
“Ayoo, kalian darimana berduaan saja? Masa dari ruang kepala sekolah lama banget hmm?” tanya Lily jahil, saat dia melihat kedatangan Elle dan William yang bersamaan.
“Orang berisik tidak perlu tahu.” Ucap William dan langsung duduk di dekat Elle.
“Cih, dasar beruang kutub” ketus Lily.
“Ly, nggak boleh gitu. Masa Will yang ganteng gitu dipanggil beruang kutub sih” tegur Stella.
“Panggilannya cocok kok” timpal Sam.
“Malahan bukan hanya satu beruang kutub disini tapi dua” ucap Sam lagi dengan santai mengambil minuman Felix lalu meminumnya, tanpa tahu dua pasang mata yang menatapnya bak predator.
“Kamu ingin berakhir di rumah sakit atau pemakaman” ucap William tajam.
"Pulang sekolah, sparing melawanku" ujar Alvaro datar.
“Hehehe, cuma bercanda elah” ucap Sam sambil mengangkat dua jarinya lalu tertawa kaku.
“Hajar aja udah, ikhlas kok aku” ucap Felix santai.
Teman laknat memang batin Sam menatap kesal Felix. Bukannya dia ditolong malah Felix semakin memanasi dua singa yang sedang menatapnya tajam saat ini.
“Eh, perasaan Lily cuma nanya darimana Elle sama William tadi. Tapi kenapa topiknya jadi jauh begini?” tanya Emma.
“Tahu nih si crocodile” ketus Lily memandang sinis Sam.
“Mmm, salahin aja terus” gumam Sam.
“Hidup kakak emang sudah serba salah dari dulu” timpal Emma santai.
“Kita dari ruang kepala sekolah” ucap Elle tiba-tiba.
“Memangnya ada apa sampai kalian berdua dipanggil kepala sekolah?” tanya Stella.
“Olimpiade Sains” kata Elle singkat.
“Woaah, keren tuh” ucap Felix.
“Haah, kalau saja otakku bisa mendukung, pasti aku dan Elle bisa menjadi pasangan serasi di Olimpiade itu" ucap Sam lesu.
Felix yang mendengar itu hanya menggeleng pelan. Benar-benar playboy satu ini tidak ada kapok-kapoknya padahal baru saja diancam pikir Felix.
“Mimpi kau” timpal Lily melempar bekas tisu ke wajah Samuel.
“Permisi,,,”
Mereka yang ada di meja itu langsung menoleh ke asal suara kecuali Elle tentunya yang masih dengan santai menghabiskan makanannya.
Isi tenaga dulu sebelum berdebat.
Di depan mereka ada Amel dan Sarah yang berdiri dengan membawa nampan berisi makan siang mereka.
“Kita boleh gabung disini nggak?” tanya Amel dengan suara imut nya.
__ADS_1
Mereka yang mendengar suara itu sedikit merasa jijik, terutama Lily yang secara langsung memperlihatkan ketidaksukaannya pada Amel dan Sarah.
“Tidak.” Jawab Lily cepat dengan nada ketus.
“Kenapa kita boleh gabung, kan masih ada kursi kosong!?” timpal Sarah tak terima.
“Aku tidak mau satu meja dengan parasit” jawab Lily santai.
Amel yang masih berdiri meremas rok seragam miliknya saat mendengar ucapan Lily itu.
Seandainya disini tidak ada Al, sudah pasti aku akan menampar mulutmu yang berani menghinaku batin Amel geram.
“Benar sekali, lagian tempat lain kan masih ada kenapa harus di meja ini sih? bikin risih tahu” ujar Emma sedikit sinis.
Amel langsung menampilkan wajah menyedihkannya seolah-olah sangat tersakiti, dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
Dia melihat ke arah Alvaro dengan tatapan menyedihkan seolah-olah meminta bantuan, tapi Alvaro malah tidak melihatnya sama sekali yang hanya fokus menatap Elle sejak tadi.
Sedangkan Elle diam saja terlihat tidak terganggu walau dia sangat yakin hari ini akan terjadi perdebatan lagi.
“Ini adalah fasilitas sekolah jadi kami berhak jika ingin duduk dimana saja” timpal Sarah geram.
“Sudahlah lebih baik kita ke tempat lain saja” ucap Amel lirih seakan menjadi gadis tersakiti.
Namun Sarah menolak dan langsung memegang tangan Amel dan duduk bergabung dengan mereka walaupun belum diberi izin.
“Heh! Kalian dilarang duduk disini bersama kita!” marah Lily.
“Aku adalah keluarga Parker, jadi aku berhak duduk di manapun yang aku inginkan” ketus Sarah.
“Apa!? Nggak terima!? pergi aja sana,” ucap Sarah tersenyum miring.
“Bisakah kalian diam.” Desis Alvaro yang mulai kesal karena membuat keributan itu, sedangkan saat ini dia dalam keadaan badmood karena Elle yang mulai menjauhinya sejak kemarin.
Elle yang sudah selesai dengan makanannya langsung berdiri membuat dia dipandang dengan tatapan bertanya oleh mereka yang ada di meja itu.
“Ke kelas, aku duluan” ucap Elle lalu melangkah berjalan keluar kantin menghiraukan bermacam tatapan.
Alvaro menatap Elle dengan sendu, dia tahu walaupun Elle mau berdekatan dengannya namun masih ada jarak yang dibuat oleh Elle untuknya.
“Yuklah kita juga kek kelas, malas kalau sudah ada parasit disini” ucap Lily pergi mengejar Elle diikuti Emma dan Stella.
Tak lama William juga ikut berdiri serta Alvaro yang akan bersiap pergi dari kantin.
“Al, kamu mau kemana? Habisin dulu ya makanan kamu, itu masih banyak lho nanti perut kamu sakit” ucap Amel lembut penuh perhatian.
“Urus saja urusanmu” ucap Alvaro dengan suara dingin lalu kembali melangkah pergi.
“Liam, temenin aku makan ya sebentar saja” ucap Sarah memohon memegang tangan William.
Dengan kasar William menepis tangan Sarah. “Jangan berani menyentuhku dengan tangan kotor mu,” sentaknya lalu berjalan pergi menghiraukan teriakan Sarah yang memanggilnya.
Begitupun dengan Felix dan Sam yang ikut berdiri dan pergi dari meja itu, meninggalkan dua cewek yang sudah siap menumpahkan segala emosinya.
__ADS_1
Di parkiran sudah banyak murid-murid bersiap untuk pulang, begitupun dengan Elle dan ketiga temannya.
Drrt Drrt
Suara pesan masuk dari sebuah ponsel, membuat Elle dengan cepat merogoh ponselnya yang berada di saku jas sekolahnya.
Liam :
Nanti sore aku ke mansion, membawa soal kuis Olimpiade nanti.
Elle :
Baiklah.
Liam :
Hati-hati saat pulang.
Elle :
Thanks, Liam juga.
Lily yang melihat Elle sibuk dengan ponselnya pun mendekat karena penasaran siapa yang Elle kirimkan pesan.
“Ciee, siapa tuh” ucap Lily dengan mencoba mengintip isi ponsel Elle.
“William.” Jawab Elle singkat.
“Astaga,,,” Lily terperangah melihat Elle yang menjawab dengan santai, biasanya kalau cewek-cewek ditanya pasti akan malu-malu kucing jika ada cowok yang mengiriminya pesan.
“Kenapa?” tanya Elle.
“Nggak ada, kamu tumben saling kirim pesan sama Will?” tanya Lily.
“Kamu saling kirim pesan sama Will, Elle?” tanya Stella.
“Mmm” gumam Elle mengangguk.
“Kalian kirim pesan tentang apa?” tanya Stella mengernyitkan dahinya penasaran.
“Olimpiade Sains” jawab Elle.
Elle berjalan menuju mobilnya, saat akan masuk dia kembali menatap ke arah teman-temannya. “ Aku duluan.”
“Oke, hati-hati Elle” ucap mereka bertiga.
Saat mobil Elle sudah melaju pergi Alvaro, William, Felix dan Sam baru datang dari arah koridor menuju ke parkiran.
“Loh, Elle dimana?” tanya Felix, saat tidak
melihat keberadaan Elle di dekat temannya.
“Pulang duluan, ada urusan” jawab Lily santai.
__ADS_1
“Yoklah, kita juga ikut pulang” ucap Sam.
Mereka semua pun bersiap pulang, dengan kendaraan masing-masing dan meninggalkan kawasan parkiran sekolah.