
Secara tiba-tiba Alvaro mengusap noda makanan di sudut bibir Elle, membuat Elle langsung berhenti mengunyah makanannya sedangkan yang lain menganga terkejut dengan sikap lembut Alvaro itu.
Walaupun sudah sering mereka melihat sikap lembut Alvaro bahkan William sejak kedatangan Elle di sekolah ini tapi tetap saja itu masih mengejutkan.
“Kamu makan seperti anak kecil” ucap Alvaro sambil tersenyum tipis menatap lembut Elle yang semakin membuat mereka semua melongo melihat itu.
Wow, seorang Alvaro Loderick Parker bisa menjadi budak cinta juga ya pikir mereka.
“Al,,,” panggil seorang cewek.
Mereka semua yang ada di kantin langsung menoleh ke arah asal suara itu, terlihat seorang gadis pirang berdiri tak jauh dari meja para Prince Harvest.
Seorang gadis yang begitu berani memanggil Alvaro dengan panggilan nama kecilnya yang sudah dilarang keras oleh Alvaro untuk mereka mengucap nama itu kecuali untuk keluarganya dan Elle tentu saja.
“Al kenapa kamu tinggalin aku di rumah, aku kan jadi berangkat sendirian padahal aku baru datang dari luar negeri kemarin, mana mungkin mengerti jalan ke sekolah ini” ucap gadis itu dengan suara manja sambil memeluk lengan Alvaro.
Felix, Sam, William, Stella, Emma dan semua murid yang ada di kantin terkejut atas kehadiran gadis yang tidak mereka kenal itu bahkan membuat banyak pertanyaan di otak mereka. Siapa gadis itu dan apa hubungannya dengan Varo.
“Lepas, jangan menyentuhku.” Tekan Alvaro dengan suara dinginnya.
“Tidak mau,” ujar gadis itu semakin erat menggandeng lengan Alvaro sambil menatap benci ke arah Elle. Sedangkan Elle yang ditatap seperti itu hanya mengerut bingung. Apa ada yang salah pikirnya.
Siapa yang tidak berpikir begitu coba? tiba-tiba ditatap dengan benci oleh seseorang yang baru ia temui membuat Elle bingung sendiri, namun Elle tetap acuh dan tenang asalkan orang itu tidak mengganggunya kita berharap saja.
“Apa maksudnya ini Al?” tanya Lily menatap tajam Alvaro, dia marah melihat Alvaro bermesraan dengan cewek lain di depan Elle.
Padahal Lily sudah sangat senang jika Alvaro bersama Elle, apalagi kemarin dia sempat melihat berita tentang Alvaro berjalan berdua dengan Elle di restoran.
Mungkin juga kedekatan mereka sudah terdengar oleh semua murid Harvest Highschool karena sudah tersebar kabar kencan putra keluarga Parker di sosial media.
“Bukan apa-apa.” Alvaro langsung mendorong gadis itu dengan kasar hingga membuat gadis itu terjatuh ke lantai.
__ADS_1
“Al, kamu ini apa-apaan berlaku kasar pada calon tunanganmu!!”
Teriak seorang gadis berambut hitam lalu membantu gadis pirang yang terjatuh itu untuk berdiri. Dia adalah Sarah Parker sepupu jauh Alvaro dan gadis yang jatuh itu bernama Amelia Robertson yang mengaku sebagai calon tunangan Alvaro tadi.
Sarah memang sejak tadi sudah berada di situ dan berdiri di belakang Amel sambil menatap William yang terlihat perhatian pada seorang gadis berambut perak di sampingnya.
Sedangkan Alvaro yang diteriaki hanya diam dan tatapannya masih terfokus ke arah Elle yang masih santai meminum sekotak susu madu yang diberikan oleh William.
“Kenapa kamu tega sekali sama aku Al, aku itu calon tunangan kamu!” teriak Amel menyedihkan hingga membuat beberapa murid di kantin terlihat iba padanya.
“Tunggu, jadi dia calon tunangan kamu Al?” tanya Lily sambil menunjuk ke arah Amel.
“Iya, aku Amelia Robertson calon tunangan Alvaro Loderick Parker.” Ucap Amel lembut namun terdapat keangkuhan dalam nada suaranya menatap mereka semua yang ada di meja itu.
“Aku tidak akan pernah menyetujui perjodohan itu, dan aku hanya akan menyukai satu orang.” Lirih Alvaro di akhir kalimat sambil menatap Amel dengan tatapan tajam.
Elle yang sudah tidak menyukai keributan dan kebisingan ini yang sangat mengganggu ketenangannya berdiri untuk bersiap pergi dari kantin tapi langsung dihalangi oleh Sarah.
Sarah sengaja berteriak keras agar Elle terlihat buruk di mata para murid dan itu cukup berhasil karena beberapa murid mulai berbisik tentang Elle yang tega menggoda Alvaro yang sudah memiliki calon tunangan namun ada juga yang tetap membela Elle.
Sarah tahu Alvaro menyukai gadis di depannya ini karena dia pernah melihat foto Elle di dalam kamar Alvaro, dan dia akui Elle memanglah sangat cantik apalagi dengan rambut peraknya.
Tapi sayang Sarah menganggap Elle tidak sederajat dengan keluarganya karena itulah dia tidak menyukai Elle bahkan mungkin mulai membencinya karena Elle berani mendekati seseorang yang ia cintai.
“Minggir.” Suara dingin Elle membuat Sarah langsung gemetar ketakutan tapi ia berusaha menutupinya.
Lily langsung berdiri dan menghampiri Sarah. “Jangan pernah menaikkan suaramu yang bau busuk itu di depan Elle.” Geramnya tepat di depan Sarah.
Dari dulu Lily tidak pernah suka dengan Sarah apalagi Amel karena sikap sombong dan angkuh mereka yang tak pernah berubah, pasalnya mereka juga memang bermusuhan sejak kecil.
Karena itulah Lily langsung merasa tak senang saat melihat Amel dan Sarah sejak kedatangan mereka ke kantin bahkan ia cukup terkejut mendengar Amel adalah calon tunangan Alvaro, benar-benar sangat tidak dia harapkan pertunangan itu terjadi padahal Lily sudah berusaha membuat Elle dan Alvaro dekat.
__ADS_1
“Jangan menghalangiku untuk memberikan pelajaran pada gadis murahan itu” ucap Sarah.
Oke ini sudah keterlaluan batin Elle kesal.
Elle menutup mata lalu menghembuskan nafas pelan mengontrol emosinya agar kekuatan nya tidak keluar. "Aku diam bukan berarti aku membiarkan mu menghinaku, jadi bisakah kamu menyingkir dari hadapan ku sebelum kesabaran ku semakin menipis." Desis Elle dengan auranya yang cukup membuat Sarah merasa tercekik.
"Be-beraninya kamu menggertak ku! Dasar ***-***!" bentak Sarah dengan suara gemetar.
“Pakaian ketat dengan dua kancing atas yang terbuka, butuh kaca?” timpal Emma melirik seragam Sarah.
“Benar sekali, sepertinya ada orang yang tidak tahu diri di sini. Lagi pula aku rasa Elle lebih cocok bersama dengan Al,” ucap Lily melipat kedua tangannya di dada dengan gaya santai.
“Ly, kenapa kamu malah mendukung gadis perebut itu bersama Al, aku adalah calon tunangan Alvaro!” ucap Amel dengan sedikit berteriak.
“Baru calon kan,,,?” ujar Lily mengejek lalu tersenyum miring.
William yang sejak tadi mengamati Elle berniat mengajaknya ke kelas karena Elle memang sudah terlihat jelas sedang menahan emosi dengan perdebatan ini, apalagi mereka sudah menjadi tontonan para murid di kantin.
“Ayo ke kelas, aku antar.” Ajak William dengan tersenyum lembut
Elle pun menggeleng “tidak perlu, aku bisa sendiri” jawab Elle melangkah pergi meninggalkan kantin menghiraukan semua orang yang memandangnya dengan berbagai tatapan.
“Biarkan saja mereka berdebat di sini, ayo kita ke kelas saja.” Timpal Felix pada Samuel, lalu berjalan meninggalkan kantin diikuti Alvaro, William dan Sam.
“Al tunggu, kalian mau kemana?” panggil Amel saat melihat Alvaro pergi.
“Kayaknya dia tuli deh, bel masuk kelas aja nggak di dengar” ucap Emma.
“Makanya jangan teriak-teriak melulu, dengar tuh! Kalau mau teriak tuh di tengah hutan biar sama monyet sekalian, kan mantap tuh sesama keluarga” timpal Lily mengejek Amel dan Sarah.
“Yuk ke kelas, males ngurusin orang nggak waras” ajaknya pada Emma dan Stella.
__ADS_1
Mereka pun pergi meninggalkan Amel dan Sarah yang tengah menahan emosi. Sialan, dasar cewek murahan awas saja nanti kalian akan aku balas.