The Elves Secret

The Elves Secret
43. Terlambat


__ADS_3

Sekitar jam tujuh malam Elle keluar dari toko untuk pulang menuju mansion Caldwell. Elle yang baru memasuki mansion dengan wajah lelah berniat untuk langsung istirahat sebab tenaganya cukup terkuras banyak.


karena latihan tadi memang lebih melelahkan daripada latihan fisik saat bersama pamannya Jack.


“Sayang, tumben pulang jam segini?” tanya Monica saat melihat Elle yang berjalan melewati ruang tengah.


“Iya mom, Vivi tadi mampir sebentar di toko antik yang sempat Vivi datangi sama kak Allan waktu itu” jawab Elle sambil menuju ke arah sofa tempat keluarganya berkumpul lalu duduk di samping David.


“Ada apa sayang? Kenapa Vivi terlihat kecapean?” tanya Jack saat melihat Elle yang terlihat lemas.


“Cuma capek karena membaca buku paman” lirih Elle yang sudah merasa matanya terasa berat ingin sekali ditutup.


“Vivi udah makan?” tanya Hannah.


Elle hanya mengangguk “Mmm.” Sambil menyandar di bahu David yang sedang mengelus kepalanya.


Perlahan Elle menutup matanya dan tanpa sadar ketiduran karena sudah tidak tahan untuk menutup mata efek kecapean.


“Sepertinya Vivi sangat kelelahan, lihat dia langsung tertidur” ucap Ibram terkekeh kecil.


“Wajahnya sangat imut seperti anak kecil saja jika tertidur” timpal Monica ikut tertawa tanpa suara agar putrinya tidak terganggu.


“Vivi kita cepat sekali besarnya bahkan dulu dia yang tidak berani keluar mansion,” balas Hannah ketika mengingat Elle waktu kecil dulu yang tidak pernah mau keluar mansion.


“Dia sangat menggemaskan.” Ucap Allan menatap wajah Elle yang tertidur, “sebenarnya apa yang Vivi kerjakan hingga secapek ini?” gumam Allan.


“Aku juga tidak tahu, pengawal yang menjaga Vivi tidak ikut masuk ke toko itu karena tiba-tiba toko sudah tutup setelah Vivi masuk dan mereka di larang untuk masuk oleh seorang wanita” jawab Jack heran.


“Sangat aneh.” Ucap David.


“Benar, tapi biarkan Vivi sendiri yang bercerita karena pasti ada sesuatu yang dia temukan di sana” ucap Ibram.


"Lalu bagaimana dengan putri Robertson itu dad?" tanya Allan geram, saat mengingat informasi yang diberikan salah satu anak buah daddy nya.


"Aku yakin Vivi bisa menghadapi dua gadis itu, tapi jika mereka sudah berani melukai Vivi kita akan langsung bertindak." Ucap Ibram.


"Daddy benar, walaupun saat ini aku ingin sekali menghancurkan mereka." Timpal Jack.


"Tapi salah satu gadis itu adalah anggota keluarga Parker, apa akan terjadi perselisihan diantara dua keluarga?" tanya Hannah khawatir.

__ADS_1


"Apapun yang terjadi princess kita adalah prioritas utama" ucap David tetap mengelus lembut rambut Elle.


"Benar tapi tetap saja aku juga khawatir pada Vivi, apalagi keluarga Robertson sangat licik" Ucap Jack.


"Apa maksudmu son?" tanya Ibram tidak mengerti saat Jack mengatai keluarga Robertson licik.


"Dua hari lalu Vivi meminta tolong kepadaku mencari informasi tentang keluarga Robertson dan ternyata keluarga itu benar-benar buruk dad dan sangat hebat dalam menutupi kelicikan mereka." Jelas Jack.


"Informasi itu akan menjadi senjata kita jika mereka berani menyakiti Vivi" Ucap Ibram.


"Aku harap dia tidak melibatkan Vivi lagi" ucap Monica gelisah.


"Mereka akan tetap melibatkan Vivi apalagi putra keluarga Parker itu sepertinya menyukai princess kita" jawab Jack.


"Ck, aku tidak akan merestui Vivi bersama dia. Apalagi dia kurang tegas karena gadis parasit itu anak dari sahabat orangtuanya" timpal Allan.


"Kita sama son" ujar Jack.


"Aku juga berpikir begitu" Ucap Ibram.


"Lalu bagaiman jika Vivi menyukainya?" tanya Monica.


"Vivi belum tahu cara menyukai lawan jenisnya karena dia masih fokus mencari identitas dirinya." Ujar David,


Mereka belum tahu saja Elle bahkan sudah diklaim oleh seseorang yang mungkin akan membuat mereka terkejut.


“Sayang bawa Vivi ke kamar yuk, nanti tubuhnya sakit kalau tertidur seperti itu” ujar Monica.


“Kami mau membawa Vivi ke kamarnya dulu” pamit Monica.


“Biar aku saja” potong Jack saat melihat David akan menggendong Elle.


“Aku bisa membawa putriku sendiri.” Balas David acuh lalu berjalan pergi dengan membawa Elle diikuti Monica.


“Cih” decak Jack kesal.


Sedangkan Allan tertawa melihat Jack ditolak.


“Tertawa aja terus, aku doain semoga gila” ucap Jack.

__ADS_1


“Oh daddy gila, aku baru tahu” ucap Allan menggeleng pelan dengan nada prihatin.


Sedangkan Ibram dan Hannah juga pergi ke kamar mereka meninggalkan ayah dan anak itu yang sudah memulai perdebatan aneh mereka.


Matahari sudah menyinari bumi, semua orang mulai bersiap berangkat beraktivitas seperti biasa kecuali Elle yang masih nyaman dalam selimutnya padahal jam sudah menunjukkan pukul 07.40 pagi.


Drett drett


Suara ponsel berbunyi menandakan adanya panggilan masuk dari seseorang. Elle dengan perlahan membuka matanya dan mengambil ponsel di atas meja lalu menggeser tombol hijau tanda menerima panggilan.


“Siapa?” tanyanya dengan suara serak akibat baru bangun apalagi nyawa nya belum sepenuhnya terkumpul.


“Astaga Elle kamu baru bangun!? ini sudah pagi dan kami sudah menunggumu berjam-jam di kelas,,,” ucap Lily di seberang sana.


“APA!?” teriak Elle setelah sadar, “Astaga aku sudah telat!”


“Cepatlah Elle, bel masuk sebentar lagi berbunyi.” Lanjut Lily.


Elle segera mematikan sambungan telepon lalu beranjak dari tempat tidur dan langsung berlari ke kamar mandi


Dengan cepat dia mandi tak lupa menyikat gigi setelah selesai dia segera memakai seragamnya dengan tergesa-gesa tak lupa mengoleskan pelembab di bibirnya.


Segera Elle berlari menuruni tangga tanpa takut terjatuh hingga ia lupa dengan adanya lift, keadaan mansion cukup sepi mungkin semua orang sudah berangkat untuk melakukan rutinitas masing-masing.


“Sayang, mommy kira kamu tidak akan sekolah?” tanya Monica yang baru keluar dari dapur saat melihat Elle yang menuruni tangga.


“Kenapa mommy tidak membangunkan ku?” tanya Elle balik.


“Maafkan mommy, mommy tidak tega membangunkan mu tadi saat melihatmu masih tertidur pulas apalagi tadi malam kamu terlihat sangat kecapean.” Jelas Monica.


“Kamu tidak sarapan dulu sayang, nanti perut kamu sakit lho?” sambung Monica saat melihat Elle akan berjalan ke arah pintu utama mansion.


“Tidak apa-apa mom, aku berangkat dulu soalnya aku udah telat.” Ucap Elle lalu melanjutkan langkahnya tapi dia berhenti dan kembali ke arah sang mommy yang masih berdiri lalu mencium pipi Monica dan langsung berlari keluar. "See you, mom."


Sedangkan Monica sempat terkejut sesaat lalu setelahnya terkekeh kecil melihat tingkah menggemaskan putrinya. "Astaga, Vivi ada-ada saja" lirih Monica.


Elle baru saja keluar melewati gerbang utama mansion nya untuk segera ke sekolah tanpa menyadari sebuah mobil di seberang jalan yang terus memperhatikannya.


“Gadis itu sudah keluar dari mansion bos.” Ucap seorang pria berbicara dengan seseorang melalui sambungan telepon.

__ADS_1


“Ikuti dan terus awasi dia jangan dulu bertindak, karena ini belum waktunya untuk memberi kejutan.” Perintah seseorang di seberang telepon.


“Mengerti bos.” Mendengar perintah dari bosnya pria itu segera mengikuti mobil yang dikendarai Elle.


__ADS_2