The Elves Secret

The Elves Secret
51. Menolong Seseorang


__ADS_3

Begitupun dengan Alvaro dan William, walaupun bisa mengendalikan ekspresi mereka tetap saja aura yang dikeluarkan Elle cukup membuat mereka berdua merasa sesak dan tercekik seperti yang lain.


Setelah Elle dan ketiga temannya lewat dan pergi. Samuel dan Felix langsung menghembuskan nafas lega sambil mengusap dadanya yang masih berdebar dengan cepat karena merasa pasokan oksigen yang sedikit.


“Haaah, astaga! Apa tadi itu Elle?” tanya Sam dengan wajah terkejut.


“Auranya benar-benar menakutkan melebihi Alvaro dan William” lirih Felix menggeleng tak percaya dengan kejutan yang lagi-lagi Elle tunjukkan.


Tetapi bukan hanya mereka saja yang merasakan aura itu bahkan semua murid di kantin pun merasa sesak karenanya, bahkan tadi semua menjadi hening saat Elle mengeluarkan suara.


Benar-benar Elle tidak bisa diremehkan.


“Al, kamu lihat kan dia itu gadis tidak baik bahkan dia berani menyakiti Sarah yang tak lain sepupumu di depan mu sendiri” ucap Amel berharap Alvaro memihak nya.


“Itu hukuman untuknya karena dia yang lebih dulu mengangkat tangan ingin menampar Lily tadi.” Jawab Alvaro lalu melangkah memasuki kantin diikuti ketiga temannya.


Sedangkan Amel yang melihat itu mengepalkan tangannya erat dengan mata tajam menahan amarah.


Padahal aku berharap jika si sialan itu buruk di mata Alvaro tapi sepertinya ini belum cukup, sebelum dia membongkar rahasiaku, aku akan lebih dulu membuatnya menderita di sekolah ini batinnya geram.


Elle memasuki mansion yang terasa sepi, yang biasanya ada Ibram dan Hannah yang sedang duduk di sofa sambil mengobrol tapi hari ini mereka sedang keluar jalan-jalan menikmati hari tua.


Elle melangkah menuju lift, setelah sampai lantai dua dia berjalan memasuki ruang kerja daddy nya dan mengambil sebuah map di atas meja.


Di dalam kamar, Elle baru keluar dari kamar mandi dan menuju walk in closed mengambil sebuah dress simple selutut tak lupa memakai hotpants dengan snikers putih.


Elle keluar dari kamarnya menuju tangga dengan map yang ada di tangannya dan berjalan keluar dari mansion, setelah di depan Elle langsung masuk ke dalam mobilnya dan melaju keluar meninggalkan kawasan mansion.


Elle saat ini dalam perjalanan menuju perusahaan sang daddy, tadi setelah pulang sekolah Elle mendapat telepon dari mommy Monic meminta bantuan padanya mengantar berkas penting ke kantor daddy Dave yang saat ini akan melakukan pertemuan bisnis.

__ADS_1


Awalnya Elle ragu karena belum pernah datang ke perusahaan milik daddy nya, sedangkan keluarganya yang lain untuk diminta bantuan sedang di luar dengan urusan masing-masing.


Di tengah jalan Elle menghentikan mobilnya saat melihat dua buah mobil tak jauh di depan sana berhenti di tengah jalan yang lumayan sepi pengendara.


Elle langsung menancap gas mobilnya ketika melihat seorang wanita paruh baya diseret oleh tiga pria berbadan besar memaksa memasuki mobil hitam itu sedangkan satu pria lagi sedang berkelahi dengan sopir wanita itu.


Elle langsung menyerempet tubuh salah satu pria itu hingga terpental dan dengan cepat Elle keluar dari mobil berjalan ke arah mereka.


"Ternyata seorang pengecut yang hanya berani pada seorang wanita." Desis Elle tajam.


"Hei gadis kecil! Jangan ikut campur ya!" teriak salah satu mereka.


Elle yang melihat itu hanya tersenyum miring. "Kenapa? Kalian takut?" tanya Elle meremehkan.


"Sepertinya kamu ingin bermain-main dengan kami, gadis kecil" geram salah pria itu tersenyum miring yang tadi Elle serempet.


Dua pria itu langsung berjalan santai tanpa persiapan ke arah Elle karena mereka merasa bisa melumpuhkan Elle dengan cepat.


Tanpa aba-aba Elle langsung meninju wajah salah satu dari mereka sedangkan pria yang satunya Elle menendang aset berharganya.


Elle menarik satu tangan kanan dan satu tangan kiri dari mereka dan memutarnya ke belakang hingga kedua pria itu menunduk, benar-benar kekuatan fisik Elle tidak main-main.


Tanpa merasa kasihan dengan santai Elle mematahkan kedua tangan itu hingga kedua pria itu terduduk ke tanah, sambil teriak kesakitan memegang tangan masing-masing. Elle langsung menendang kepala kedua pria itu dengan keras hingga terjatuh tak sadarkan diri.


Elle tersenyum puas melihat itu lalu matanya beralih menatap seorang pria mengacungkan pisau di leher wanita paruh baya yang terlihat biasa saja, Elle yang melihat itu cukup kagum melihat ketenangan wanita itu.


Tanpa diketahui siapapun Elle diam-diam menggunakan kekuatannya, menumbuhkan tumbuhan berduri lalu menusuk kaki pria yang saat ini menyandera wanita paruh baya itu.


Pria itu hanya meringis kecil tanpa tahu bahwa racun mematikan sudah menyebar dengan cepat di tubuhnya. Tak berapa lama, pria itupun tumbang tanpa perlawanan sedangkan si wanita paruh baya cukup terkejut dan heran melihat itu.

__ADS_1


Bagaiman bisa pria itu tiba-tiba tewas pikirnya heran.


"Nyonya, anda baik-baik saja?" tanya sopir wanita itu saat melihat sang majikan melamun.


Setelah dia berhasil menumbangkan seorang pria yang menghalanginya tadi, sopir itu langsung menghampiri sang majikan karena jika majikannya sedikit saja terluka maka nyawanya akan melayang di tangan sang tuan dan tuan muda.


Elle yang melihat semuanya sudah selesai berbalik untuk pergi menuju mobilnya, namun suara seseorang menghentikan langkahnya.


"Tunggu!" panggil wanita itu. "Terima kasih telah menolong saya nona" lanjutnya.


Elle berbalik dan menatap wanita itu tetap dengan wajah tenangnya. "Dengan anda tidak terluka, itu sudah cukup untuk saya" ucap Elle.


Wanita itu tersenyum lembut dengan wajah keibuan nya. Benar-benar gadis yang menarik dan sangat hebat, sangat cocok dengan putraku pikirnya antusias.


"Kalau begitu saya permisi" ucap Elle pamit lalu kembali berjalan memasuki mobilnya dan berlalu pergi.


"Aku ingin kamu mencari semua informasi gadis itu." Perintah wanita itu dengan senyuman yang penuh arti menatap mobil Elle yang semakin menjauh.


"Tentu nyonya" Jawab sang sopir.


Wanita itu melangkah memasuki mobilnya. "Astaga, suamiku ini lambat sekali sampainya" gerutu wanita itu kesal.


Dia memang terlihat santai sebagai korban yang baru saja mengalami percobaan penculikan karena itu sudah biasa wanita itu alami.


Sedangkan di sisi Elle, dia kembali fokus menatap ke depan jalan sambil menyetir. Setelah menempuh perjalanan beberapa lama sampailah dia di depan gedung perusahaan CLCorporation, mobilnya langsung berhenti Elle pun keluar dari mobil dan seorang penjaga langsung mengambil alih mobilnya.


Elle langsung memasuki lobby kantor yang terlihat sangat megah dan luas di dalamnya, dengan gaya modern yang semakin membuatnya terlihat mewah dan elegan.


Wow, ternyata perusahaan daddy sangat besar batin Elle kagum namun berkebalikan dengan wajahnya yang terlihat biasa saja.

__ADS_1


__ADS_2