The Elves Secret

The Elves Secret
09. Surprise


__ADS_3

Terlihat dua wanita cantik berbeda usia berjalan keluar dari lift berjalan ke arah ruang tengah menuju David yang sudah menunggu.


“Princess nya daddy sangat cantik” puji David saat melihat kedua wanita yang paling ia sayangi berjalan ke arahnya.


“Thank you and daddy juga sangat tampan, lalu dimana yang lainnya?” tanya Elle saat melihat mansion begitu sepi padahal tadi sebelum ke kamar ia melihat Jack dan Allan sedang duduk di sofa begitu pun dengan Ibram dan Hannah.


“Mereka pergi keluar, mungkin ada urusan” bohong Monica, Elle pun hanya mengangguk tanda mengerti.


“Ayo kita berangkat.” Ucap David.


Mereka pun berangkat hanya bertiga dalam satu mobil. Elle tidak tahu apa yang terjadi seingatnya ia duduk di dalam mobil bersiap pergi bersama Monica dan David ke suatu tempat tetapi kenapa saat ini matanya ditutup, hingga mobil berhenti di sebuah dermaga yang luas


“Mom, ini kenapa mataku ditutup?” tanya Elle.


“Kamu akan tahu nanti sayang” ucap Monica yang semakin membuat Elle penasaran.


Elle hanya menghela nafas hingga pintu mobil terbuka. Jujur Elle malam ini tampak semakin cantik dan menawan dengan balutan dress selutut berwarna biru langit yang dihiasi bunga-bunga putih, rambut peraknya disanggul dengan pita putih sedikit anak rambutnya dibiarkan menjuntai.


Elle memekik saat tumpuan kakinya terasa bergoyang. “Mom! ini baik-baik saja bukan?”


“Tenang saja Vivi, daddy akan menjagamu.” Ucap David


Elle semakin yakin kala hidungnya mencium bau asin air laut diikuti suara deburan ombak, angin dingin seperti membelai tubuhnya. Pasti kini ia berada di atas kapal.


Monica tiba-tiba saja melepas genggaman tangan mereka, matanya yang masih tertutup tentu tidak bisa melihat apapun tapi ia bisa mendengar suara bisikan yang tidak jauh darinya.


“Vivi.” Panggil David.


“Dad mom kalian dimana? Bisakah aku membuka penutup ini?” tanya Elle.


“Bukalah sayang” ucap Monica.


Elle langsung melepas kain yang menutupi matanya hingga terlihat netra hijau emeraldnya bersinar di bawah cahaya bulan, dia memejamkan matanya sebentar untuk kembali menyesuaikan cahaya yang masuk. Dugaan Elle ternyata benar kini ia sedang berada di tengah lautan di atas sebuah kapal pesiar mewah, dan di depannya terlihat semua anggota keluarganya berdiri di depan lampu bertuliskan happy birthday tak lupa dengan kue yang cukup besar berwarna biru dihiasi cream berbentuk bunga mawar putih dan beberapa hidangan mewah di atas meja.


Elle menutup mulutnya terkejut matanya berkaca-kaca tak dapat berkata-kata mendapat kejutan dari keluarganya, yang ia lakukan hanya berjalan menghampiri Monica dan David lalu langsung memeluk mereka.


“Vivi kita sudah semakin besar, happy birthday sayang.” Monica memeluk putrinya erat dan David juga ikut memeluk Elle dan Monica erat.

__ADS_1


“Thank you mom dad” bisik Elle dalam pelukan kedua orang tuanya.


“Vivi tidak mau memeluk nenek juga?”


Elle menoleh “nenek, kakek?”


Ibram dan Hannah mendekat “Selamat ulang tahun sayang, cucu nenek sangat cantik malam ini” ujar Hannah membuat Elle malu dengan pipi memerah.


“Ya karena Vivi adalah cucuku.” Ucap Ibram tak mau kalah.


“Vivi tidak mau menyapa paman?” ucap Jack bersuara, dia mendekat bersama Allan yang berdiri di sampingnya.


Elle berlari segera menghambur ke pelukan Allan yang sangat ia rindukan, karena Allan jarang pulang ke mansion sibuk mempersiapkan skripsinya.


“Happy sweet seventeen sweetie“ bisik Allan tepat di samping telinga Elle.


“Sayang kenapa tidak memeluk paman lebih dulu” rajuk Jack.


“Karena aku lebih tampan dari daddy.” Timpal Allan.


“Heh bocah, ketampanan mu itu juga turunan dariku.”


“Sudah, sebaiknya kita makan dulu karena hidangannya sudah disiapkan.” Ucap Hannah menengahi perdebatan anak dan cucunya.


Malam itu Elle sangat bahagia bisa mendapat kejutan pesta khusus dari keluarganya, sebenarnya tidak kali ini saja namun tiap tahunnya tapi kali ini Elle merasa sedikit khawatir karena suatu hal yang hanya ia sendiri yang tahu.


Hari ini Elle dan dua temannya sedang membicarakan sesuatu di dalam kelas, mereka sedang malas untuk ke kantin karena kejadian kemarin sehingga mereka hanya membeli makanan dan minuman untuk dibawa ke kelas.


“Elle, apa lukamu masih sakit?” tanya Stella.


“sudah tidak apa-apa” jawab Elle sambil


memperlihatkan tangannya yang tertutup perban pada Stella.


“Syukurlah”.


Stella mengernyit heran saat melihat Emma yang selalu fokus pada ponselnya dan sesekali tersenyum, karena penasaran dengan cepat Stella merebut ponsel di tangan Emma.

__ADS_1


Emma yang terkejut pun langsung menatap Stella kesal, “Stella kamu mengganggu saja” kesal Emma. Stella hanya menatap Emma dengan mengejek dan langsung melihat isi ponsel Emma.


“OH MY GOD! This is real Emma!?” pekik Stella keras. Membuat Elle dan beberapa murid yang masih di dalam kelas terkejut.


“Hehehe sorry guys” ucap Stella malu.


“That’s right, karena itu aku sangat senang. Kamu tahu kan aku adalah penggemar Master X.” Jawab Emma.


“Kalian sedang melakukan apa?” tanya Elle bingung melihat kedua temannya sangat heboh.


“Elle kau tahu, Master X akan ke negara ini!” heboh Stella bahagia.


“Master X itu siapa?” tanya Elle tiba-tiba, membuat mereka semua langsung terdiam dan menatap terkejut Elle.


“Really, kamu tidak tahu siapa Master X?” ucap serempak Stella dan Emma, sedangkan Elle dengan polos hanya menggelengkan kepala.


“Astaga Elle, kamu itu hidup di zaman apa hingga tidak tahu Master X” gemas Emma mencubit pipi Elle.


“Master X itu, orang yang paling berpengaruh di dunia. Dia mempunyai perusahaan bernama X Company yang bergerak dalam berbagai bidang dan sudah tersebar di seluruh dunia. Salah satunya sekolah ini yang merupakan milik Master X, yang intinya Master X itu orang yang sangat disanjung tinggi oleh semua orang.” Jelas Stella.


Mendengar itu Elle hanya mengangguk singkat, lagi pula ia tidak terlalu tertarik atau peduli pada hal sekitarnya kecuali untuk keluarganya atau orang terdekatnya.


“Menjadi wanita yang dicintai oleh Master X itu adalah impian para kaum wanita di dunia ini.” Ucap Emma.


“Dia belum menikah?” tanya Elle.


“Iya, kabar yang ku dengar begitu, Master X juga masih berumur 28 tahun. Astaga membicarakan tentang Master X membuatku deg-degan.” Jawab Stella senyum-senyum.


“Sugar daddy” sambung Emma. Melihat temannya yang heboh Elle hanya bisa menggelengkan kepala.


Saat ini Elle sedang makan bersama Allan di salah satu restoran mewah, ia tiba-tiba merasa lapar tadi saat dalam perjalanan pulang dari sekolah mungkin karena ia hanya makan sedikit siang tadi.


“Kak, aku ingin menambah ice cream boleh ya” bujuk Elle sejak tadi pada Allan.


“No sweetie, kamu tidak boleh makan itu terlalu banyak nanti gigimu sakit.” Jawab Allan.


“Baiklah,,,” ucap Elle lesu.

__ADS_1


“Good girl, sebagai gantinya nanti kakak belikan stok susu madu yang banyak.” Ucap Allan sambil mengusap rambut perak Elle.


“Awas saja nanti kalau bohong.” Ancam Elle tapi ia sangat senang akan mendapat banyak susu madu nanti. Elle memang akan menjadi manja jika di depan keluarganya, sedangkan Allan hanya tertawa kecil melihat wajah imut adiknya.


__ADS_2