
Elle, Lily, Emma dan Stella sekarang sudah berada di ruangan para anggota basket sekolahnya.
Sebenarnya hanya Lily yang akan masuk tapi saat ia berpapasan dengan Elle dan kedua temannya di koridor menuju lapangan indoor Lily memaksa mereka ikut.
Jadilah mereka berempat di ruangan ini beserta beberapa pemuda dengan pakaian basket yang melekat di tubuh mereka termasuk Alvaro, William ,Felix dan Sam.
Dan keempat gadis itu menjadi perhatian para anggota tim basket di ruangan itu terutama dapat melihat wajah Elle dan Lily sang primadona sekolah dari dekat membuat mereka sangat senang, apalagi mereka yang hanya pernah melihat Elle dari jauh.
Namun pemandangan itu hanya sementara karena tubuh Elle dihalangi oleh dua tubuh tegap milik Alvaro dan William yang sedari tadi menatap mereka semua tajam. Dasar es cuka pikir mereka.
“Hei kalian berempat semangat ya, kalian wajib harus menang.” Ucap Lily pada Alvaro, William, Felix dan Samuel.
“Tentu saja, kehebatan kami tidak akan bisa diragukan oleh siapapun,” ucap Felix.
“That’s right, apalagi dengan adanya diriku yang akan membawa kemenangan mutlak” timpal Samuel sombong.
Yah, walaupun sedikit berlebihan tapi memang benar sih, selain playboy Samuel adalah maniak basket yang akan berubah menjadi tegas jika sudah berhadapan dengan bola basket.
Berbeda dengan kesehariannya, begitu cintanya dia dengan basket lebih dari cewek-cewek yang menjadi pacarnya.
“Percaya diri sekali” ucap Lily mengejek.
“Vivi tidak ingin memberiku semangat” bisik William yang sudah berdiri di samping Elle, sementara Alvaro melihat itu menatap William tajam.
“Hanya jangan sampai terluka, menang dan kalah itu sudah biasa dalam pertandingan tapi semangat untuk kalian semua.” Ucap Elle pada mereka semua.
“Sebaiknya kita keluar, pengumuman pertandingan sepertinya akan segera dimulai beberapa menit lagi,” ucap Emma.
Sebelum pergi Elle mengucap “semangat Liam.” tanpa bersuara yang hanya dimengerti oleh William sendiri yang semakin membuat William semakin senang dan bersemangat.
Saat ini Elle, Lily, Emma dan Stella sedang duduk di tribune penonton paling depan. Di tengah pertandingan, murid-murid semakin heboh melihat para pemuda tampan begitu gagah dan seksi memainkan bola basket.
Apalagi Stella dan Lily yang begitu bersemangat bersorak untuk menyemangati tim basket sekolahnya sambil sedikit mencuci mata melihat makhluk tampan di depan sana pikir mereka.
__ADS_1
Sedangkan Elle hanya memandang ke arah depan tempat pertandingan itu berlangsung dengan mata berbinar karena ini pertama kalinya ia menyaksikan pertandingan basket secara langsung.
Hingga tanpa sadar ia tersenyum manis membuat beberapa orang yang melihatnya langsung salah fokus terutama seorang pemuda dari tim basket lawan.
Emma yang berada di samping Elle, sejak tadi berusaha menahan kekesalannya karena teriakan Stella yang begitu membahana tepat di samping telinganya.
Gemuruh suara penonton semakin ramai terdengar ketika Alvaro melakukan shooting bola ke dalam ring, tak hanya Alvaro tetapi William, Felix dan Sam pun beberapa kali melakukan hal yang sama.
Sehingga membuat kelompok mereka membawa kemenangan walaupun di awalnya mereka sempat ketinggalan skor.
Bel peluit wasit berbunyi begitu nyaring pertanda bahwa permainan yang berlangsung cukup lama itu sudah selesai.
Alvaro dan ketiga temannya serta beberapa pemuda lainnya langsung berbaris di kanan wasit dan begitupun lawan main mereka.
Hanya tujuh orang yang paling mencolok di antara para anggota pemain basket itu apalagi dengan wajah tampan dan tubuh atletis mereka yang berkeringat membuat mereka semakin memukau hingga membuat penonton cewek-cewek semakin menjerit heboh siapa lagi kalau bukan para anggota Prince Harvest dan tiga diantaranya adalah dari anggota lawan.
Mereka pun saling bersalaman dan berpelukan ala laki-laki, sorak sorai dari masing-masing sekolah masih memenuhi lapangan hingga kedua tim basket itu meninggalkan lapangan untuk segera mengganti baju atau beristirahat.
Di kantin ternyata dipadati semua murid, baik murid Harvest atau murid sekolah lain yang menjadi supporter untuk hanya sekedar beristirahat atau makan dan minum.
“Huuh rame sekali, ini gimana?” tanya Stella sambil mengedarkan pandangannya ke penjuru kantin mencari meja kosong.
“Kita beli minuman sama sandwich saja sekalian buat Alvaro dan teman-temannya lalu kita ke rooftop bersama” usul Lily.
“Rooftop?” tanya Stella.
“Bukankah tempat itu milik Alvaro dan teman-temannya?” tanya Emma.
“Benar, mereka menyuruh kita ke sana setelah dari kantin” jelas Lily.
“Baiklah” jawab Emma dan Stella sedangkan Elle hanya mengangguk.
Setelah membeli makanan dan minuman mereka segera menuju rooftop.
__ADS_1
Ya, Lily dapat pesan dari Felix bahwa mereka istirahat di sana alasannya lebih nyaman dan tidak akan diganggu karena setelah pertandingan tadi penggemar mereka semakin banyak.
Mungkin bukan hanya penggemar para Prince Harvest yang bertambah karena mereka berempat pun sudah menjadi pusat perhatian sedari tadi oleh semua murid yang berlalu lalang di koridor termasuk murid dari sekolah Brans Highschool.
Di koridor menuju rooftop Elle dan teman-temannya berjalan bersama diselingi candaan dari Stella dan Lily sedangkan Elle dan Emma hanya menyimak.
Lily dan Stella yang memang berjalan di depan tidak melihat kedatangan tiga cowok berjalan di depan mereka.
Brukkk...
Elle dan Emma terkejut begitupun Stella yang hampir juga ikut jatuh seperti Lily, Elle segera membantu Lily berdiri sedangkan ketiga cowok itu masih terdiam namun pandangan mereka bertiga tertuju ke arah Elle.
Beruntung Lily tidak ikut memegang minuman dan makanan yang tadi mereka beli jika tidak mungkin dia sudah basah karena minuman yang dipegangnya ikut jatuh.
“Sialan! Kalo jalan tuh pake mata! Nggak lihat ada orang jalan di depan!” marah Lily.
“First, jalan pakai kaki dan mata untuk melihat jalan and disini kamu juga salah tidak melihat depan malah fokus berbicara dengan temanmu itu. So, siapa yang bersalah disini?” ucap salah satu dari ketiga pria itu setelah mendengar ucapan Lily dan mereka pun berlalu pergi tanpa peduli Lily yang ingin marah-marah lagi.
“Perkataan dia benar kamu dan juga Stella salah karena tidak fokus melihat ke depan saat berjalan, lain kali jika di tengah jalan kalian harus hati-hati dan tetap fokus ke depan,” nasehat Elle.
“Maaf aku tidak akan mengulanginya lagi” ucap Lily merasa bersalah setelah mendengar ucapan Elle.
“Not me tapi untuk ketiga cowok tadi” ucap Elle.
“Baiklah jika kami bertemu lagi aku akan minta maaf pada mereka” ucap Lily.
“Aku juga apalagi bisa melihat wajah tampan mereka lagi” timpal Stella membuat Emma dan Lily hanya menghela nafas sedangkan Elle hanya menggelengkan kepala heran melihat tingkah temannya itu.
“Sepertinya mereka pemain basket Brans Highschool” ucap Emma.
“Eh, iya juga. Mereka tadi pakai baju basket tim lawan” ucap Stella.
“Hmm, udah ayo kita lanjut ke rooftop” ajak Elle.
__ADS_1