mobil. Sejak mereka meninggalkan gedung perusahaan CLCorporation tuannya tidak henti-hentinya tersenyum seperti orang tidak waras.
“Master, apa ada sesuatu yang terjadi?” tanya Hansel yang tidak bisa lagi menahan rasa penasarannya dengan tingkah aneh tuannya.
“Nothing, why?” tanya Theo balik.
“Ekhem, anda terlihat aneh sejak tadi Master” jawab Hansel gugup karena tatapan tajam tuannya.
“Karena anda terus saja tersenyum sejak kita meninggalkan gedung perusahaan CLCorporation” ucap Hansel lagi.
Sedangkan Theo semakin tersenyum manis mendengar ucapan Hansel membuatnya teringat dengan wajah kesal gadisnya yang terlihat semakin cantik.
Apalagi tadi sebelum dia pergi, David mengundangnya makan malam di Caldwell Mannor sebagai penyambutan kedatangannya ke negara ini.
Dan tentu saja Theo langsung menerimanya dengan senang hati apalagi jika dia bisa bertemu lagi dengan gadisnya.
Padahal Theo akan selalu langsung menolak jika ada kolega bisnisnya yang mengundangnya makan malam secara pribadi, tetapi ini mungkin sedikit berbeda dan tentu saja ini karena Elle tentunya.
__ADS_1