
Sedangkan di luar toko terlihat sebuah mobil hitam berhenti lalu keluarlah seorang pria tampan yang tak lain Theo, kemudian berjalan memasuki toko antik itu.
“Selamat datang tuan, ada yang bisa saya bantu” ucap Sera sopan menyambut kedatangan Theo seperti seorang pelanggan.
“Seorang gadis memasuki toko ini, dimana dia?” tanya Theo to the point.
Sera tersenyum kecil “maaf tuan, tidak ada seorang gadis yang memasuki toko saya” jawab Sera dengan wajah ramahnya.
Bahkan Theo sekalipun akan sulit membedakan apakah wanita ini berbohong atau tidak.
Theo langsung menatap wanita itu dengan tatapan intimidasi nya seakan curiga, tetapi Sera hanya biasa saja bahkan tidak terpengaruh sedikitpun.
Theo menghela nafas pelan. “Baiklah, kalau begitu permisi” ucap Theo lalu berbalik untuk segera keluar dari toko namun langkahnya terhenti saat mendengar ucapan aneh dari wanita itu.
“Tetaplah berada di sampingnya, apapun yang terjadi di masa depan” ucap Sera dengan wajah serius tetapi dalam sekejap ekspresinya kembali menjadi ramah. “Sampai jumpa tuan dan terima kasih telah mendatangi toko kami” ucap Sera sambil tersenyum ramah.
Theo yang melihat itu mengernyitkan dahinya bingung merasa heran dengan wanita itu yang tiba-tiba mengatakan sesuatu bahkan tidak dia mengerti.
Tanpa menjawab Theo langsung melangkah keluar menuju mobilnya lalu pergi meninggalkan kawasan toko.
Di dalam mobil Theo menyetir dengan wajah linglung. Aku yakin dengan jelas tadi melihat gadisku memasuki toko itu tapi apa mungkin aku salah lihat, Haaah aku sangat merindukan mu amour padahal aku berharap itu adalah kamu agar kita bisa bertemu batin Theo.
Sedangkan Sera hanya berdiri diam melihat mobil itu pergi dengan pandangan yang sulit diartikan. Saat berbalik dia langsung terkejut mendapati Elle sudah berdiri di belakangnya.
“Lady, ada yang bisa saya bantu lagi?” tanyanya setelah berhasil mengendalikan ekspresinya.
Elle tidak menjawab, dia hanya berjalan melangkah dengan pelan mendekati wanita itu dengan tatapan tajam serta aura yang dapat membuat Sera gemetar.
Bukan ketakutan tetapi Sera merasa gemetar karena tidak sanggup dengan aura kemuliaan yang sangat dia kenali dan hanya dimiliki oleh orang itu dulu walau sekarang pun tetap sama.
__ADS_1
“Siapa kamu sebenarnya.” Tekan Elle tenang dengan nada suara dingin.
Sera mengembuskan nafasnya pelan. “Lady berbicara apa, saya adalah Sera Lemora seorang pemilik toko antik ini” ucapnya tenang namun tubuhnya tidak bisa berbohong karena terus gemetaran.
Tiba-tiba sebuah tumbuhan merambat muncul dari bawah kaki Sera lalu melilit tubuhnya dari kaki hingga ke lehernya yang membuat Sera tercekik dan sulit bernafas.
“Aku tidak suka membuang waktu, jadi katakan yang sebenarnya.” Desis Elle tajam.
Dalam sekejap tumbuhan merambat yang ada di tubuh Sera langsung terbakar dan menghilang, Sera yang sudah terlepas langsung terduduk di lantai dengan nafas yang memburu, Elle yang melihat itu tersenyum miring.
Sera yang merasa sudah terdesak tadi terpaksa mengeluarkan sihirnya, dan identitasnya pun mungkin langsung diketahui oleh Elle.
Sera yang tidak bisa menahan lagi tubuhnya langsung sujud dan menunduk hormat di depan Elle karena aura kemuliaan itu yang masih tetap ada walau kekuatan Elle belum sepenuhnya sempurna.
“Seorang penyihir, aku pikir sudah punah. Ternyata masih ada dan mencoba bermain trik denganku.” Ucap Elle santai masih dengan auranya itu. "Sekarang tunjukkan wujud aslimu" perintah Elle lagi.
Perlahan tubuh Sera dikelilingi cahaya kuning, saat cahaya itu hilang terlihat Sera yang tadinya seorang wanita paruh baya berubah menjadi seorang gadis cantik tapi jangan tertipu walau wajahnya terlihat muda tetapi umurnya sudah melampaui seribu tahun lebih.
Elle yang melihat Sera seperti itu menghembuskan nafas pelan sambil menutup mata mengontrol emosinya yang tiba-tiba berubah sejak ia membaca buku itu walau hanya sebagian saja. Tetapi anehnya itu dapat mempengaruhi kekuatannya.
“Maafkan aku karena telah membuat mu tidak nyaman, ternyata tebakan ku memang benar kau seorang penyihir agung,” ucap Elle dengan auranya yang sudah kembali tenang.
Sera perlahan berdiri dengan tetap menunduk “tidak apa-apa Lady saya yang seharusnya meminta maaf karena telah menyembunyikan identitas saya pada anda, karena saya hanya ingin menguji anda terlebih dahulu apakah memang anda adalah orang yang saya tunggu dan ditugaskan untuk mendampingi anda.” Jelas Sera.
“Aku mengerti.” Jawab Elle, “dan aku yakin kamu sudah mengetahui akan kedatanganku” lanjut Elle.
“Benar Lady,” jawab Sera dengan hormat.
“Namun kekuatan ku belum semuanya kembali jadi aku ingin kamu melakukan tugasmu melatihku mulai sekarang dengan panduan yang ada di buku.” Titah Elle.
__ADS_1
“Baik Lady.” Jawab Sera cepat.
Mulai saat itu Sera melatih dan. mendampingi Elle dengan panduan dari buku yang sudah dibaca setengah oleh Elle.
Dan dari buku itu Elle tahu dirinya adalah seorang Elves keturunan mulia yang lahir seratus ribu tahun sekali, namun tujuannya lahir di dunia ini masih tidak jelas untuk Elle dan dia masih harus mencari jawabannya.
Begitupun dengan Sera, ribuan tahun dia menunggu akan kedatangan Elle dan sudah mempersiapkan semuanya, kini Sera hanya akan melakukan tugasnya untuk tetap mendampingi dan melatih Elle tanpa memberitahu Elle tentang semuanya karena belum saatnya.
Karena Sera ingin lebih dahulu mempersiapkan Elle untuk menuju takdirnya, sebab itulah Sera berpikir akan menjelaskan semuanya secara perlahan-lahan pada Elle.
Elle duduk bersila di tengah taman yang luas, taman itu adalah ruang dimensi yang dibuat oleh Sera yang dikhususkan untuk tempat melatih Elle.
“Fokuskan pikiran anda hanya dalam satu titik yaitu inti kekuatan anda sendiri, lalu rasakan kekuatan itu mengalir di seluruh tubuh anda."
"Jika anda ingin bisa mengendalikannya anda terlebih dahulu harus bisa merasakannya." Ujar Sera yang ikut duduk bersila di depan Elle.
Tiba-tiba, perlahan seluruh tubuh Elle mengeluarkan cahaya biru yang begitu menyilaukan dengan diikuti tumbuh nya sepasang sayap bening berkilauan di punggung Elle. Elle perlahan membuka matanya yang terlihat begitu bersinar.
Sera yang melihat itu tersenyum, walaupun Elle hanya mengalami setengah perubahan tetapi itu sudah cukup sebagai permulaan.
Dalam sekejap sepasang sayap di punggung Elle menghilang, Elle hanya bisa menghela nafas melihat itu walaupun sebentar tapi cukup menguras tenaganya untuk mengumpulkan inti energi tubuhnya. Elle berdiri dari duduknya lalu berjalan menuju sebuah kursi yang ada di taman diikuti Sera di belakang.
Sera menuang teh di sebuah cangkir kecil lalu menyajikan nya dengan sopan kepada Elle, tak lupa dia juga menuangkan teh ke ke cangkirnya sendiri.
Di tengah taman itu mereka berdua mengobrol layaknya seorang teman walaupun obrolan mereka hanya seputaran cara mengendalikan kekuatan Elle.
Dua orang gadis yang sama-sama keturunan terakhir dari masing-masing klan mereka bersatu karena takdir.
“Sebaiknya itu sudah cukup untuk hari ini, karena anda sering melatih diri itu sudah bagus sebagai permulaan” ujar Sera sopan.
__ADS_1
“Terima kasih untuk hari ini Sera dengan adanya dirimu itu sudah membantu ku.” Ucap Elle senyuman tipis, dengan anggun dia meraih cangkir kaca itu lalu menyesap teh yang beraroma nikmat.
“Sudah tugas saya Lady.” Jawab Sera balas tersenyum.