The Elves Secret

The Elves Secret
33. Latihan Kekuatan


__ADS_3

Di dalam kamarnya, Elle langsung menuju ke arah kamar mandi mengisi bathtub dengan air hangat dan sabun cair. Setelah melepas semua pakaiannya ia langsung masuk ke dalam bathtub untuk berendam sebentar menenangkan tubuhnya yang terasa penat.


Setelah beberapa menit Elle keluar dari kamar mandi hanya menggunakan bathrobe lalu melangkah ke arah walk in closed memakai piyama berlengan pendek lalu berjalan ke arah meja rias mengambil hairdryer untuk mengeringkan rambutnya yang basah.


Setelah selesai Elle naik ke atas ranjang lalu tidur terlentang menatap langit kamar tak lupa selimut hangat yang menutupi tubuhnya, seperti biasa harapannya sebelum tidur.


Semoga aku bisa menemukan petunjuk yang selama ini aku cari batinnya penuh harap.


Perlahan Elle menutup mata hingga ia tanpa sadar terlelap menuju mimpi yang tiada batasnya dengan harapannya yang mungkin sebentar lagi akan segera terwujud.


Hari ini adalah weekend dan Elle berniat menghabiskan waktunya dengan menanam bunga di taman belakang serta melatih kekuatannya dan juga pergi dengan Jack untuk berlatih menembak nanti sore.


Memang awalnya hari ini Elle, Lily ,Emma serta Stella dan juga Alvaro, William, Felix serta Samuel berencana untuk keluar jalan-jalan seperti kesepakatan mereka setelah pertandingan basket hari itu, namun harus kembali tertunda karena sebagian dari mereka tidak bisa karena urusan keluarga jadi terpaksa harus dibatalkan lagi.


Di taman belakang Elle hanya sendirian karena maid ataupun penjaga dilarang masuk ke sana kecuali untuk hari tertentu saat mereka akan membersihkan taman atau saat dipanggil oleh Elle ke taman.


Para maid dan penjaga pun mematuhi tanpa bertanya karena itu adalah perintah langsung dari sang tuan besar yaitu Ibram. Karena taman belakang sudah dikhususkan sebagai tempat Elle melatih kekuatannya.


Elle menggali tanah menggunakan sekop kecil lalu menanam satu bibit buah apel setelah disiram ia menaruh kedua telapak tangannya di atas tanah itu, Elle mencoba menumbuhkan bibit buah itu menjadi pohon dengan kekuatannya sendiri. Hingga perlahan-lahan tanaman itu tumbuh menjadi sebuah pohon yang berbuah apel segar.


“Awalnya kekuatanku hanya bisa menumbuhkan tanaman layu tapi sekarang aku bisa menumbuhkan sebuah tanaman bahkan pohon yang hanya berasal dari bibitnya saja secara cepat, apalagi aku bisa menyembuhkan diriku dan orang lain tanpa merasakan energi ku berkurang banyak tetapi kenapa rasanya ini belum cukup.” Gumam Elle sambil memetik sebuah apel dari pohon itu lalu memakannya.

__ADS_1


“Mmm manis, sangat enak” komentarnya setelah memakan satu gigitan buah apel itu.


Tiba-tiba saja Elle teringat saat di hutan jika saja dia sudah bisa menumbuhkan buah dan bunga saat masih di sana pasti hutan semakin indah dengan buah-buahan yang banyak dan bunga yang bermekaran. Sedangkan dulu ia masih membutuhkan bantuan tanaman obat jika ia terluka pikirnya.


Setelah menghabiskan buah apel itu Elle menatap rumah kaca yang cukup besar di bangun di taman belakang, biasanya tempat itu Hannah menanam tanaman-tanaman yang mahal dan ada juga yang langka. Elle berpikir bagaimana kalau dia juga mencoba menumbuhkan tanaman langka itu dengan cepat sedangkan biasanya ia hanya membantu tanaman yang layu.


Elle berjalan menuju rumah kaca, saat memasuki rumah kaca itu ia merasa seperti di hutan tempat tinggalnya dulu. Memang Elle sering kesini sekedar membantu tanaman-tanaman yang layu.


Bahkan maid yang bertugas merawat dan menjaga rumah kaca kadang menjadi bingung melihat tanaman yang kemarin layu kini menjadi segar, namun tidak ada yang berani berbicara mereka hanya diam dengan menyimpan rasa penasaran masing-masing.


Elle berjalan perlahan sambil mengedarkan pandangannya ke arah tumbuhan langka yang berbaris rapi sehingga terlihat seperti dalam hutan kecil. Di tempat inilah salah satu favorit Elle selain di gazebo.


Elle menempelkan tangannya di pohon itu, buliran cahaya biru mengalir dari tangan Elle menuju pohon itu hingga perlahan bunga-bunga sakura bermekaran dengan lebat membuat Elle tersenyum melihatnya.


Elle kemudian mengalihkan tatapannya ke arah pot bunga yang hanya berisi tanah, ia ingin mencoba menumbuhkan tanaman secara tiba-tiba tanpa menggunakan bibit terlebih dahulu seperti yang ia lakukan pada tubuh orang-orang yang mencegatnya dulu. Memang mustahil untuk manusia tapi Elle bukanlah seorang manusia apalagi dia pernah melakukannya bahkan medianya adalah tubuh manusia.


Dari jauh Elle mencoba memusatkan perhatiannya pada pot itu lalu mengarahkan tangannya yang mulai memunculkan sinar biru, perlahan buliran cahaya biru itu mengarah ke arah pot dan masuk ke dalam tanah.


Namun Elle hanya bisa menghela nafas berat sedikit kecewa memang karena nyatanya ia tidak berhasil menumbuhkan apapun.


Elle berjalan lesu keluar dari rumah kaca lalu menuju kolam air terjun buatan yang berada di taman dan duduk di pinggir kolam sambil memainkan air dengan tangannya, tanpa Elle sadari ia telah membuat gelombang aneh pada air itu dengan kekuatannya.

__ADS_1


Apakah Elle mempunyai kekuatan yang lain juga.


Siapa diriku sebenarnya, sejak kecil aku hanya tinggal di hutan tanpa tahu apakah ada makhluk yang sama sepertiku, atau memang hanya tinggal aku sendiri lirih Elle dalam hati.


Sejak kedatangannya di keluarga Caldwell Elle mulai berpikir jika ia bukan manusia lalu apa, apalagi jika melihat manusia yang memiliki keluarga apakah dia juga memiliki keluarga dengan wujud yang sama seperti dirinya.


“Vivi.” Panggil Jack membuyarkan lamunan Elle.


“Paman, aku kira paman belum pulang” ucap Elle menoleh kepada Jack yang baru datang.


“Paman baru sampai, ayo kita pergi” ajak Jack, Elle pun beranjak dari duduknya lalu mengikuti Jack.


Mereka berdua melangkah keluar dari mansion dengan menggunakan mobil Jack pergi meninggalkan kawasan mansion menuju suatu tempat yang biasa mereka datangi jika Jack ingin melatih Elle menembak, yaitu markas Jack sendiri.


Bahkan Elle sudah sangat akrab dengan para anak buah Jack di sana karena sering datang bersama Jack, David bahkan Allan ataupun kakeknya Ibram. Elle tidak diizinkan pergi kesana sendirian.


Di sinilah Elle dan Jack berada, ruangan tempat latihan khusus menembak yang berada di markas Jack bahkan markas itu cukup tersembunyi dan berada di tengah hutan yang jarang di datangi oleh siapapun apalagi di hutan itu juga terdapat banyak binatang buas.


Di ruangan yang sangat luas bernuansa hitam putih serta banyak papan dengan gambar melingkar di tengahnya menempel di setiap dinding sebagai papan target latihan untuk menembak.


Ruangan itu adalah tempat Jack melatih Allan dan Elle menembak sejak kecil bahkan mereka sering berlomba siapa saja yang menembak paling tepat sasaran dan pemenangnya tentu saja Jack sendiri serta hadiahnya adalah Elle. Benar-benar para ksatria bucin Elle.

__ADS_1


__ADS_2