The Elves Secret

The Elves Secret
40. Bersama Memecahkan Teka Teki


__ADS_3

Elle baru memasuki kantin dan melangkah menuju meja yang sudah terdapat Lily, Emma dan Stella di sana yang sedang fokus memakan makanan mereka disertai dengan suara berisik Lily dan Stella yang terus berbicara.


“Kenapa kamu lama sekali di toilet Elle, kamu lagi konser ya di sana?” tanya Lily bercanda saat melihat Elle yang sudah duduk di sampingnya.


“Mmm.” Gumam Elle lalu mengambil sendok dan menyuap makanannya.


Elle tidak ingin mengatakan sebenarnya pada ketiga temannya tentang kejadian tadi di toilet karena ia merasa itu tidak penting apalagi jika Lily sampai tahu pasti akan terjadi perkelahian lagi diantara mereka dan Elle tidak ingin membuat Lily membuang waktu dan tenaganya pada orang-orang yang tidak penting itu.


“Terima kasih untuk makanannya” ucap Elle, karena tadi sebelum ke toilet dia meminta tolong pada Lily untuk mengambilkannya makanan lebih dulu.


“Santai aja, itu tidak merepotkan kok” balas Lily.


“Eh aku kok nggak lihat Alvaro dan yang lainnya, mereka kemana?” tanya Stella karena tumben hari ini Alvaro dan teman-temannya tidak datang ke kantin.


“Oh mereka? mungkin lagi di rooftop” jawab Lily santai.


“Kurang seru mereka nggak ke sini” ucap Stella lesu.


Emma memicing curiga tidak biasanya Stella sangat mengharapkan kedatangan para anggota Prince Harvest itu, padahal biarpun para pria itu tidak datang mereka tetap biasa saja.


“Memang mengapa kalau mereka tidak kesini?” tanya Emma.


“Yaaa kan biasanya setiap hari mereka ke sini untuk gabung sama kita, apalagi Alvaro dan William yang selalu mengikuti Elle” jawab Stella santai.


Membuat Emma mengangguk mengerti “memang benar juga sih.”


Sedangkan Elle diam saja mendengar pembicaraan ketiga temannya. “Kalian pernah bermain teka teki?” tanya Elle tiba-tiba.


Emma, Lily dan Stella yang mendengar pertanyaan itu langsung menoleh ke arah Elle yang masih fokus memakan makanannya seperti bukan dia saja yang bertanya tadi.


“Aku pernah” ucap Emma.

__ADS_1


“Kalau aku belum pernah, membaca soal ujian saja sudah membuat kepalaku sakit apalagi teka teki mungkin udah botak ini kepala” ujar Lily ngeri.


“Hahaha ya tinggal cari jawabannya di kunci jawaban Ly, gitu aja susah” timpal Stella.


“Aku nggak mau bermain teka teki males mikir, capek, lelah dan membosankan” jawab Lily.


“Memangnya ada apa dengan teka teki Elle?” tanya Emma penasaran karena tidak biasanya Elle membuka topik pembicaraan apalagi tentang permainan teka teki.


Elle hanya menggeleng pelan “tidak ada, aku hanya iseng saja bertanya pada kalian tentang sebuah teka teki, mungkin kalian suka bermain itu atau mungkin bisa mengetahui jawaban sebuah teka teki.” Jawab Elle santai.


“Benarkah, ayo beritahu padaku Elle mungkin saja aku bisa menjawab teka teki mu lagipula aku cukup pintar lhoo” ucap Lily percaya diri.


Emma langsung pura-pura batuk mendengar ucapan Lily, “Ekhem perasaan tadi siapa yang bilang jika mendengar tentang teka teki kepalanya akan sakit” sindir Emma.


Lily langsung cemberut. “Ck, walaupun memecahkan teka-teki itu sulit tapi cukup menyenangkan saat dimainkan” dumel Lily.


“Baiklah, kalian bacalah.” Elle memberikan sebuah kertas yang bertuliskan teka teki yang Elle dapat saat datang ke toko antik tapi hanya teka teki awal saja tidak semuanya.


Emma, Lily dan Stella langsung membaca tulisan itu membuat mereka langsung bingung apa maksudnya.


“Jawaban ada dalam dirimu. Mmm apa maksudnya dengan jawaban? tapi pertanyaannya itu apa? Karena yang aku tahu setiap jawaban pasti ada pertanyaannya lebih dahulu, agar kita tahu apa jawaban yang kita cari.” Jelas Lily.


Pertanyaan ku terlalu banyak jika untuk diucapkan tapi yang paling aku ingin ketahui adalah siapa diriku sebenarnya batin Elle menjawab.


“Jika kita tahu apa pertanyaannya, maka teka teki selanjutnya adalah jawabannya yaitu ada dalam dirimu. Apakah maksudnya di dalam dirimu itu adalah tubuhmu atau ingatanmu mungkin?” tanya Emma berpikir sambil memegang dagunya.


“Atau mungkin yang lainnya tapi jawaban itu masih tetap dekat dengan tubuhmu, itu bisa jadi kan?” ujar Elle ikut berpikir sambil mengangguk.


Begitulah Emma dan Lily jika dalam mode serius, akan berpikir cukup keras untuk bisa menyelesaikan sesuatu.


"Teka teki ini aneh" ucap Lily, karena semakin berpikir dia semakin tidak mengerti tentang teka teki itu.

__ADS_1


“Kenapa kalian bertiga serius sekali, bukankah tinggal mencari kunci jawaban saja” ucap Stella.


“Benar juga, kenapa tidak mencarinya di sana Elle?” ujar Emma.


“Teka teki ini tidak mempunyai kunci jawaban” jawab Elle dengan wajah santainya sambil meminum susu madu kotak.


Tapi di dalam kepalanya sudah menyimpan semua ucapan Emma dan Lily tadi untuk ia sambungkan lagi nanti hingga menjadi sebuah jawaban.


Elle hanya menghembuskan nafas pelan, “Tapi terima kasih kalian sudah membantuku” ucap Elle tersenyum tipis.


“Kami juga senang jika bisa membantumu” jawab Emma dan Lily hampir bersamaan.


Sementara di rooftop sekumpulan pemuda tampan duduk di sofa dengan wajah tegang, selepas kejadian di kantin kemarin terlihat William dan Alvaro terus saling mengeluarkan aura menyeramkan mereka.


“Cuaca hari ini sangat cerah tapi kenapa aku merasa kedinginan ya?” ujar Sam berbisik pada Felix yang duduk di sampingnya.


Felix hanya menarik nafas berat tidak menyahut karena dia juga merasa tertekan dengan aura kedua pemuda yang ada di depan mereka siapa lagi kalau bukan Alvaro dan William.


“Fel, bisakah kamu mencairkan suasana di antara mereka? Ini sudah sepuluh menit mereka seperti itu,” ucap Sam menunjuk dengan dagunya pada kedua pemuda yang beraura gelap itu.


“Aku akan mentraktir mu selama satu tahun, jika kamu mampu mencairkan suasana di antara mereka!?” lanjutnya masih dengan berbisik.


Penawaran yang sangat menggiurkan bagi Felix tapi melihat aura William dan Alvaro seketika semangatnya menyusut membuatnya tidak berani menengahi kedua singa jantan itu.


“Maaf kawan, aku lebih baik menikmati rasa dinginnya” jawab Felix cepat menolak.


Sementara di sisi Alvaro dan William, mereka masih betah saling melempar aura tajam hingga William lebih dahulu mengeluarkan suara.


“Kamu membawanya makan malam di luar hingga dia digosipkan sebagai kekasihmu oleh orang-orang, dan kemarin kamu melibatkan dia ke dalam masalahmu.


"Aku sudah pernah katakan padamu selesaikan dulu hubunganmu agar dia tidak terseret dalam masalahmu, tapi sekarang dia sudah dilibatkan dalam masalahmu bahkan dia sudah dirumorkan menjadi seorang perebut.” Suara William sangat dingin dengan mata menusuk menatap Alvaro.

__ADS_1


Wajah William sudah memerah karena menahan amarah sedari kemarin apalagi saat dia mendengar semua murid sedang menjelekkan Elle karena hubungan Amel dan Alvaro.


__ADS_2