The Elves Secret

The Elves Secret
07. Prince Harvest


__ADS_3

Hari ini Elle berangkat ke sekolah diantar oleh Allan yang sekalian berangkat ke kampus. Sesampainya mereka di depan gerbang Elle pun menyuruh berhenti membuat Allan bingung.


“Aku turun di sini saja, kakak pasti sudah terlambat ke kampus.” Ucap Elle.


“Tidak apa-apa sweetie nanti kamu kelelahan berjalan kaki.”


“Hari ini kan kakak akan melakukan presentasi maka kakak tidak boleh terlambat, semangat ya kakakku yang tampan. See you.” Setelah mencium kedua pipi Allan, Elle pun segera keluar dari mobil dan melangkah ke dalam kawasan sekolah.


Sedangkan Allan hanya tersenyum lebar mendapat perhatian serta ciuman dari adik kesayangannya membuat ia bertambah semangat.


Sepatu hitamnya menggema di sepanjang koridor kedatangannya membuat ia menjadi pusat perhatian, Ellevia murid baru yang langsung mendapat semua perhatian dengan sikapnya yang kalem dan wajahnya yang cantik plus imut serta rambut peraknya yang unik. Dan segera mendapat predikat primadona baru Harvest Highschool dan menggeser posisi Lily Victoria Hester murid tercantik di sana.


Sesampainya Elle di dalam kelas ia langsung disambut oleh teriakan kedua temannya.


“Wooww Elle lihatlah sang primadona sekolah kita!” seru Stella saat melihat Elle datang ke arahnya.


Elle duduk di bangkunya tepat di belakang bangku Emma “maksud kalian apa?”


Stella mendengus “lihatlah forum sekolah sedang heboh dan itu karena mu. Ellevia sang primadona sekolah Harvest.” Mengarahkan layar ponselnya pada Elle.


“Dan di salah satu foto juga ada para Prince Harvest yang menatapmu saat melewati meja mereka waktu di kantin kemarin dan wow tatapan mereka begitu intens.” Jelas Emma.


“Benar, dan tatapan mereka membuat jantungku berdebar” girang Stella.


Elle menatap Emma “Prince Harvest?” tanya Elle tidak tahu.


“Iya, mereka keempat pria tampan yang kita lihat di kantin kemarin. Mereka sangat menakutkan tapi sangat tampan dan yang pastinya sangat kaya!” Stella mengibaskan tangannya heboh.


“Oh.” Ucap Elle singkat.


“Astaga Elle, ini aku beritahu ya siapa mereka satu persatu.” Stella memperlihatkan ponselnya kembali pada Elle yang terdapat foto beserta identitas para Prince Harvest.


“Cowok yang mukanya tengil tapi imut ini namanya Felix Oliver Weitzman, dia itu friendly sama siapapun makanya banyak cewek yang naksir sama dia. Kalau yang rambut merah itu namanya Samuel Jarvis Anderson dia memang tampan tapi ia seorang playboy sering bergonta-ganti cewek walau begitu masih banyak yang mau jadi kekasihnya. Ekhm, tunggu sebentar aku minum dulu” potong Stella lalu mengambil minuman yang ada di tangan Emma. Sedangkan Emma hanya menatap kesal temannya yang seenaknya mengambil minumannya.


“Oke lanjutkan. Ini namanya William Stanley Harvey dia orangnya pendiam tapi sekalinya ngomong langsung tajam banget sampai menusuk ke hati tapi ketampanannya membuat semua cewek meleleh, ya kecuali Elle mungkin. Dan dia adalah Alvaro Loderick Parker yang paling tampan tapi dia yang paling pendiam dan mukanya selalu datar juga nyeremin apalagi tatapannya.”


Elle yang mendengar penjelasan Stella pun hanya mengangguk sekilas lalu kembali membaca buku.

__ADS_1


“Selain tampan mereka juga adalah para tuan muda dari keluarga kaya dan terpandang di negara ini.” Sambung Stella yang kembali bersuara.


“Baru di negara belum juga di dunia” timpal Emma.


“Benar juga” ucap Stella berpikir sambil menopang dagunya.


“Yang terkaya di dunia kan Master X. Sebenarnya aku ingin sekali melihat Master X secara langsung, huwaaa kekayaannya pasti banyak banget” heboh Emma si penggemar Master X.


“Aku juga” timpal Stella.


Baru saja Elle ingin bertanya siapa itu Master X tetapi guru lebih dahulu datang ia pun tidak jadi bertanya.


Elle dan kedua temannya saat ini sedang istirahat di kantin sekolah hingga seperti biasa pekikan heboh para murid cewek menggema di sekitar kantin.


“Elle itu mereka para Prince Harvest yang aku jelaskan tadi, sangat tampan kan apalagi jika dilihat dari dekat” bisik Stella.


Elle hanya melirik sekilas “lumayan.” Lalu kembali pada aktifitas makannya.


“WHAT!” teriak Stella hingga atensi para murid di kantin ke arah mereka.


“Hehehe sorry guys silahkan lanjutkan lagi. Huuh habisnya aku kaget mendengar ucapan Elle tadi” ucap Stella malu.


Brakk


Suara pukulan meja kembali mengalihkan atensi semua murid di kantin termasuk Elle dan kedua temannya melihat ke arah meja pojok para Prince Harvest.


“Beraninya kau menyentuhku.” Desis Alvaro dengan suara dinginnya.


“Kamu terlihat seperti ****** dengan kelakuan murahanmu.” Ucapan tajam William.


“Hiks hiks maaf, aku tidak sengaja terjatuh hingga mengotori pakaianmu Al” ucap wanita itu menyedihkan yang masih duduk di lantai dengan seragam ketatnya yang basah.


Wanita itu bernama Grace anak salah satu donatur sekolah dan ia adalah salah satu dari banyaknya cewek yang tergila-gila pada Alvaro dan mengatakan kepada semua orang bahwa dirinya adalah kekasih Alvaro, bahkan membuli murid cewek yang berani mendekati Alvaro.


“Don’t call me like that, *****.” Bentak Alvaro yang tidak suka nama panggilannya disebut karena hanya Keluarganya yang berhak.


“Apapun hiks yang kamu inginkan sebagai gantinya pasti aku penuhi Al termasuk menjadi kekasihmu hiks, Al aku sangat mencintaimu.” Grace tetap mencoba memeluk lengan Alvaro mengabaikan ucapan kasar itu walaupun ia juga takut saat melihat tatapan tajam Alvaro tapi berusaha ia tahan.

__ADS_1


“Astaga, dia benar-benar gila” ucap Felix yang sejak tadi menonton.


“Walaupun aku seorang playboy, aku juga tidak akan mau menjadikannya salah satu kekasihku” timpal Sam.


Ucapan Grace itu langsung membuat semua orang terkejut dengan keberaniannya. “Oh astaga dia benar-benar mengantarkan nyawanya” gumam Stella merinding.


“Biarkan saja, sebenarnya aku juga merasa jijik sekaligus kasihan padanya yang terus mencoba menggoda Alvaro.” Ucap Emma.


“Untuk apa kasihan dia saja yang berlaku murahan.” Timpal Stella.


“Aku selesai.” Elle langsung berdiri bersiap pergi.


“Elle mau ke mana?” tanya Stella.


“Kelas.” Jawab Elle.


“Ikut.” Ucap serempak Emma dan Stella.


Saat mereka akan melewati tempat terjadinya kekacauan itu, tepat saat Alvaro melempar gelas pada Grace namun yang hampir terkena adalah Stella karena Grace menghindar. Beruntung dengan cepat Elle menghadang dengan tangannya hingga gelas itu pecah dan serpihannya melukai tangan Elle.


“Elle!!/Astaga!!” Teriak Emma dan Stella bersamaan. Semua murid di kantin pun ikut terkejut termasuk para Prince Harvest hingga mereka langsung berdiri.


“Elle tanganmu” ucap Stella khawatir melihat tangan Elle berdarah.


“Tidak apa-apa.” Elle tidak merasakan sakit sedikit pun hanya marah karena Stella temannya hampir saja terluka tidak ada yang menyadari telapak tangan Elle bersinar sekilas. Setelah sedikit menenangkan diri Elle berjalan ke arah dua orang yang sejak tadi membuat keributan.


“Jika ingin menyelesaikan masalah pribadi sebaiknya jangan di depan umum karena itu sangat mengganggu.” Ucap Elle dingin.


“Kamu bukan siapa-siapa di sekolah ini, jadi jangan ikut campur!” teriak Grace


“Shut up.” Tekan Elle.


“Beraninya kau sialan aku akan membuatmu keluar dari sekolah ini, aku adalah anak donatur terbesar di sekolah ini.” Ucap Grace sombong.


“Memalukan.” Ucap Elle dengan seringainya menghina Grace yang malahan membuatnya terlihat semakin cantik.


Grace yang sudah sangat marah bersiap untuk menampar Elle namun tangannya tiba-tiba dipegang oleh sebuah tangan kekar.

__ADS_1


__ADS_2