The Elves Secret

The Elves Secret
23. Anderson Family


__ADS_3

Saat ini Elle sedang menyetir mobilnya membelah jalanan perkotaan untuk pulang ke mansion, setelah mendapat izin dari keluarganya untuk membawa mobil sendiri ke sekolah, mungkin mulai sekarang Elle akan selalu menggunakan mobil sendiri dan ia merasa senang dengan itu.


Karena Elle juga tidak ingin terus merepotkan Jack, Allan dan David untuk diantar ke sekolah setiap hari. Sedangkan Jack masih memiliki tugas lain dan juga David sedang mengurus perusahaan apalagi setelah kedatangan Master X membuat David semakin sibuk setiap harinya serta Allan dengan kuliahnya yang juga sebentar lagi ujian.


Walaupun dengan sedikit perdebatan dengan keluarganya terutama dari para kesatria penjaga Elle siapa lagi kalau bukan Ibram, David, Jack dan juga Allan. Namun akhirnya Elle diizinkan dengan syarat Elle tetap di jaga dan diawasi oleh para anak buah Jack dari jauh Elle pun dengan senang hati menyanggupi.


Menempuh perjalanan beberapa menit Elle sudah sampai di kawasan elit Circle Gold, lalu melewati gerbang tinggi mansion Caldwell yang terbuka lebar secara otomatis dan Elle pun menghentikan mobilnya tepat di depan pintu utama mansion.


Elle masuk ke dalam mansion dan melihat hanya Monica dan Hannah yang duduk di sofa ruang tengah sedang membahas resep makanan yang akan mereka coba masak bersama nanti saat makan malam.


Elle mendekat ke arah dua wanita paruh baya itu yang masih fokus dengan pembicaraan mereka hingga tidak sadar Elle sudah berdiri di sampingnya.


“Mom, nenek” panggil Elle, membuat kedua wanita beda usia itu langsung menoleh ke arah Elle yang masih berdiri.


“Vivi, sini sayang” ucap Hannah meminta Elle ke arahnya. Elle pun duduk di samping Hannah.


“Mommy dan nenek sedang melihat apa?” tanya Elle.


“Mommy hanya sedang membahas resep makanan dengan nenek” jawab Monica.


“Ohh,” jawab Elle mengangguk pelan.


“Apa Vivi jadi malam ini ke mansion Anderson?” tanya Hannah ketika teringat jika malam ini cucunya tidak makan malam di mansion.


Elle pun mengangguk “jadi kok nek, Vivi juga sudah memberitahu Emma tadi pagi.” Ucap Elle.


“Ya sudah, nanti nenek akan siapkan buah tangan yang akan Vivi bawa nanti.” Ujar Hannah mengingat Vivi akan bertamu ke rumah orang lain, tidak mungkin kan jika tidak membawa buah tangan.

__ADS_1


“Oh iya, bukankah tuan Anderson sangat menyukai wine bagaimana kalau Vivi bawa itu nanti mom?” usul Monica, saat teringat jika dia dan David pernah bertemu dengan kedua orangtua Emma di salah satu pesta bisnis dan mereka pun sempat berbincang-bincang.


“Boleh juga, tapi tambahkan dengan teh hijau untuk diberikan pada nyonya Anderson” ucap Hannah mengangguk pelan sambil memegang dagunya.


Elle yang mendengar itu pun hanya tersenyum kecil “Itu terserah mommy dan nenek saja karena Vivi tidak mengerti ingin bawa apa nanti, kalau begitu Vivi ke kamar dulu nek mom untuk bersiap-siap karena jam 7 nanti Vivi harus berangkat.” Jelas Elle.


“Ya sudah, pergilah sayang” ucap Monica dan Hannah bersamaan. Elle berdiri dan melangkah ke arah lift untuk segera menuju ke kamarnya.


Di dalam kamar, setelah mandi kini Elle sedang memilih pakaian apa yang akan ia kenakan. Jika pakaian santai maka itu tidak akan sopan maka Elle pun memilih sebuah sebuah dress sederhana yang terlihat pas di tubuhnya.


Setelah sudah siap Elle keluar dari kamar menuju lif, di lantai bawah semua keluarganya sudah berkumpul di sofa ruang tengah.


"Astaga, cucu nenek sangat cantik" ucap Hannah pertama kali saat melihat Elle baru keluar dari lift.


"Kamu sangat cantik sayang, bagaimana kalau Vivi tidak jadi saja ke mansion Anderson itu" ucap Ibram.


"Benar, Vivi jangan keluar di rumah saja ya. Apalagi aku dengar putra sulung keluarga Anderson itu seorang playboy, bagaimana kalau Vivi dirayu olehnya" ujar Jack.


"Paman, nggak boleh gitu. Sam juga teman Vivi paman memang sifatnya juga seperti itu tapi orangnya baik kok" kelas Elle.


"Bagaimana kalau Vivi dan kakak makan di taman belakang saja, biarkan makan malam di mansion Anderson batalkan saja, oke?" usul Allan, dia tidak mau kecantikan Elle dilihat oleh orang lain.


"Benar, Vivi makan malam di sini saja ya" bujuk Jack.


Elle hanya menghela nafas panjang melihat keposesifan keluarganya yang mulai kambuh itu.


"Sudah, biarkan saja Vivi pergi. Ayo sayang pergilah jangan dengarkan para ayam yang berkokok itu" ucap Hannah menghiraukan tatapan cemberut para pria Caldwell itu.

__ADS_1


"Kalau untuk hadiahnya, mommy sudah masukkan ke dalam mobil sayang" ucap Monica pada Elle.


"Thanks mom nek, kalau begitu Vivi berangkat dulu ya semuanya" pamit Vivi pergi setelah sempat mencium pipi semua anggota keluarganya.


Sebuah mobil mewah Rolls-Royce phantom berwarna hitam memasuki gerbang tinggi yang dibukakan oleh seorang penjaga, lalu mobil itu pun memasuki kawasan mansion milik keluarga Anderson.


Mobil itu berhenti tepat di depan pintu utama mansion, seorang penjaga yang sudah berdiri di sana segera menuju pintu mobil lalu membukanya.


Dengan gaya anggun Elle keluar dari mobil, dress selutut berwarna pastel terlihat memukau membalut tubuh Elle serta peraknya yang dibiarkan tergerai dihiasi dengan sebuah jepit rambut berbentuk bunga.


Elle berjalan masuk ke dalam mansion dan langsung disambut oleh sang tuan rumah yang sedang duduk di sofa ruang tamu, Edward Anderson dan Helena Anderson mereka adalah kedua orang tua Emma dan Sam tak lupa dengan kehadiran kedua orang itu juga yang ikut menyambut kedatangan Elle.


“Woow she is like a princess” puji Sam dengan menatap takjub kedatangan Elle.


Yup, she is the real princess brother batin Emma menjawab ucapan Sam.


“Astaga Elle, you look so beautiful tonight.” Ucap Emma melihat Elle dengan tatapan kagum.


“Thanks Emma and Sam kalian juga sangat tampan dan cantik.” Ucap Elle membuat Emma dan Sam bersemu malu karena mendapat pujian itu. Sedangkan Elle hanya tertawa kecil melihat tingkah lucu mereka berdua.


Lalu Elle beralih menatap dua paruh baya berbeda gender yang masih terlihat tampan dan cantik menatapnya terpesona, “senang berjumpa dengan anda Mr and Mrs Anderson.” Ucap Elle dengan suara lembut sedikit tegas, sambil menunduk tanda kesopanan.


Elen yang yang melihat tersenyum manis. “Kami juga sangat senang berjumpa denganmu Elle dan panggil saja aunty Elen dan uncle Ed saja okey,” Ucap Elen lembut.


Elle pun hanya mengangguk. “Baik aunty.” Jawab Elle. “Oh iya, ini adalah pemberian dari keluarga Elle aunty. Semoga aunty Elen dan uncle Ed menyukainya.” Ucap Elle sambil menyerahkan totabag berisi sebotol wine dan sekotak teh hijau yang terkenal dengan kemahalan nya.


Elen menerimanya dan tidak sengaja melihat isi totabag itu membuat Elen serta Edward begitu juga Sam yang juga sempat mengintip menjadi terkejut karena barang yang dibawa oleh Elle adalah barang-barang yang sangat mahal.

__ADS_1


__ADS_2